• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Bahaya Penggunaan Deodoran Berlebihan

by BontangPost
25 Januari 2018, 07:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Seorang profesor biologi di North Carolina State University, Heather Patisaul, Ph.D, seperti dikutip dari Time, memperingatkan bahaya deodoran bagi tubuh. Bahan-bahan yang terkandung dalam deodoran yang dioleskan pada ketiak lebih berbahaya dibandingkan racun yang masuk melalui mulut, karena bahan berbahaya dapat langsung masuk melalui aliran darah tanpa melalui proses metabolisme.
Hal senada juga diungkap oleh Philip Harvey, Ph.D., pemimpin redaksi Journal of Applied Toxicology bahwa beberapa senyawa yang digunakan dalam deodoran diserap dan disimpan dalam sel lemak, yang banyak terdapat di daerah ketiak. Jaringan ketiak mengandung reseptor hormon, yang bisa bereaksi terhadap bahan-bahan deodoran yang sama.m Untuk semua alasan ini, para ahli seperti Harvey dan Patisaul kawatir senyawa tertentu pada deodoran bisa menyebabkan masalah reproduksi, serta kanker. (Penelitian lain menunjukkan beberapa zat ini dapat mengacaukan mikroorganisme baik, yang bermanfaat yang hidup di ketiak dan di dalam tubuh).

Parabens
Dalam deodoran dan produk perawatan pribadi lainnya, paraben digunakan sebagai pengawet. Penelitian menunjukkan beberapa paraben dapat mengganggu tubuh dalam memproduksi dan mengatur estrogen dan hormon lainnya, Patisaul”Ada jaringan estrogen-sensitif pada payudara, sehingga dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker,” jelasnya. Itu berlaku untuk laki-laki maupun perempuan.
Meski American Cancer Society dan National Cancer Institute mengatakan tidak ada “bukti” yang menghubungkan kimia deodoran dengan kanker. Tapi ada bukti laboratorium yang mendukung kekhawatiran Patisaul. Penelitian dari Philippa Darbre, seorang ahli onkologi di University of Reading di Inggris, menunjukkan pencampuran paraben yang berbeda dapat memperkuat efek estrogenik.
Tapi membuktikan bahwa campuran ini dapat menyebabkan kanker hampir mustahil. “Kanker adalah proses multistage kompleks, dan perkembangannya berlangsung selama bertahun-tahun,” kata Darbre.

Baca Juga:  Ini Solusi Jitu Atasi Kutu Rambut

Aluminium
Masih menurut studi Darbre, logam ini dapat menyebabkan ketidakstabilan gen dalam jaringan payudara. Ketidakstabilan ini membuat perubahan serta dapat meningkatkan pertumbuhan tumor atau sel kanker. “Lebih dari 50% kanker payudara mulai di kuadran luar atas dari payudara lokal ke daerah ketiak,” kata Darbre. Sementara itu tidak selamanya aluminium harus disalahkan.
Namun, situs American Cancer Society, menjelaskan tidak ada kaitan langsung antara aluminium dan kanker. Situs National Cancer Institute mengatakan “diperlukan penelitian lebih lanjut”.

Triclosan
Produsen kosmetik menambahkan bahan kimia ini guna mencegah kontaminasi bakteri, dan untuk membunuh bakteri pada permukaan kulit, seperti pada produk anti-jerawat, beberapa deodoran dan antiperspirant serta sabun tangan. FDA mengatakan tidak ada bahaya terkait dengan triclosan. Tapi badan ini juga mengakui bahwa penelitian telah berkembang dan bisa segera mengubah sikapnya.
Beberapa penelitian pada hewan terkait triclosan telah dilakukan. “Ada bukti dari amfibi dan ikan bahwa triclosan merusak fungsi tiroid, yang sangat penting untuk perkembangan otak,” jelas Patisaul.

Baca Juga:  Sebut Lesu Darah dalam Satu Dekade Terakhir

Phthalates
Senyawa ini membantu deodoran dan kosmetik lainnya sebagai pewangi kulit. Namun Phthalates dapat mengganggu fungsi androgen yaitu cara tubuh memproduksi dan menggunakan hormon testosteron, jelas Patisaul.
Meskipun testosteron adalah hormon laki-laki, tapi perempuan juga memproduksi hormon ini, dan memainkan peran dalam energi dan otot pemeliharaan. “Phthalates bisa mengganggu kemampuan reproduksi pada pria, atau dapat mempengaruhi perkembangan janin pada wanita hamil,” kata Patisaul. Penelitian juga telah dikaitkan phthalates untuk IQ lebih rendah dan tingkat yang lebih tinggi dari asma.

Pewangi
“Ini bisa jadi berasal dari bahan phthalates, atau bisa juga zat lain yang menyebabkan alergi atau iritasi kulit,” kata Patisaul. Bahkan beberapa produk beraroma dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Baca Juga:  Kaya akan Probiotik, Ini 6 Khasiat Meminum Kefir

Bagaimana melindungi diri
Jika senyawa ini menjadi perhatian Anda, Darbre mengatakan supaya menghindari penggunaan produk deodoran yang dioleskan di ketiak. Sementara Patisaul merekomendasikan untuk membeli deodoran alami bebas paraben dan bebas fragrance, serta pastikan dengan memeriksa kandungan bahan untuk memastikan kadar triclosan.(net/jpnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

ABG Komplotan Curanmor Diciduk

Next Post

Buah Bantu Turunkan Berat Badan

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.