SANGATTA – Guna memastikan daging kurban sehat dan aman dikonsumsi, Dinas Pertanian (Distan) Kutim, melakukan pemeriksaan postmortem di seluruh wilayah Sangatta.
Kepala Distan Sugiono melalui Kepala Bidang Perternakan dan Kesehatan Hewan Mardi Suaibman mengatakan, postmortem merupakan pemeriksaan kesehatan melalui organ dalam hewan yang sudah disembelih. Hal itu memastikan daging kurban terbebas dari penyakit.
“Tim berpencar. Memeriksa hewan kurban yang dipotong di masjid-masjid di Sangatta dan sekitarnya,” kata Mardi.
Dirinya mengatakan, bahwa pemeriksaan dilakukan selama dua hari. Tim telah dibagi sesuai wilayah tugas yang sudah diatur sesuai SK, serta dilengkapi tanda pengenal.
“Laporan tidak ditemukan penyakit yang berbahaya dan semua laik konsumsi atau ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal),” tegasnya.
Untuk diketahui, posmortem merupakan pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan. Hewan yang dinyatakan sehat secara klinis di cek kembali untuk memastikan kondisi hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, dan organ bagian dalam. Hasilnya tidak ditemukan kelainan-kelainan dan cacing hati.
Sebelumnya, tahap pertama yakni antremortem atau pemeriksaan fisik sebelum hewan dipotong telah dilakukan. Di Sangatta terdapat 668 sapi dan 454 ekor kambing yang sudah diperiksa. Hal itu dimaksudkan agar hewan yang diperjual belikan khususnya dari luar Kutim terbebas dari antrak, jembrana, dan penyakit lainnya.
Dokter Hewan Distan Kutim, Ririn Meiyani menambahkan, pemeriksaan tahap ini bertujuan agar daging kurban yang dibagikan di masyarakat terjamin keamanan dan kesehatan dari penyakit zoonosis (infeksi atau penularan dari hewan ke manusia atau sebaliknya).
“Secara keseluruhan daging dan jeroan laik dikonsumsi,” sebutnya.(dy)







