BONTANGPOST.ID, Bontang – Keterlambatan pembayaran gaji ASN oleh Pemkot Bontang mendapat sorotan Agus Haris. Dikatakan, keterlambatan itu menandakan adanya ketidakcermatan dalam penyusunan anggaran.
Calon Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris terpilih itu menyebut, keterlambatan pembayaran gaji harusnya bisa dihindari. Terlebih jika alasannya karena ada kenaikan pajak penghasilan (PPh).
“Kenaikan PPh pasti sudah melalui kajian dan tidak dilakukan mendadak, jadi seharusnya sudah bisa diantisipasi,” ungkapnya.
Selain itu, pos pembayaran gaji ASN berasal dari transfer pemerintah pusat. “Tentu pemerintah pusat sudah menghitung kenaikan PPh, lalu kenapa di Bontang bisa terlambat. Ini yang harus dibenahi ke depannya,” tuturnya.
Agus Haris berharap ke depan hal seperti ini tidak lagi terjadi. Mengingat juga keterlambatan gaji berpengaruh pada perputaran roda ekonomi.
“Karena juga berdampak pada UMKM dan sektor ekonomi yang lain. Bagaimana mau belanja jika gaji terlambat,” tuturnya.
Di sisi lain, Agus Haris mengaku tidak heran jika hal yang bersifat insentif kepada pihak lain, seperti pemuka agama atau kader posyandu, juga bisa terlambat. “Ya, karena gaji ASN saja bisa terlambat. Kami akan benahi ini,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Soni Suwito membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji di beberapa OPD Bontang. Mengingat alokasi anggaran di OPD tidak mencukupi.
“Jadi belum dapat gajian tepat waktu. Bagi OPD yang tidak cukup alokasinya,” sebutnya.
Ia tidak membeberkan OPD mana yang mengalami kejadian tersebut. Namun, Soni menargetkan pembayaran dapat dilakukan pada esok hari.
Saat ini masih dilakukan pergeseran sebagai salah satu opsinya. Penyebab keterlambatan itu karena bertambahnya jumlah PPh yang harus dibayar.
“Di mana ada kenaikan dan itu baru diinformasikan di November. Alokasi PPh-nya tidak cukup. Ada di sebagian besar OPD,” pungkasnya. (*)



