BONTANG – Tahun lalu, Pemkot Bontang telah meringankan beban wali murid melalui pemberian bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, dan sepatu. Kini, Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang bersama Bagian Hukum Sekretariat Daerah masih menggodok formula terkait mekanisme pengadaan seragam sekolah dengan motif batik kuntul perak. Adapun usulan anggaran terkait pengadaan ini sejumlah Rp 3 miliar.
Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan paket seragam gratis Disdik Bontang, Saparudin, secara teknis akan mengikuti instruksi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Proses pembuatannya agar dikerjakan oleh warga Bontang bukan penjahit di luar daerah.
“Kami masih berkonsultasi dengan Bagian Hukum (Setkot Bontang, Red.) terkait model apakah bisa hanya melakukan pengadaan kain saja,” kata Saparudin.
Gambarannya, setelah proses pengadaan tersebut, sisa anggaran akan didistribusikan kepada tiap sekolah. Nantinya, sekolah menunjuk sendiri penjahit yang dipilihnya.
Di samping itu, pihaknya juga akan berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sehubungan boleh tidaknya mekanisme pengadaan seperti itu. Namun, ia mengatakan proses lelang wajib dilakukan. Dikarenakan bila tidak dilaksanakan akan menjadi pertanyaan dari LKPP.
“Lelang tetap ada, tidak mungkin diubah. Hanya saja apakah ini bisa hanya berupa pengadaan kain saja atau seperti apa,” paparnya.
Seluruh siswa baik dari SD hingga SMA atau sederajatnya, nantinya berhak memperoleh seragam tersebut.
Sebelumnya diwartakan, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menginginkan memberi seragam batik kuntul perak untuk digunakan di hari tertentu. Neni juga meminta masyarakat menyambut baik bantuan yang diberikan Pemkot Bontang. Tetapi, jika ada sekolah swasta yang tidak mau menerima maka Neni tak akan memberinya. (*/ak)







