• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kasus Kredit Fiktif BPR, Cair Tanpa Tanda Tangan Direksi

by Redaksi Bontang Post
11 Desember 2021, 20:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kantor BPR Bontang Sejahtera (dok.Bontangpost)

Kantor BPR Bontang Sejahtera (dok.Bontangpost)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kasus dugaan penyaluran kredit fiktif yang menjerat mantan direksi PT BPR Bontang Sejahtera yaitu Yudi Lesmana dan Yunita Fedhi Astri terus berlanjut. Fakta terbaru persidangan terungkap bahwa salah satu debitur yakni mantan Direktur Perusda AUJ Dandi Priyo Anggono diketahui mendapatkan pencairan pinjaman sebesar Rp 210 Juta.

Penasehat Hukum terdakwa Yunita yakni Muhammad Ambran Agus mengatakan proses pencairan itu terjadi sekira 2016 silam. Dari nominal itu, hanya Rp 70 juta yang diketahui oleh terdakwa Yunita. Sementara Rp 140 juta tanpa sepengetahuannya. “Bahkan tidak ada tanda tangan direksi saat itu. Tetapi tetap cair,” kata Ambran.

Keterangan terdakwa, pencairan itu dilakukan oleh salah satu staf bank pelat merah tersebut. Langsung ditransfer kepada rekening Dandi. Mengingat kala itu petinggi dari Perumda itu memang memiliki rekening di PT BPR Bontang Sejahtera. “Terdakwa Yunita tidak mengetahui itu saat hakim mengonfirmasi berdasarkan berita acara pemeriksaan dari penyidik,” ucapnya.

Baca Juga:  Terdakwa Kasus Korupsi BME Ajukan Kasasi

Sementara mengenai Rp 70 juta, skema peminjaman diklaim sudah sesuai prosedur. Pasalnya ada jaminan yang disertakan dalam berkas pengajuan. Berupa BPKB kendaraan roda empat milik debitur itu. Tetapi seluruh nominal peminjaman itu telah dilunasi oleh terdakwa Yunita pada 2018 silam. Mengingat ada perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini dibuktikan dengan rekening koran yang telah dicetak. Terdakwa melunasi karena dipaksa saat itu,” tutur dia.

Oleh sebab itu, penasehat hukum menilai dugaan penyaluran kredit fiktif tidak terjadi. Sebab pencairan pinjaman yang diketahui oleh terdakwa sudah sesuai ketentuan berlaku dalam perbankan.

“Karena ada jaminan berarti bukan kredit fiktif. Sebab pengajuannya sudah benar,” terangnya.

Baca Juga:  Ada Peluang Dapat Modal Rp 10 Miliar, DPRD Setuju Rencana Pemisahan BPR Bontang Sejahtera dari Perumda AUJ

Menurut dia, saksi yakni Dandi juga tidak mengetahui pencairan pinjaman di luar Rp 70 juta. Mengingat saat durasi pencairan itu status saksi ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Atas kasus korupsi di Perusda AUJ. Diketahui Dandi menjadi saksi pada persidangan perkara ini, Senin (6/12) lalu.

Humas Pengadilan Negeri Bontang Ngurah Manik Sidartha mengatakan saksi mengakui ada pinjaman sebesar Rp 70 juta. Sesuai dengan yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan. Pinjaman itu diperuntukkan untuk kepentingan Persuda AUJ. Sebagai pemegang saham bank pelat merah tersebut.

Namun, ia tidak menyebutkan secara rinci digunakan untuk pembiayaan apa. Manik menjelaskan prosedur penyaluran kredit yang diberikan berdasarkan keterangan saksi sudah sesuai dengan ketentuan. “Saksi datang langsung ke ruangan pak Yudi Lesmana (terdakwa). Ada jaminan yakni BPKB kendaraan roda empat. Dan tahapannya diakui sudah sesuai prosedur,” ucapnya.

Baca Juga:  Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan

Lantas majelis hakim menanyakan terkait adanya pinjaman pada 2018 atas nama saksi sebesar Rp 140 juta. Namun, saksi menjawab tidak mengetahuinya. Padahal keterangan ini didapatkan oleh majelis hakim dari paparan saksi persidangan sebelumnya.

Pinjaman yang diduga disalurkan secara fiktif ini masuk dalam berkas terdakwa Yunita. Pada kasus ini, terdakwa disangka melanggar pasal 49 ayat 1 huruf A UU 10/1998 yang diubah dari UU 7/1992. Dengan ancaman penjara 5-15 tahun. Di tambah denda sepuluh hingga 200 miliar rupiah. (*/ak)

 

Tags: BPRkasus korupsi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPAI tentang Pemerkosa 21 Santri; Dikebiri, Dipasangi Chip, Diumumkan di Tempat Strategis

Next Post

Capai 1.200 Pendaftar, PKT Bontang KOI Show 2021 Cetak Sejarah Peserta Tertinggi di Kalimantan

Related Posts

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan
Bontang

Kejari Bontang Temukan Kejanggalan Lift Pasar Tamrin Rp3,7 Miliar, Komponen Diduga Dirakit di Balikpapan

24 Oktober 2026, 13:10
Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat
Kriminal

Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat

15 Desember 2025, 16:57
Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati
Kaltim

Hasil Survei KPK Tempatkan Kutim Daerah Paling Rentan Korupsi di Kaltim, Ini Kata Bupati

12 Desember 2025, 19:05
Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh
Bontang

Sikapi Survei KPK, Wawali Bontang; Evaluasi Secara Menyeluruh

12 Desember 2025, 11:11
Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang
Kaltim

Hasil SPI KPK 2025 Kaltim; Pemkab Kutim Paling Rentan Korupsi, Berikut Peringkat Bontang

10 Desember 2025, 21:36
Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar
Kriminal

Kasus Korupsi RPU di Kutim Mengemuka, Bupati Pilih Tidak Berkomentar

7 Desember 2025, 14:25

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.