• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Banyak Warga Miskin, Pola Pangan Harapan Sulit Terwujud

by BontangPost
4 Desember 2018, 15:10
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
ALTERNATIF: Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah ialah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.(DHEDY/SANGATTA POST)

ALTERNATIF: Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah ialah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.(DHEDY/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Pola Pangan Harapan (PPH) di Kutim, tampaknya cukup sulit terwujud. Hal ini lantaran, masih banyaknya warga Kutim yang miskin.

PPH dapat terwujud jika semua warga Kutim menjadi sejahtera. Sehingga, syarat untuk mewujudkannya dapat terjangkau dengan mudah. Seperti, pemenuhan sayur, buah, daging, maupun yang setara dengannya. Seperti ikan, ayam, dan lain-lain. Semua kebutuhan tersebut wajib berimbang.

“Paling tidak pendapatan Rp 1,5  juta ke atas. Itu bersih.  Sehingga dapat terpenuhi  semuanya. Kalau saat ini masih beragam. Ada makannya ikan,  buah, dan sayur. Ada juga tidak. Kalau penghasilan kecil, kemungkinan tak mampu makan buah. Paling nasi dan ikan,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Totok Susanto.

Baca Juga:  Anggota Polres Ikut Dibidik

Katanya, tidak mudah mengubah pola makan masyarakat yang sesuai dengan PPH. Meskipun dirinya tak yakin dalam setiap hari indikator PPH dapat terpenuhi. Terlebih mereka yang memiliki penghasilan jauh di bawah rata-rata. “Sangat sulit untuk mencapai skor.  Kemiskinan  mempengaruhi. Mengurangi dapat saja, tapi sedikit-sedikit,” katanya.

Terlebih saat ini, motto PPH sudah berubah. Sebelumnya, empat sehat lima sempurna. Namun kini menjadi Beragam,  Bergizi,  Berimbang, dan Aman (B3A). “Bisa saja hal itu ditunaikan asal kita kreatif. Langkahnya ialah pemanfaatan karangan. Baik digunakan untuk bercocok tanam, membuat kolam ikan, tanam buah, dan lainnya,” katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya  gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kutim. Sehingga masyarakat tahu dan secara bertahap merealisasikan PPH. “Sosialisasi makan buah, tanaman pengganti beras seperti kacang, jagung, dan singkong. Alhamdulillah sudah banyak yang merealisasikan. Halaman rumah mereka dimanfaatkan untuk berkebun,” katanya. (dy)

Baca Juga:  Pencarian Fadil di Hentikan
Tags: Sangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kutim Borong Medali Aeromodelling

Next Post

Porprov VI Jadi Hadiah HUT Kutim

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.