BONTANG – Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) Bontang jadi salah satu dinas yang bergerak cepat. Tak hanya memastikan progres bantuan Call Center 112, lawatan Diskominfotik Bontang ke Jakarta juga bertujuan meminta bantuan pembangunan media center yang rencananya berada di Kantor Diskominfotik.
Rombongan yang terdiri dari Sekretaris Diskominfotik Ririn Sari Dewi, Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Komunikasi, Informasi, dan Persandian Taufiqurrakhman, dan Kepala Seksi Sarana Prasarana Pos, Komunikasi, dan Informatika Arianto diterima Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Rabu (22/2) lalu di kantornya, Jakarta.
Kepada Bontang Post, Arianto menyebut pembangunan media center ini dilatarbelakangi Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sebagai badan publik, lanjut Arianto, Pemkot Bontang punya kewajiban memberikan informasi mengenai pembangunan yang dilaksanakan, penggunaan anggaran, dan informasi yang transparan, jujur, efektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Media center ini menjadi salah satu media penyampaian informasi kepada masyarakat yang sifatnya terpadu, mulai dari peliputan, pemprosesan, sampai dengan pemberitaan melalui media conference, teleconference, maupun media cetak atau online dengan memanfaatkan teknologi informasi,” jelas Arianto.
Rencananya, pembangunan media center ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 250 juta. Anggaran tersebut terdiri dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebesar Rp 50 juta, Rp 100 juta untuk peralatan seperti kamera digital, video conference, komputer PC, laptop, drone, dan mebeuler. Sedangkan sisanya merupakan mobil dan motor untuk kru media center.
“Insya Allah untuk DED sudah dianggarkan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Sisanya kami mengirim proposal bantuan hibah ke Bappenas dan Kementerian Kominfo,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pembangunan media center ini, Arianto tak hanya menembuskan proposal bantuan hibah ini ke Bappenas maupun Kementerian Kominfo, bahkan juga dimasukkan ke Diskominfo Kaltim dan aplikasi perencanaan pembangunan untuk usulan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Supaya dapat atensi lebih dari pak menteri, kalau Bontang memang butuh bantuan tersebut. Proposalnya saja langsung ditandatangani Bu Wali Kota,” ujar Arianto.
Dirinya berharap, melalui media center yang akan dibangun ini, proses pelayanan dan penyampaian informasi dari pemerintah kepada masyarakat dapat semakin cepat sampai ke masyarakat. Dirinya pun berharap proposal bantuan hibah ini dapat disetujui oleh pusat. Rencananya, media center yang akan dibangun akan berkonsep semikafe agar dapat dimanfaatkan secara santai oleh masyarakat maupun media yang membutuhkan informasi.
“Konsep setengah kade itu masih ide pribadi. Tapi nanti desainnya tergantung hasil kesepakatan teman-teman struktural dan arahan kepala dinas,” ucapnya.







