• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

APBN Masih Defisit, Pengamat Ekonomi Sebut Prabowo-Gibran Harus Pilih IKN atau Makan Bergizi Gratis

by Redaksi Bontang Post
18 Oktober 2024, 14:53
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Defisit APBN masih menjadi tantangan di awal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Rikip/KP)

Defisit APBN masih menjadi tantangan di awal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Rikip/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, IKN – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diharapkan tidak menjadi prioritas di awal Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pasalnya, presiden dan wakil presiden terpilih yang akan dilantik pada 20 Oktober ini, akan sibuk menghadapi tantangan dari dalam sisi pemerintahannya sendiri.

Sebab Kementerian Keuangan menyatakan terjadi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Akhmad Akbar Susamto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/10) menjabarkan defisit APBN per Juli 2024 sebesar Rp93,4 triliun.

Walaupun dinyatakan angka tersebut masih sesuai dengan rancangan APBN, tetapi perlu diperhatikan bahwa hal ini berdampak pada ruang fiskal pemerintah.

Dia pun memperkirakan hingga akhir tahun, kemampuan pemerintah dalam mendongkrak ekonomi nasional cenderung rendah.

Di mana dana yang bisa diotak-atik lebih sedikit, karena sudah ada alokasinya. Dan sisanya akan lebih kecil lagi karena ada janji-janji politik yang sudah disampaikan oleh pemerintahan lalu maupun nanti dari pemerintahan baru.

Baca Juga:  Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

“Jika pemerintah misalnya akan melanjutkan pembangunan IKN maka tentu butuh anggaran lagi. Belum lagi program baru pemerintah, seperti makan bergizi gratis yang juga membutuhkan anggaran besar,” kata Akhmad Akbar Susamto di laman ugm.ac.id.

Sedangkan dari sisi moneter, dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini memaparkan kondisi dan fakta lain yang dihadapi Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Di mana salah satu strategi Bank Indonesia (BI) dalam mempertahankan ekonomi nasional adalah menetapkan suku bunga tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan ini dilakukan dengan mengacu pada kebijakan The Federal Reserve System (Fed) yang juga meningkatkan suku bunga sebagai respons atas inflasi di Amerika Serikat.

Kemudian suku bunga Amerika turun sebesar 0,5 persen, tapi BI tetap mempertahankan suku bunga di angka 6 persen.

Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan nilai tukar rupiah. “Kemampuan sektor moneter dalam mendukung perekonomian nasional itu juga rendah sebenarnya. Segi moneter ini juga tidak bisa bergerak bebas, karena banyak bergantung pada kebijakan inflasi luar negeri,” jelas Akhmad Akbar Susamto.

Baca Juga:  Arab Saudi dan UEA Disebut Jadi Investor Utama IKN

Oleh karena itu, menurut Akhmad Akbar Sukamto untuk kebijakan fiskal maupun moneter, menurutnya, pemerintah nantinya mengalami kesulitan karena ruang gerak ekonomi yang sempit.

Pertumbuhan ke depan mungkin cenderung stabil, tapi tidak bisa secara progresif meningkat.

Strategi untuk menghadapi tantangan tersebut menurutnya tentu tidak mudah.

Akhmad menyarankan pemerintahan yang baru sebaiknya fokus memperbaiki ketahanan ekonomi.

Salah satu kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah selain dari sisi ekonomi, yakni memperbaiki sistem reward dan punishment.

Ia menyebutnya kondisi ekonomi sekarang ibarat masyarakat salah insentif. “Ada kondisi di mana seseorang yang baik justru dihukum, dan yang buruk justru diberikan reward. Kondisi ini mengacu pada banyak fenomena yang menghambat masyarakat untuk berkembang,” katanya.

Baca Juga:  Berjuta Filosofi di Balik Nagara Rimba Nusa

Akhmad mengambil contoh industri kelapa sawit yang merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia.

Berbagai isu sosial dan lingkungan muncul pada industri ini, sehingga tidak banyak pihak yang mau bekerja sama di dalamnya.

“Ini bisa diatasi dengan penegakan hukum. Jika pemerintah bisa memperkuat penegakkan hukum, maka bisa jadi masyarakat nantinya bisa tergerak untuk maju bersama,” tuturnya.

Meski demikian, menurutnya menjelang pergantian pemerintahan, kondisi ekonomi nasional bisa dibilang tidak terlalu buruk.

Karena masih mampu mempertahankan pertumbuhan di angka 5 persen, namun menghadapi tantangan dari sisi ketahanan ekonomi.

Pasalnya pasca pandemi, jumlah pekerja sektor informal  jauh lebih besar, yakni 84,13 juta orang atau setara dengan 59,17 persen dari total pekerja.

“Jadi kondisi ketenagakerjaan kita belum pulih sepenuhnya, tapi orang butuh makan. Jadi apa saja dikerjakan, serabutan begitu. Maka tidak heran kalau sektor informal meningkat,” pungkas dia. (*)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ribuan Penari Jepen Gladi Bersih, Simpang Ramayana Bakal Ditutup Sementara

Next Post

Sejumlah Ruas Jalan Ditutup dan Dialihkan Saat Bontang City Carnival, Masyarakat Disiapkan Kantong Parkir

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.