• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

MENGENALI TANDA BAHAYA KEHAMILAN

by BontangPost
30 Maret 2017, 12:40
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: dr Dety Fitria
Dokter interensip RS PKT Bontang
Pembimbing: dr. I Putu Satrya Wijaya SpOG

Penulis: dr Dety Fitria Dokter interensip RS PKT Bontang Pembimbing: dr. I Putu Satrya Wijaya SpOG

Share on FacebookShare on Twitter

Kematian ibu hamil merupakan salah satu parameter kesehatan suatu negara. Semakin tinggi angka kematian ibu hamil, semakin rendah angka kesehatan negara tersebut. Perserikatan bangsa-bangsa telah menetapkan target angka kematian ibu hamil dalam Millenium Development Goals, di mana pada tahun 2015 target angka kematian ibu hamil pada negara berkembang dan sedang berkembang adalah 102 per 100.000 persalinan.

Saat ini, telah dirangkum New Sustainable Development Goals, di mana target kematian ibu hamil menjadi 70 per 100.000 persalinan pada tahun 2030 mendatang. Indonesia sendiri, pada tahun 2013 mencapai angka 190 kematian ibu hamil per 100.000 persalinan.

Keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu merupakan tantangan bagi Indonesia, seorang ibu dan tenaga kesehatan. Bukan hanya tenaga kesehatan yang berperan, namun keaktifan serta pengetahuan ibu juga penting. Bagi seorang ibu yang sedang hamil, penting untuk mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya, mengetahui hal tersebut normal atau tidak, asupan apa saja yang harus didapat selama kehamilan, serta mengenali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan.

Tanda-tanda bahaya dalam kehamilan penting diketahui seorang ibu dan tenaga kesehatan. Pengetahuan mengenai hal ini mutlak diketahui agar bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk meminimalkan hal-hal buruk terjadi. Maka dari itu, periksa kehamilan wajib dilakukan dalam setiap trimester kehamilan. Minimal 1 kali selama trimester 1, 1 kali selama trimester 2 dan 2 kali selama trimester 3. Namun ibu itu sendiri harus mengenali tanda-tanda bahaya selama kehamilannya, agar dapat dilakukan tatalaksana tepat secepatnya.

Baca Juga:  Arus Balik, Pengaruhi Naiknya Harga Komoditi 

Tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yaitu:

  1. Perdarahan

Perdarahan pada ibu hamil dapat berupa flek hitam, merah segar atau disertai lendir. Hal ini pun dapat mengindikasikan kondisi yang beragam. Seperti keguguran, kelainan ari-ari, luka pada jalan lahir, ataupun tanda-tanda pembukaan jalan lahir. Pada usia kehamilan muda, penyebab perdarahan adalah keguguran, kehamilan di luar rahim, dan hamil anggur. Sedangkan pada usia kehamilan tua, perdarahan biasanya diakibatkan oleh ari-ari yang menempel pada segmen bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir dan terlepasnya sebagian atau seluruh bagian ari-ari.

  1. Mual dan muntah berlebihan

Mual dan muntah berlebihan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu disebut hiperemesis gravidarum. Keadaan ini berbahaya bagi ibu karena kebanyakan ibu tidak dapat makan dan minum, lemas, dan kekurangan cairan sehingga ibu dan janin akan kekurangan nutrisi. Bila berkepanjangan, akan berakibat pada ketidak seimbangan elektrolit pada ibu bahkan hingga penurunan kesadaran. Dalam kondisi ini sebaiknya ibu dirawat di rumah sakit, selain itu ibu dapat menyiasati rasa mual dengan makan sedikit tapi sering.

  1. Demam
Baca Juga:  Bontang Tuan Rumah Jambore Generasi Hijau 2017 

Demam pada ibu hamil dapat diakibatkan oleh infeksi, dan berbahaya bagi pertumbuhan janin. Demam dapat berkisar di atas 37,5 derajat celcius. Segera periksakan ke dokter untuk mengatasi demam.

  1. Gerakan janin yang tidak normal

Gerak janin normal adalah berkisar minimal 12 kali dalam 12 jam. Bila gerak janin berkurang, hal ini merupakan tanda-tanda gawat janin.

  1. Keluar cairan bening dari jalan lahir

Keluar cairan bening seperti air sebelum usia kandungan mencapai 37-38 minggu dapat diindaksikan sebagai sebuah ketuban pecah dini. Ketuban yang pecah sebelum waktu persalinan dapat mengakibatkan infeksi pada janin karena terdapat jalan masuk bakteri. Selain itu jumlah air ketuban pun akan berkurang sehingga dapat membahayakan janin.

  1. Peningkatan tekanan darah

Preeklamsi merupakan kenaikan tekanan darah pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu (tekanan diastolic >90 mmhg), disertai adanya protein dalam air kencing, jumlah air kencing berkurang, pandangan kabur, nyeri ulu hati, hingga kejang (eklamsi). Pemantauan tekanan darah dapat dilakukan setiap periksa kehamilan dan dapat diberikan obat penurun tekanan darah yang aman bagi ibu hamil. Namun apabila gejala terutama pandangan kabur, nyeri ulu hati atau bahkan kejang terjadi, segeralah ke rumah sakit terdekat untuk kemungkinan terminasi kehamilan.

  1. Jatuh
Baca Juga:  Urus Pindah Domisili Kini Mudah

Trauma saat kehamilan dapat berbahaya karena dapat mengakibatkan robekan rahim atau jalan lahir, regangan pada rahim, maupun gawat janin.

  1. Nyeri perut hebat

Terdapat banyak kemungkinan yang dapat terjadi dari keluhan nyeri perut pada ibu hamil. Diantaranya kehamilan di luar rahim yang terganggu, robekan rahim, usus buntu, dan lain-lain.

  1. Pucat

Pucat pada ibu hamil menandakan kekurangan sel darah merah. Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan pusing, lemah, dan lesu. Dapat berakibat ibu gampang terjatuh, suplai oksigen ke janin berkurang dan risiko saat persalinan. Ibu hamil harus mendapatkan asupan zat besi untuk penambah darah rata-rata 800-1040 mg. pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan.

Dengan mengenali tanda-tanda bahaya dalam kehamilan, maka akan mengurangi risiko kematian ibu saat persalinan. Merupakan tujuan kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan ibu di zaman modern ini. Karena bermula dari ibu yang sehat, persalinan lancar, akan melahirkan penerus-penerus bangsa yang membanggakan. (***)

Tags: bontangcatatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

TNK dan PT KMI Ingin Kembalikan Habitat Orang Utan 

Next Post

Aklamasi, H Emil Pimpin IMI Kaltim

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.