• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Agus Haris Sebut Pengesahan Anggaran Pergeseran Wewenang Pimpinan DPRD

Polemik Anggaran Penanganan Banjir

by Fitri Wahyuningsih
24 Juni 2021, 18:20
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris  (Nasrullah/bontangpost.id)

Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris meluruskan soal alasan tim Badan Anggaran (Banggar) mencoret masterplan penanganan banjir yang diajukan pemerintah. Penjelasan ini diberikan agar publik jernih melihat alasan pencoretan tersebut.

Dia menjelaskan, keputusan untuk menerima atau mencoret usulan kegiatan pemerintah dalam pergeseran mendahului APBD-Perubahan 2021 memang menjadi kewenangan pimpinan DPRD. Ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Wali Kota Nomor 13 tahun 2017 tentang Tata Cara Pergeseran Anggaran. Khususnya di pasal 3 ayat 1. Yang berbunyi ”pergeseran anggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf a, b, dengan cara mengubah peraturan daerah tentang APBD, dan pelaksanaan kegiatannya setelah mendapat persetujuan pimpinan DPRD.”

”Itu yang menjadi dasarnya,” kata Agus Haris kepada bontangpost.id, Kamis (24/6/2021) pagi.

Politikus Gerindra ini bilang, pada 2016 silam pemerintah telah menyusun Detail Engineering Design (DED) terkait penanganan banjir. Isinya juga selaras dengan 16 rekomendasi pansus banjir. Sebelumnya pun sudah ada masterplan banjir tahun 2004. Sementara saat ini, pemerintah mengusulkan lagi masterplan penanganan banjir, yang menurut Banggar isinya tak jauh beda dengan DED 2006 dan masterplan 2004. Jika tak ada hal signifikan atau progresif yang ditawarkan, Agus Haris menyebut ini sama saja dengan pemborosan anggaran.

Baca Juga:  Penanganan Banjir Minim Anggaran, DPRD Kaltim Minta Pemkot Bontang Serius

”Tidak terlalu signifikan perbedaanya itu,” tegasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, bila membuka Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pemerintah 2021-2025, ada 5 poin soal penanganan banjir yang akan dilaksanakan. Yakni, normalisasi sungai-sungai, normalisasi dan optimalisasi sistem drainase perkotaan, penataan bantaran sungai, pembuatan polder, dan penguatan kerjasama antar daerah dalam penanganan daerah hulu Bendali Suka Rahmat, dan kerjasama pemerintah pusat serta mengotimalkan dan merevitalisasi Waduk Kanaan. Ke – 5 poin ini pun sudah ada di masterplan 2004 dan di kajian DED 2006. Itulah yang menjadi alasan Banggar belum menyetujui usulan tersebut di pergeseran mendahului perubahan ini.

Dia bilang, andai ke-5 poin itu diajukan di pergerseran atau perubahan APBD dalam bentuk program kerja nyata, bukan lagi sekadar perencanaan, maka tak ada alasan bagi Banggar untuk menolak. Contohnya, satu dari 14 usulan pemerintah dalam pergeseran ini ialah Karya Bakti sebesar Rp 2 miliar. Kegiatan itu diajukan untuk perbaikan bantaran sungai. Banggar langsung setuju sebab sudah berupa aksi nyata penanggulangan banjir, bukan lagi perencanaan. Yang jadi persoalan utama, isinya masih saja sama dengan masterplan dan DED yang dulu.

Baca Juga:  16 Rekomendasi Bebas Banjir

”Untuk apa disetujui sekarang bila tak ada hal baru yang ditawarkan. Kami kasih waktu untuk memperbaiki, merevisi secara pararel perencanaan penanggulangan banjir ini,” ungkapnya.

