• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ada Mafia di Balik Sengketa Lahan?

by BontangPost
15 September 2017, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
KROSCEK DATA: Ketua Panja Herlang Mappatiti bersama perwakilan  kelompok tani dan DPTR mendiskusikan data yang dipapar panja. (HERDI JAFFAR/SANGATTA POST)

KROSCEK DATA: Ketua Panja Herlang Mappatiti bersama perwakilan  kelompok tani dan DPTR mendiskusikan data yang dipapar panja. (HERDI JAFFAR/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Panja Sengeketa Lahan DPRD Kutim memulai ‘road show’ untuk mengurai benang kusut saling klaim lahan antara kelompok tani dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Agenda pertama dimulai dengan mendatangi Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kutim, Kamis (14/9) kemarin.

Ketua Panja Herlang Mappatiti didampingi anggotanya Angga Redi Niata, Piter Palinggi, dan Yusuf T Silambi datang ke kantor DPTR pada Pukul 9.00 Wita. Di pertemuan itu, salah satu yang diminta panja adalah keterangan mengenai keterlibatan DPTR di dalam proses pembebasan lahan perusahaan. Tak sampai di situ, Panja juga sempat menghadirkan perwakilan kelompok tani, mereka  hadir untuk langsung dimintai keterangan soal data yang mereka paparkan. Pertanyaan dan jawaban bersahutan silih berganti. Sesekali tim panja, kelompok tani, dan perwakilan DPTR bersama-sama melakukan kroscek  terhadap data-data yang dipaparkan.

Baca Juga:  Satu Pelaku Perampokan Uang Rp 1,1 miliar Tertangkap

Ditemui di sela rapat, Herlang Mappatiti mengatakan pertemuan tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurai benang kusut persoalan tersebut.

“Jujur yang paling banyak dikeluhkan masyarakat ke kami soal lahan dan tenaga kerja. Makanya persoalan ini harus  dibuat terang-benderang, sehingga ke depan tidak ada lagi persoalan seperti ini,” tegas Herlang.

Salah satu poin yang didapat panja dari DPTR, pihak perusahaan tak lagi melibatkan  DPTR untuk proses pembebasan setelah tahun 2005. Hal tersebut menjadi pertanyaan besar bagi Panja. Pasalnya, tim dari DPTR dinilai memiliki peran signifikan. Selain memiliki petugas ahli juga untuk menghindari potensi tumpang tindih.

 

“Seharusnya dilibatkan. Karena mereka memang ditugaskan untuk mengatur tanah. Ini menjadi catatan, dan akan kami tanyakan ke perusahaan. Makanya perusahaan nanti harus terbuka, alasannya apa,” ujarnya.

Baca Juga:  TPP ASN Dipotong 50 Persen

Selain itu, Panja juga meminta kepada DPTR untuk bersama-sama menentukan lahan yang disengketakan. Proses ini dilakukan agar persoalan semakin jelas.

“Rencananya senin pekan depan kita sama-sama turun ke lapangan,” tambahnya.

Herlang menambahkan pembebasan lahan merupakan proses bisnis. Sehingga bisa saja ada ‘mafia’ yang bermain di balik proses ini. Bukan tidak mungkin ‘mafia’ itulah yang misalnya mempermainkan perusahaan.

“Di sini kan bisnis. Kalau tidak hati-hati bisa saja ada mafia di situ. Mafia inilah yang kita kejar. Makanya perlu hati-hati, jangan melakukan permbayaran tanpa verifikasi. Barang tidak jelas dibayar,”  tandasnya.

Sementara itu, saat berupaya dikonfirmasi soal rapat kemarin, pihak DPTR menolak untuk memberikan keterangan. Pasalnya Kepala Dinas DPTR sedang tak berada di tempat.

Baca Juga:  Warga Digegerkan Temuan Mayat Pemuda

“Kalau itu kewenangan kepala dinas, kami tidak berani melangkahi. Biar nanti kepala dinas yang menjelaskan, saat ini beliau sedang ada tugas di luar,” kata perwakilan DPTR. (hd)

Tags: Sangatta PostSengketa Lahan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Usulan Penerapan Jam Malam Kembali Mencuat

Next Post

Belajar Program Penanggulangan Bencana

Related Posts

Makin Tak Terkendali, Kebakaran Lahan Menghampiri Bandara APT Pranoto
Kaltim

30 Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Bandara APT Pranoto, DPRD Kaltim: Jangan Asal Bayar Bisa Jadi Korupsi

21 Juli 2026, 09:47
Putusan Kasasi Gugatan Lahan Kantor Lurah Berbas Pantai Keluar, Penggugat Wajib Bayar Biaya Perkara
Bontang

Putusan Kasasi Gugatan Lahan Kantor Lurah Berbas Pantai Keluar, Penggugat Wajib Bayar Biaya Perkara

25 Oktober 2024, 14:44
Sengketa HGB PT IKU dan Warga Desa Telemow, Walhi Minta Keterbukaan Dokumen
Kaltim

Sengketa HGB PT IKU dan Warga Desa Telemow, Walhi Minta Keterbukaan Dokumen

24 Juni 2024, 21:20
Tuntut Pembayaran Lahan, Warga Blokir Jalan Tol (Lagi)
Kaltim

Tuntut Pembayaran Lahan, Warga Blokir Jalan Tol (Lagi)

25 November 2021, 14:18
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.