SANGATTA – Meskipun Kutim diguyur hujan, namun rombongan Gubernur Awang Faroek Ishak tetap menunaikan niatnya untuk mengunjungi Pelabuhan Kenyamukan. Saat ini pelabuhan tersebut masuk jalur delapan tol laut yang menjadi program nasional. Sesampainya dilokasi, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, memberikan laporan singkat. Katanya proyek pelabuhan tersebut sudah rampung 80 persen. “Secara keseluruhan kesiapan pelabuhan telah mencapai 80 persen,” ujar Kasmidi.
Dia juga memaparkan, kedepan pelabuhan kenyamukan bukan hanya untuk barang semata, akan tetapi, untuk angkut penumpang dariMakassar ke Sangatta. Ini sesuai jalur tol laut yang meliputi Tanjung Perak – Balang Balang – Sangatta – Pulau Kenyamukan dan kembali ke Tanjung Perak. ”Yang menjadi kendala saat ini yakni hanya jalan pendekat. Tetapi kedepan akan dikerjakan oleh TNImenggunakan pola karya bakti,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Awang turut bangga lantaran pelabuhan kenyamukan yang ia rintis mendapatkan prioritas yang tinggi di era kepemimpinan saat ini. Gubernur berpesan agar kiranya Pemkab Kutim segera meminta penetapan setatus pelabuhan kenyamukan menjadi pelabuhan resmi. “Saya harap urus secepatnya agar pelabuhan kita menjadi resmi. Dengan begitu, statusnya menjadi jelas,” katanya.
Usai melakukan tinjau pelabuhan (30/3) keesokan harinya (31/3) rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Kaliorang tepatnya wilayah KEK Maloy. Disana melakukan ground breaking pembangunan pabrik tepung pisang dan tepung.
Kemudian, bertemu para petani pisang di Kecamatan Kaliorang dan yang terakhir menggelar panen padi di Desa Cipta GrahaKecamatan Kaubun. Usai melakukan pemantaun, mantan Bupati Kutim itu kembali menuju Samarinda.
Menanggapi kunjungan Gubernur, Warga Kutim mengaku tidak merasa spesial. Pasalnya, kunjungan tersebut tidak berdampak langsung dengan masyarakat. “Biasa saja. Kecuali kunjungannya memberikan dampak besar bagi Kutim.
Jalan diperbaiki, air bersih terpenuhi, listrik sudah menyala semua baru kami senang. Toh ini juga kunjungan para elit saja. Gak langsung kemasyarakat umum,” ujar Mustafa salah seorang warga Kaliorang. (dy)







