• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bayi Korban Gempa Palu Lahir di Bontang

by M Zulfikar Akbar
4 Oktober 2018, 06:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
LAHIRKAN ANAK KEDUA: Irma (berbaring) melahirkan bayi laki-laki di RS Amalia Bontang, Rabu (3/10) siang kemarin.
(MEGA ASRI/BONTANG POST)

LAHIRKAN ANAK KEDUA: Irma (berbaring) melahirkan bayi laki-laki di RS Amalia Bontang, Rabu (3/10) siang kemarin. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) lalu tentu membawa luka mendalam bagi para korban. Gempa berkekuatan 7,7 SR itu telah memakan lebih dari 100 nyawa dan menghancurkan banyak bangunan.

Namun di balik musibah tersebut, ada kebahagiaan tersendiri bagi seorang wanita bernama Irma, korban gempa dan tsunami asal Palu yang mengungsi di Bontang. Pasalnya, wanita berusia 27 tahun itu melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki di RS Amalia Bontang, Rabu (3/10) siang kemarin.

Adik ipar Irma, Kiki, mengatakan saat gempa terjadi Irma dan anak pertamanya sedang berada di dalam rumah toko (ruko) miliknya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise, Kota Palu. Sementara sang suami berada di luar rumah. Ketika merasakan guncangan, kata Kiki, sang kakak berlari dengan kondisi hamil 9 bulan sambil menggendong anak pertamanya yang baru berusia 1 tahun.

Baca Juga:  Atlet Kutim di Palu Dipulangkan 

“Pas keluar dari rumah sempat jatuh. Di jalan dia lihat ada mobil saudara, niatnya mau ikut, tapi kakak saya ini lihat air (tsunami, Red.) dari belakang, makanya mereka lari ke tempat yang tinggi,” tutur Kiki saat ditemui di Ruang Cempaka RS Amalia Bontang, Rabu (3/10) kemarin malam.

Ketika kondisi Palu sudah mulai aman, mereka pun sempat bermalam di rumah keluarga. Keesokan harinya Irma mengalami pendarahan dan langsung dibawa ke rumah sakit. Namun rumah sakit yang dituju tidak beroperasi, akhirnya beralih ke rumah sakit lain.

“Saat diobservasi belum ada kontraksi namun masih pendarahan. Akhirnya minta pulang dan diizinkan,” ujarnya.

Saat hari keempat pascagempa, mereka mengungsi ke rumah keluarga di Mamuju menggunakan mobil. Dari sana, mereka lantas memutuskan untuk ke Bontang melalui jalur udara, hingga akhirnya tiba Selasa (2/10) lalu, sekira pukul 20.00 Wita.

Baca Juga:  Hari Terakhir Diwarnai Gempa, Evakuasi Pasien ke Tempat Terbuka 

“Kami lima orang dari Palu memutuskan ke Bontang karena dinilai aman,” beber dia.

Kiki menjelaskan, rumah sang kakak di Palu hanya berjarak 1 kilometer dari laut. Oleh karenanya, saat tsunami terjadi wilayah sekitar rumah sangat terdampak. Irma sendiri mengaku saat di perjalanan hingga sampai Bontang sudah terasa kontraksi.

“Selama menuju Bontang, perut saya sudah sakit,” kata Irma.

Sementara itu, Florentina Siahaan dibantu dokter spesialis kandungan Fakhruzzabadi yang menangani persalinan Irma menyatakan, kondisi pasien saat masuk rumah sakit sekira pukul 13.50 Wita sudah dalam kondisi lemas akibat perjalanan jauh dari bencana. Apalagi, sempat mengalami perjalanan jauh hingga ke Mamuju. Namun, kondisi vital pasien dalam keadaan stabil termasuk bayi dalam kandungannya.

Baca Juga:  Badak LNG Peduli Korban Gempa Palu 

“Kami observasi dan sudah bukaan empat, tak lama sekira pukul 14.30 Wita bayi lahir dengan selamat secara normal,” ungkapnya.

Saat pendarahan sebelumnya dianggap wajar karena tanda-tanda lahiran. Florentina juga menyatakan kondisi ibu sampai saat ini masih stabil. “Tidak terdapat trauma fisik. Bayi lahir sehat dengan berat 3,1 kilogram,” ujarnya.

Melihat kondisi pasien yang stabil, maka jika memungkinkan pasien bisa pulang dalam waktu dekat. (mga)

Tags: Gempa PaluIbu Hamilmelahirkan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Fasilitasi Pelatihan Jurnalistik, Kunjungi Program CSR Unggulan 

Next Post

Palu Ketika Tanpa Koran

Related Posts

Puasa saat Hamil Muda Lebih Berisiko, Ini 3 Alasannya
Kesehatan

Puasa saat Hamil Muda Lebih Berisiko, Ini 3 Alasannya

11 April 2022, 19:00
Perhatikan 4 Hal Penting Agar Ibu Hamil Aman Berpuasa
Kesehatan

Perhatikan 4 Hal Penting Agar Ibu Hamil Aman Berpuasa

2 April 2022, 10:51
Tak Didampingi Bidan, Bayi di Balikpapan Lahir di Dalam Mobil
Kaltim

Tak Didampingi Bidan, Bayi di Balikpapan Lahir di Dalam Mobil

25 Desember 2021, 13:20
Penjelasan Dokter Kandungan Soal Vaksinasi Ibu Hamil
Bontang

Penjelasan Dokter Kandungan Soal Vaksinasi Ibu Hamil

10 September 2021, 20:49
Risiko Tinggi Terpapar Covid-19, Usia Kandungan Tujuh Bulan Wajib WFH
Bontang

Risiko Tinggi Terpapar Covid-19, Usia Kandungan Tujuh Bulan Wajib WFH

14 Agustus 2021, 16:00
Bumil, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Bayi Lahir dengan Kondisi Cacat
Lifestyle

Bumil, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Bayi Lahir dengan Kondisi Cacat

21 Januari 2021, 16:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.