Terakhir, Agus Haris menegaskan, sejatinya Banggar tidak menolak masterplan Basri-Najirah, tapi hanya menunda. Mereka memberi kesempatan kepada pemerintah untuk mengajukan perencanaan yang utuh, komprehensif, dan matang. Dan itu hendaknya dilakukan pada 2022 supaya waktu tidak mepet. Pun dia bilang, dari usulan pansus banjir untuk membentuk kajian induk, itu sudah terakomodir dengan baik dalam DED 2006. Satgas Penanganan Banjir pun sudah ada.

”Itu masih sangat relevan untuk kondisi Bontang saat ini. DED juga cukup mengakomodir permintaan Pansus Banjir soal kajian induk penanggulangan banjir,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Aji Erlynawati telah memastikan 3 dari 14 usulan kegiatan yang diajukan pemerintah dalam pergeseran mendahului APBD perubahan 2021 dicoret DPRD Bontang. Pencoretan itu dilakukan dengan berbagai alasan.

“Iya ada 3 yang dicoret,” beber Sekkot Aji ketika ditemui di TPI Tanjung Limau, Kamis (24/6/2021) siang.

Baca Juga:  Lusa, Pansus Banjir Dibentuk 

Sekkot AJI menjelaskan, usulan pertama yang ditolak ialah pembangunan sumur Kanaan dengan nilai Rp 3 miliar. Dewan menilai di sekitar lokasi pembangunan sumur, Kelurahan Kanaan, masih ada Water Treatment Plant (WTP) yang bisa dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih buat publik.

Kemudian usulan penyusunan detail engineering design (DED) dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) jalan lingkar yang menghubungkan Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah Rp 1 miliar. Pencoretan ini dilakukan DPRD dengan alasan, pemerintah dinilai tidak pernah mengajukan permohonan untuk mendiskusikannya dengan komisi terkait, yakni Komisi III.

Yang terakhir, dewan juga mencoret usulan masterplan penanganan banjir dengan nilai Rp 1,5 miliar. Aji tak bisa menjelaskan lebih rinci terkait alasan pencoretan itu. Namun menurutnya, alasan pencoretan itu lantaran dewan menganggap dokumen sebelumnya, yang terbit 2005 silam masih relevan untuk kondisi Bontang kiwari.

Sementara dari sisi pemerintah, masterplan dibutuhkan karena dokumen sebelumnya perlu direvisi, butuh penyesuaian dengan kondisi terbaru.

“Untuk detilnya saya kurang ingat. Tapi kurang lebih begitu catatannya,” tutup Aji. (*)

Tags: Pansus Banjir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Khawatir Lang-Lang Tutup Kembali, BW Minta Pemkot Beri Kepastian ke Pedagang

Next Post

Dishub Usul Tiket Kapal Hanya Dijual Online

Related Posts

Soal Pemekaran Wilayah, Nursalam Minta Pemkot Tidak Terburu-buru
DPRD Bontang

Pencoretan Anggaran Masterplan Penanganan Banjir, Nursalam; Pendapat Pribadi Pimpinan, Bukan DPRD

23 Juni 2021, 19:46
Daerah Ini Langganan Banjir, Butuh Pintu Air
Bontang

Mantan Ketua Pansus Banjir Bontang Sebut Pembuatan Masterplan Hal yang Wajib

22 Juni 2021, 20:46
ASN Harus Jadi Contoh bagi Masyarakat 
Bontang

Bendali Suka Rahmat Dinilai Mendesak

20 Juni 2019, 13:29
Pansus Banjir Bakal Sidak PT Indominco Mandiri 
Bontang

Benarkan Ajakan Sumpah Pocong, Bakhtiar Wakkang: Sudah Ada yang Minta Maaf

19 Juni 2019, 12:00
Banjir Guntung Minim Disinggung, Warga Minta Turut Diperhatikan
Bontang

Banjir Guntung Minim Disinggung, Warga Minta Turut Diperhatikan

14 Februari 2019, 17:00
Dianggap Tak Sesuai, Neni Koreksi Empat Rekomendasi Pansus Banjir
Bontang

Dianggap Tak Sesuai, Neni Koreksi Empat Rekomendasi Pansus Banjir

12 Februari 2019, 19:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.