• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bangun Kemandirian Lewat BUMDes 

by BontangPost
25 Oktober 2018, 16:45
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
M Jauhar Efendi(DOK/METRO SAMARINDA)

M Jauhar Efendi(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

Berbagai terobosan diambil pemerintah Kaltim guna mewujudkan program kemandirian desa. Program pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) salah satunya. Dari 840 desa yang tersebar di tujuh kabupaten di Kaltim, sebanyak 591 desa di antaranya telah mempunyai BUMDes dengan berbagai latar belakang usaha.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kaltim, Jauhar Effendi menerangkan, kategori pembangunan desa berdasarkan indeks desa membangun (IDM) dibagi menjadi lima yakni desa sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, desa maju, dan desa mandiri.

Bercermin data IDM Kaltim tahun 2016 ke 2018, meski terbilang belum begitu signifikan, peningkatan status desa dari desa tertinggal ke desa tertinggal hingga berkembang di Bumi Etam terbilang cukup baik.

Pemicunya antara lain ketersediaan infrastruktur yang baik, listrik, air bersih, dan berkembangkan ekonomi masyarakat. Salah satunya yakni tumbuh kembangnya BUMDes disetiap desa.

“Memang di Kaltim belum semua desa memiliki BUMDes. Tetapi kami terus mendorong agar setia desa mendirikan BUMDes. Program ini penting untuk meningkatkan pendapatan asli desa maupun sebagai penopang ekonomi masyarakat,” kata Jauhar.

Baca Juga:  Gereja Dedikasi GRII Diresmikan 

Di tengah semangat kewirausahaan desa yang bergelora saat ini, diakui dia, kebanyakan dari pengelola BUMDes kesulitan memasarkan prodak yang mereka miliki. Terutama BUMDes yang banyak menghasilkan produk makanan maupun hasil kerajinan.

“Memang, ada beberapa persoalan dalam pengembangan BUMDes. Khususnya di desa yang kebetulan jumlah penduduknya sedikit. Ketika sudah punya usaha, mereka binggung mau memasarkannya ke mana. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Walau begitu, menurut Jauhar, pemerintah desa tak boleh lantas takut membangun BUMDes. Apalagi dengan besarnya dukungan alokasi anggaran dari pemerintah. Di sisi lain, instansinya juga giat mencarikan solusi, di antaranya dengan membangun sinergitas bersama lembaga swasta dalam memasarkan produk BUMDes.

Selain itu, pemerintah menginginkan penyelesaian masalah tidak sekadar perencanaan berbasis masalah. Melainkan bagaimana memotret potensi yang dimiliki setiap desa. Saat ini pemerintah Kaltim telah mempunyai peraturan gubernur (pergub) yang mengatur itu.

Baca Juga:  KAMMI Soroti Kenaikan Harga Pertalite

“Ke depan tidak hanya produk makanan atau kerajinan yang dikelola BUMDes. Contohnya di Berau, di Desa Labanan Makmur, Kecamatan Gunung Tabur, pemerintah desa membangun pasar desa yang dikelola BUMDes. Hasilnya masuk jadi pendapatan asli desa,” jelasnya.

Program serupa juga sedang dikembangkan di desa-desa lainnya di Kaltim. Salah satu potensi yang bisa digarap melalui BUMDes yakni pengembangan sektor pariwisata. Tak sedikit desa-desa di Kaltim punya potensi pariwisata, baik wisata pantai maupun wisata alam.

“Kalau di Berau, kami bekerja sama dengan salah satu perusahaan di daerah itu untuk memberikan pelatihan kepada pemerintah desa sampai mereka benar-benar siap membentuk BUMDes. Hal serupa juga akan coba kami lakukan di kabupaten lain,” katanya.

Baca Juga:  Waspada Vaksin Palsu! 

Jauhar mengakui, pendapatan asli desa di Kaltim memang masih sangat kecil jika dibandingkan daerah lain seperti di Jawa. Namun paling tidak sudah ada upaya yang dilakukan memanfaatkan potensi setiap desa. Apalagi disokong DD maupun ADD.

“Kami juga sedang mendorong adanya peraturan bupati (perbup, Red.) tentang badan usaha desa. Dari situ akan dibentuk peraturan desa (perdes, Red.) yang mengatur hal-hal teknis di desa, misalnya investasi atau pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Kata Jauhar, jika setiap kabupaten memiliki perbup tentang kewenangan lokal desa, maka desa bisa menggodok perdes. Perdes dapat menjadi acuan pemerintah desa melakukan negosiasi dengan investor yang melakukan pengembangan usaha di daerah itu.

“Di dalam perdes nanti bisa mengatur hal-hal teknisnya. Di Kaltim baru di Kabupaten Berau yang punya pergub tentang lokal desa. Daerah lain juga kami dorong untuk segera membuatnya,” sebutnya. (drh)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dana desaMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Membangun Bumi Etam dari Desa 

Next Post

Janji ke Baik Du Harapan ke Halla

Related Posts

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Terjadi di Kutim, Kerugian Diduga Capai Rp2 Miliar
Kriminal

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Terjadi di Kutim, Kerugian Diduga Capai Rp2 Miliar

25 Juli 2025, 19:08
Tilap Dana Desa di Kukar Rp 1 Miliar Lebih, Modus Bikin Laporan Fiktif
Kriminal

Tilap Dana Desa di Kukar Rp 1 Miliar Lebih, Modus Bikin Laporan Fiktif

21 Juni 2023, 10:21
Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar
Nasional

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

18 November 2019, 18:00
Fahri Tolak Tawaran Tujuh Parpol
Nasional

Fahri Hamzah: Dana Desa Jangan Jadi Bahan Kampanye

22 Februari 2019, 16:30
261 Desa Gagal Dapat Dana Desa
Nasional

261 Desa Gagal Dapat Dana Desa

21 Februari 2019, 13:00
Untuk Keperluan Pribadi, Dana Desa Dikorupsi
Breaking News

Untuk Keperluan Pribadi, Dana Desa Dikorupsi

10 Januari 2019, 19:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.