Kisah Inspiratif Warga Bontang: Choirul Abidin (177)
Tidak semua orang punya kemampuan hipnoterapi. Salah satu yang menguasainya adalah Choirul Abidin. Dia memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai permasalahan. Salah satunya mengubah kebiasaan kenakalan para remaja, kemudian disugesti agar berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Bambang, Bontang
Tak banyak yang tahu jika keseharian Abidin, selain sebagai seorang guru, juga praktisi hipnoterapi. Berkat kemampuannya itulah, bapak dua anak ini kerap dimintai tolong untuk menangani berbagai kasus. Terutama kasus kenakalan remaja yang ada di Kelurahan Bontang Baru.
“Awalnya saat ada pertemuan warga dengan kelurahan, di mana saat itu sedang membahas penanganan kasus kenakalan remaja yang tertangkap di Bontang Baru, di sanalah saya menawarkan diri untuk membantu penanganannya lewat cara hipnoterapi ini,” tutur guru SMA YPK itu.
Dari situlah, ketika aparat kelurahan dan Satgas Anti-Narkoba Bontang Baru mendapatkan temuan kenakalan remaja seperti ngelem, mabuk, dan sebagainya, dirinya pun langsung berperan memberikan pembinaan lewat sugesti normatif yang dimasukkan ke alam bawah sadar remaja tersebut.
Sugesti yang dimasukkan juga diarahkan ke pendekatan secara agama. Bila orang tersebut muslim, maka diarahkan untuk membaca istigfar, melantunkan zikir, dan menanamkan sugesti agar orang tersebut tidak mengulangi perilakunya lagi.
“Konsepnya, menggantikan perilaku yang kurang baik dengan perilaku yang baik, kemudian dimasukkan sugesti positif dan diperkuat dengan komitmen untuk berubah,” ujar suami Mistari itu.
Yang hebatnya adalah, setiap memberikan hipnoterapi, Abidin tidak pernah berorientasi sedikitpun kepada bayaran. Justru baginya, jika orang yang dia tangani tersebut hidupnya berubah menjadi lebih baik, hal itu menjadi kepuasaan tersendiri bagi kakek satu cucu tersebut.
“Saya anggap ini sebagai ladang amal saya saja. Apalagi di usia saya yang saat ini sudah tidak muda lagi,” ucapnya.
Pria kelahiran Jombang, 26 Desember 1968 ini mengisahkan, awal dirinya belajar ilmu hipnoterapi saat masih di kampung halaman. Berawal dari belajar hipnoterapi tradisional, kemudian seiring berjalannya waktu Abidin melakukan pembelajaran jarak jauh dengan praktisi hipnoterapi yang sudah lebih senior.
Walau tidak pernah mengikuti pelatihan khusus dan mendapatkan lisensi, namun keilmuannya dalam dunia Hipnoterapi ini tidak bisa diragukan. Bahkan, selain dapat membantu menangani masalah kenakalan remaja, dia juga dapat menangani semua kasus. Di antaranya masalah belajar siswa, pobia terhadap sesuatu, hingga menghilangkan kecanduan terhadap sesuatu tertentu, semisal rokok.
“Saat ini, dari 25 orang yang saya tangani, 18 sudah berhenti total dari kecanduan rokok. Mulai dari usia anak-anak, hingga orang dewasa,” terangnya.
Lewat kemampuannya itulah, baik beberapa sekolah di Bontang maupun di masyarakat akhirnya meminta tolong kepadanya agar masalah yang sedang mereka hadapi diselesaikan dengan metode hipnoterapi.
Walau sudah sering kali menangani kasus, namun alumnus Universitas Negeri Malang itu mengaku hingga saat ini masih tetap terus belajar.
“Karena semakin berjalannya waktu, ilmu hipnoterapi ini senantiasa akan selalu berkembang,” tutupnya.







