• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Akhirnya Kenaikan Tarif Ditinjau Ulang, Kepala OPD Dikumpulkan, Wali Kota Minta Warga Hemat Air 

by BontangPost
8 Mei 2017, 19:13
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
(ist)

(ist)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BONTANG – Kenaikan atau penyesuaian tarif PDAM Tirta Taman akhirnya ditinjau ulang oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kenaikan bakal dikoreksi tidak mencapai 100 persen dan hanya golongan tertentu. Neni Moerniaeni juga meminta warga untuk menghemat penggunaan air, mengingat sumber air bawah tanah semakin berkurang.

“Saya minta Direktur PDAM meninjau kembali kenaikan tarif.  Tetap ada kenaikan tetapi tidak 100 persen,” tegas Neni saat menggelar jumpa pers di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Minggu (7/5) sore kemarin.

Instruksi Wali Kota untuk melakukan peninjauan ulang kenaikan tarif ini menyusul banyaknya reaksi dari warga terkait kenaikan tarif air PDAM Tirta Taman. Neni juga mengumpulkan semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah untuk mendengarkan presentasi dari Direktur PDAM Suramin atas penerapan penyesuaian tarif yang sudah dilakukan di bulan Mei ini.

Dijelaskan Neni, selama ini pemerintah telah melakukan penyertaan modal berupa pembangunan  Water Treatment Plant (WTP) dan tidak ada subsidi operasional. Namun demikian, pihaknya akan mengupayakan dan menyisihkan anggaran untuk subsidi operasional dari APBD Bontang. “Jadi selama ini kita pandai membangun (WTP, Red.) tetapi tak punya biaya untuk pemeliharaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Neni Hadiri Pentas Seni SLB YPK, “Jika Diberi Kesempatan, Saya Yakin Mereka Bisa”

Neni juga merasa miris ketika melihat kondisi WTP, pipanya hanya ditutup dengan karet. Belum lagi sumber air yang semakin sedikit. Neni juga melihat sumur yang berada di Jalan Bhayangkara serta di kawasan Den Arhanud Rudal sudah tidak ada airnya. Hanya tersisa lumpur dan zat besi. “Kalau kita boros menggunakan air, sementara air bawah tanah sudah tidak tersedia, mau kemana lagi kita mencari air? Kalau desalinasi (proses pengolahan air laut menjadi air tawar , Red.) lebih mahal biayanya,” ungkapnya.

Jadi, lanjut dia, PDAM Bontang sudah termasuk tidak sehat. Namun, ia mengaku harus mendengar jeritan suara rakyatnya. Maka, ia pun harus bergerak cepat mengumpulkan semua kepala OPD untuk mendengarkan presentasi dan menyisihkan dana untuk biaya operasional. “Tarif tetap naik, tetapi tidak langsung melonjak. PDAM saya minta mengoreksi jika kenaikan berkali lipat. Ini demi keberlanjutan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tak Hujan, Debit Air Sungai Meluap 

Menurutnya, sesuai standar rumah tangga menggunakan air bersih sebanyak 10-15 meter kubik per bulan. Kalau lebih dari itu, dikhawatirkan ada kebocoran pipa. Jadi Neni meminta masyarakat lebih berhemat. Jangan mencuci mobil menggunakan air PDAM, karena semua harus memikirkan untuk anak cucu ke depan. “Jika kemarin kenaikan bisa menyentuh 100 persen, maka ini 60 persennya. Tergantung golongan. Tarif di Bontang sebenarnya jauh lebih murah,” ujarnya.

Terkait nilai bantuan untuk biaya operasional PDAM, Neni belum bisa menentukan. Pasalnya perlu ada persetujuan dari DPRD Bontang. “Kenaikan ini juga sebenarnya sebagai edukasi buat masyarakat untuk menyayangi bumi. Sebagai kepala daerah, apakah akan membiarkan masyarakatnya tidak menyayangi bumi. Karena kondisi alam sudah banyak dirusak,” tuturnya.

Disinggung mengenai rencana aksi damai masyarakat yang menolak kenaikan tarif air PDAM pada Senin (8/5) hari ini, Neni menyatakan hal itu bagus saja. Masyarakat menyampaikan aspirasi itu sah-sah saja. Yang terpenting, jangan berbuat makar atau merusak. “Kalau ingin bertemu saya silakan ke kantor. Demo ini kan ingin penyesuaian tarif normal. Tapi kalau sudah dijelaskan tetapi masih demo, berarti ada indikasi lainnya,” pungkas Neni.

Baca Juga:  Mencari Tiga Terbaik di Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2017

POLRES TURUNKAN 250 PERSONEL

Sementara itu, untuk mengamankan aksi demo Senin (8/5) hari ini, Polres Bontang telah menyiapkan personel keamanannya yang terdiri dari berbagai satuan tugas. Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn mengatakan, jumlah yang diturunkan sebanyak 250 persenel. Berupa pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup.

Namun begitu, menurut Kapolres, titik demo di rumah jabatan (rujab) Wali Kota dinilai kurang tepat. Hal ini lantaran pusat pemerintahan di Bontang Lestari. Sehingga seharusnya aksi demo dilakukan di sana. “Kalau di rujab tidak sesuai objek yang dituju. Seharusnya di kantor PDAM dan kantor Pemkot.  Apalagi, di Bontang Lestari juga ada kantor DPRD,” sebutnya. Namun begitu, Kapolres tetap berharap pelaksanaan aksi bisa berjalan dengan tertib, tidak anarkis, dan keamanan peserta demo juga terjaga. (mga/bbg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bontangtarif air
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Ramadan, Pengurus Baznas Belum Dilantik

Next Post

Jadi Evaluasi Bersama

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18
UPZ Yabis Buka Pelayanan 24 Jam
Bontang

Zakat Fitrah Wilayah Bontang Diprediksi Naik

18 April 2020, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.