BONTANG – Wakil Wali Kota Basri Rase menghadiri pembukaan Konvensi Pendeta Gereja Toraja Wilayah V Kalimantan, Senin (20/8) kemarin. Kegiatan tersebut dibuka dengan pemukulan gendang setelah rangkaian ibadah pembuka yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gereja Toraja Jemaat Kanaan Bontang.
Dalam sambutannya, Basri mengimbau untuk menciptakan kedamaian jelang pemilihan legislatif dan presiden tahun depan. Ia meminta kepada para pendeta agar menginformasikan kepada jemaat di tengah keberagaman pilihan masing-masing.
“Saya meminta kepada warga untuk menghargai namanya perbedaan dalam memilih. Karena Indonesia ini merupakan negara demokrasi,” kata Basri.
Tak hanya itu, Basri juga meminta kepada umat Kristiani memerangi berita hoaks. Dikarenakan berita tersebut dapat memecah persatuan yang selama ini telah terjalin. “Di sosial media banyak berita yang dapat memecah belah. Oleh karena itu harus cermat dalam menyaring berita,” ujarnya.
Orang nomor dua di Bontang ini juga berharap, umat Kristiani senantiasa berdoa bagi bangsa Indonesia. Sehingga Pileg dan Pilpres nantinya dapat berjalan dengan aman dan damai. “Saya percaya bapak dan ibu akan memberikan manfaat, sehingga pesta demokrasi berjalan dengan baik, sukses, aman, dan lancar,” ucapnya.
Kegiatan konvesi ini diikuti oleh 78 dari 83 pendeta Gereja Toraja yang ada di wilayah Kalimantan. Dalam satu wilayah terdapat lima klasis di dalamnya. Meliputi Balikpapan, Kaltimteng, Kaltara, Kutai Timur, Bontang, Kutai, Kaltim.
Acara konvensi ini bakal berlangsung selama tiga hari. Setelah ibadah pembukaan, peserta akan diarahkan ke Hotel Bintang Sintuk untuk mengikuti materi yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Ketua Panitia Konvensi Etha Rimba Paembonan mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini ialah menaikkan kembali semangat pelayanan yang disandang oleh peserta. Tak hanya itu, even ini juga sebagai momen untuk flash back dalam menikmati panggilan sebagai pendeta dengan semangat mula-mula.
“Saya berharap bapak dan ibu bisa mengalami recharge (pengisian kembali, Red.) sehingga penuh semangat dalam menjalani permasalahan di jemaat masing-masing,” kata Etha.
Renungan ibadah pembuka dibawakan oleh pendeta Budi Krisna Pangalingan. Ia mengambil Nats Alkitab Yohanes 21:15-19 yang merupakan tema kegiatan konvesi yakni “Gembalakanlah Domba-Dombaku”. (ak)







