• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Adu Argumen, Bukan Adu Sentimen 

by BontangPost
24 April 2018, 11:36
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Carolus Tuah(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Carolus Tuah(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

“Yang harusnya muncul di atas permukaan itu adu argumen. Bukan adu sentimen. Kalau begitu bentuk debatnya, ya sudah kita main twitter saja,”Carolus Tuah

SAMARINDA – Debat publik pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim harus mampu melahirkan konsep solusi masalah masyarakat. Hal ini diungkapkan Koordinator Kelompok Kerja 30 (Pokja 30) Kaltim, Carolus Tuah. Sesuai rencana, debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 akan diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Rabu (25/4) besok.

Tuah menekankan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, paslon yang memperebutkan kursi kepala daerah dan wakil kepala daerah kerap kali tampil di debat publik dengan cara saling menjatuhkan satu sama lain. Hasilnya, tidak ada konsep dan tawaran baru untuk pembangunan daerah.
Maka dari itu, dalam debat publik nanti paslon harus ditekankan komitmen pelaksanaan konsep yang disusun dalam visi, misi, dan program. Karena konsep yang bagus tanpa disertai dengan keinginan kuat melaksanakan, tidak akan memberikan solusi bagi masalah yang menggunung di Kaltim.

Baca Juga:  Dari Sepuluh, Baru Tiga Perda yang Kelar  

“Apa yang disampaikan calon itu berakhir setelah debat. Padahal debat itu menerangkan secara gamblang konsep yang mau dilakukan para kandidat. Tapi praktiknya, debat itu berakhir dengan kata-kata saja. Padahal konsep tidak akan berubah menjadi tindakan,” ucap Tuah, Senin (23/4) kemarin.
“Mau di bidang ekonomi, sosial, politik, kebudayaan, lingkungan, semuanya sama saja. Apakah materi debat itu benar-benar akan dilaksanakan? Itu yang mestinya jadi pekerjaan rumah setelah debat publik,” sambungnya.

Menurut dia, dalam debat publik paslon harus mampu menampilkan argumentasi sesuai kenyataan yang dihadapi masyarakat Kaltim. Dengan begitu, calon yang terpilih dapat menerjemahkan problem masyarakat melalui visi, misi, dan program yang diemban.

Baca Juga:  Ada Potensi Kekacauan

“Yang ingin didengarkan masyarakat dalam debat publik itu bukan adu nyinyir. Karena debat belakangan ini berubah menjadi nyinyir saja. Yang harusnya muncul di atas permukaan itu adu argumen. Bukan adu sentimen. Kalau begitu bentuk debatnya, ya sudah kita main twitter saja,” sebut Tuah seraya berkelakar.

Kata Tuah, perdebatan yang muaranya mencela dan menjatuhkan hanya akan melahirkan debat publik yang tidak bermutu. Padahal sesuai tujuan awal, debat publik harus melahirkan konsep pembangunan daerah.

Apalagi setiap paslon yang bertarung dalam Pilgub Kaltim 2018 rata-rata pejabat negara yang telah memiliki pengalaman mengelola pemerintahan. Bahkan di antaranya ada yang pernah menjadi kepala daerah, wali kota, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sejauh ini, Tuah belum melihat komitmen dari setiap paslon. Terlebih dari pengalaman, terbukti sederet calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut gagap dalam menjalankan amanah negara.

Baca Juga:  TPS ‘Sepi’ Tetap Dipertahankan

“Para kandidat ini ada yang mantan kepala daerah, kepala daerah nonaktif, bahkan mantan pejabat provinsi. Tetapi di wilayah praktik, saya tidak melihat kesungguhan melaksanakan konsep pembangunan daerah,” tegasnya.

Misalnya banjir yang menjadi salah satu masalah yang masih menghantui Samarinda. Sudah berulang kali pergantian wali kota, belum ada satu pun yang mampu menawarkan solusi konkret. Karenanya, dia berharap, penyusun pertanyaan mampu menggali konsep baru bagi pembangunan daerah. Terlebih komitmen pelaksanaan visi, misi, dan program yang dijanjikan.

“Jika dilihat visi dan misi paslon, menurut saya dari aspek materi tidak ada kebaruan. Tidak ada sesuatu yang radikal. Yang harus meradikalisasi materi itu adalah para paslon,” sebutnya. (*/um)

Tags: Debat Pilgub Kaltim 2018Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Besok, Debat Perdana Pilgub Kaltim Digelar

Next Post

Truk Ini yang Bikin Macet Poros Bontang-Samarinda

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.