SANGATTA – Sekretaris DPC PDIP Kutim Suyono, rupanya tak hanya melaporkan dugaan pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) fiktif oleh Ketua DPC PDIP Kutim, Agiel Suwarno ke polisi. Dia juga melaporkan persoalan itu ke DPD dan DPP PDIP.
Suyono mengungkapkan, yang dilaporkan ke polisi adalah dugaan pembuatan LPj fiktif dari bantuan keuangan parpol dari Pemkab Kutim. Sementara yang dilaporkan ke partai dugaan penyelewengan dana yang bersumber dari internal.
“Karena kalau dari Pemkab itu uang negara, saya laporkan ke polisi. Sedangkan yang internal saya laporkan ke partai,” kata Suyono, Jumat (12/5) kemarin.
Laporan itu telah diserahkan pada 27 April 2017 lalu. Suyono mengaku dia yang mengantarkan langsung surat laporan tersebut.
“Saya langsung ke Jakarta, ada bukti terima,”ujarnya.
Dana yang dikelola partai cukup lumayan. Sebagai gambaran, seluruh anggota DPRD Kutim dari PDIP wajib menyetor uang bulanan sebesar Rp 3,5 juta. Saat ini ada 5 anggota partai PDIP yang duduk di DPRD Kutim.
“Artinya ada uang sebesar Rp 17,5 juta yang dikelola tiap bulan,” bebernya.
Hanya saja, tak ada keterbukaan dari Agiel saat pihaknya mempertanyakan pengelolaan dana. Bahkan permintaan atas pertanggungjawaban dana tersebut sudah berulang kali disampaikan.
“Tapi tidak pernah ada jawaban dan laporan itu tidak pernah dibawa saat rapat,” katanya.
Dugaan pembuatan LPj fiktif itu diketahui saat Suyono melihat laporan mengenai kegiatan Musyawarah Anak Cabang (MAC) PDIP. Berdasarkan laporan, kegiatan untuk memilih ketua ranting di tingkat kecamatan itu digelar setiap tahun. Padahal seharusnya kegiatan itu dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
“Nah, kok tiap tahun ada Lpj-nya?,” terang dia.
Suyono pun mengaku telah melakukan cek dan ricek terhadap pelaksanaan MAC. Dari empat cabang ranting di tingkat kecamatan mengaku tidak pernah menggelar MAC seperti yang tertera di LPj, juga tidak pernah menerima anggaran pelaksanaan MAC.
“Ada empat ranting yang saya klarifikasi. Semuanya mengaku tidak pernah menerima dan menandatangani penerimaan dana. Makanya kami serahkan ke partai untuk diproses,” ujarnya.
Sementara itu, sampai saat ini Agiel belum bisa dikonfirmasi. Informasi yang didapat wartawan Agiel tengah bertugas di daerah pedalaman. Saat nomor teleponnya dihubungi, operator hanya meneruskan ke pesan suara. Pesan singkat yang dikirim wartawan untuk meminta klarifikasi juga belum dibalas. (hd)







