• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Basmi Prostitusi, Pemkab Dituding Setengah Hati

by M Zulfikar Akbar
29 Oktober 2018, 15:20
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Poto Dok Sangatta Post
RAZIA: Polres Kutim dan TNI serta Satpol PP melakukan razia dibeberapa THM di Kutim. Hasilnya ditemukan beberapa wanita yang menggunakan seragam SD.

Poto Dok Sangatta Post RAZIA: Polres Kutim dan TNI serta Satpol PP melakukan razia dibeberapa THM di Kutim. Hasilnya ditemukan beberapa wanita yang menggunakan seragam SD.

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA –  Tampaknya Pemkab Kutim masih setengah hati untuk membasmi aktivitas prostitusi di Kutim. Pasalnya, dari hasil pantauan Sangatta Post, beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) masih menjajakan wanita penghibur kepada pria hidung belang.

Salah satunya di THM yang berkedok kafe di Kampung Kajang (eks Lokalisasi terbesar ) Sangatta Selatan. Secara sepintas, beberapa kafe tersebut hanya menyedikan hiburan malam berupa karaoke dan minuman.  Namun faktanya, saat tim media melakukan seputar tanya jawab secara rahasia, mereka memberikan tawaran panas kepada pelanggan.

“Mau bernyanyi bersama, minum, atau yang lain. Ada kamar juga di belakang,” kata salh seorang wanita di THM tersebut.

Tak hanya satu kafe, beberapa kafe lainnya pun menawarkan hal yang sama. Wanita malam terlihat berjejer di depan kafe untuk menawarkan jasa esek-esek. “Padahal secara aturan, THM sudah dilarang. THM di Kutim ilegal. Begitupun minum-minuman. Tak ada THM di Kutim yang berizin,” kata Ainur, salah seorang warga setempat.

Kata dia, seharusnya THM ditutup permanen. Jangan diberikan celah barang sedikit, sebab menimbulkan potensi aktivitas prostitusi.  “Memang, kita tahu bersama jika lokalisasi di Kampung Kajang sudah ditutup. Tetapi faktanya masih ada. Mungkin secara terselubung. Itu karena sebab yakni THM,” lanjut Ainur.

Tidak hanya itu, dia menyebut ternyata beberapa penginapan dan hotel juga menyediakan layanan esek-esek. “Bisa dipantau semua masyarakat. Semua masyarakat tahu,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Abdul Johan, warga Sangatta Utara. Menurut dia, pembiaran aktivitas prostitusi berkedok penginapan atau hotel tak bisa ditoleransi. “Sangat terlalu kalau enggak tahu di penginapan ini dan hotel itu ada aktivitas prostitusinya. Kayaknya tahu semua orang. Tetapi dibiarkan saja,” kata Abdul.

Selain itu, yang bukan menjadi rahasia lainnya yaitu prostitusi berkedok panti pijat. Panti pijat disebut-sebut salah satu penyumbang prostitusi terbesar di Kutim. Informasi yang didapat media ini, hampir semua panti pijat membuka layanan plus-plus.

 

“Silahkan saja di coba. Pura-pura jadi pelanggan dan tanya harga. Semua panti pijat ditanya. Pasti memberikan layanan gituan (esek-esek, Red.),” ungkap Arina, warga setempat lainnya.

Atas aktivitas haram ini, semua warga meminta Pemkab Kutim bisa bersikap tegas. Tak hanya formalitas. Satpol PP diminta aktif menjaring aktivitas tersebut. Sebab jika dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan praktiknya semakin merajalela di Kutim.

“Apalagi semua merupakan orang luar. Tidak ada warga Kutim asli. Pendatang semua buka layanan prostitusi,” katanya.

Untuk membuktikan,  tak perlu dilakukan razia besar-besaran. Cukup beberapa orang yang melakukan eksperimen. Karena jika besar-besaran dikhawatirkan bocor.  “Menyamar saja. Beberapa orang mencoba. Kalau sudah terbukti, langsung tutup. Cukup mudah sekali. Tinggal mau atau tidak. Serius atau tidak,” saran Arina.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial (Dissos) Kutim, Ernata Hadi Sujito menuturkan bila tugas mereka sudah sampai pada penutupan lokalisasi. Faktanya, semua lokalisasi sudah ditutup sejak lama. Baik di Sangatta Selatan, Teluk Pandan, Sangkulirang, Bengalon, Muara Wahau dan lainnya. “Sudah lama kami tutup. Tak ada lagi namanya lokalisasi di Kutim,” kata Ernata.

Jika terdapat prostitusi terselubung, maka hal itu bukan merupakan kewajiban Dissos. Melainkan tanggung jawab Satpol PP. Satpol PP yang menertibkan. “Nah kalau sudah ditertibkan, baru kami lagi yang mengambil alih jika ada yang ditangkap. Mereka mau diapakan. Diberikan pembinaan atau seperti apa,” katanya.

Sementara itu Kasi Penindakan Satpol PP Kutim, Syamsul Alam menuturkan saat ini pihaknya belum melakukan pergerakan lanjutan. “Kemungkinan awal 2019 lagi. Tunggu saja. Apalagi semua pimpinan kami tak ada. Semua Plt. Jadi kami menunggu instruksi juga dari atasan,” ujar Syamsul. (dy)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dinas Tolak Pembangunan Pabrik CPO

Next Post

Dewan “Dihantui” Sanksi Pidana

Related Posts

Pemadaman Bergilir di Bontang Masih Berlanjut, PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Bontang

Listrik Padam hingga Pukul 22.00, Aktivitas Belajar dan Usaha di Bontang Terganggu

2 November 2026, 19:13
Minta Gaji Malah Dibacok Sama Bos Sendiri
Kaltim

Dua Mesin ATM Dibobol di Samarinda, Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib

2 November 2026, 17:30
Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.