• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Risiko Tinggi Terpapar Covid-19, Usia Kandungan Tujuh Bulan Wajib WFH

by Redaksi Bontang Post
14 Agustus 2021, 16:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemkot Bontang telah mengeluarkan surat edaran. Sehubungan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3. Bernomor 188.65/1163/BPBD/2021. Kebijakan itu terhitung 10-23 Agustus mendatang. Dalam poin regulasi salah satunya mencakup sektor kegiatan perkantoran. Bahwasanya ibu hamil di atas tujuh bulan wajib melaksanakan pekerjaan di rumah atau work from home (WFH).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr Bahauddin membenarkan jikalau poin ini tidak termuat dalam Inmendagri 32/2021. Pertimbangan adanya ketentuan ini ialah ketika ibu hamil memasuki trimester ketiga sangat berisiko untuk melahirkan. Terlebih jika sang ibu dalam kondisi terpapar covid-19. “Ini sangat membahayakan nyawanya. Baik ibu itu sendiri maupun janinnya. Maka sebaiknya beraktivitas di rumah saja,” kata dr Bahauddin.

Baca Juga:  Permintaan KIA Tinggi, WFH di Kantor Camat Ditunda

Belakangan ini, Diskes mencatat ada tiga kasus ibu melahirkan dengan status terkonfirmasi covid-19 yang berujung kematian. Bahkan sejak Januari hingga Juli, jumlah kasus terkonfirmasi di ibu mengandung sebanyak 26. Meski demikian belum ditemui kasus sang janin tertular saat lahir.

“Artinya kasus ibu hamil terpapar itu sudah ada sebelum varian delta masuk Bontang,” ucapnya.

Sesuai prosedur hari kedua pasca persalinan, sang anak akan menjalani Tes Cepat Molekuler (TCM). TCM merupakan jenis tes yang sebelumya biasa digunakan untuk pasien penyakit tuberkulosis (TB). Kini pemeriksaan itu bisa dipakai untuk mendeteksi virus korona.

Ia berharap perusahaan maupun organisasi perangkat daerah (OPD) mematuhi regulasi ini. Sebab, risiko jika memaksakan ibu hamil di atas usia kandungan tujuh bulan sangat besar. “Ini sudah merupakan keputusan maka wajib ditaati oleh perusahaan maupun OPD,” tutur dia.

Baca Juga:  Perhatikan 4 Hal Penting Agar Ibu Hamil Aman Berpuasa

Sementara dokter spesialis kandungan RS Amalia Fakhruzzabadi mengatakan bila ibu hamil terinfeksi Covid-19 gejalanya sama dengan pasien lainnya. Akan tetapi komplikasinya biasanya lebih berat hingga kematian. Karena saat hamil, terjadi perubahan fisiologis pada tubuh. “Sehingga lebih rentan bila terkena infeksi,” ujar dokter yang akrab disapa Badi ini.

Persalinan pun bisa dilakukan secara normal maupun operasi sesar. Proses normal ditembuh apabila kondisi ibu hamil baik dan datang ke rumah sakit dengan pembukaan. Namun, persalinan sesar dipilih jika kondisi ibu hamil bergejala sedang hingga berat. Atau proses persalinan diperkirakan lebih lama.

Menurutnya saat hamil lebih berisiko mengalami gejala berat. Mulai sesak sampai gagal nafas. Karena dengan beban kehamilan, ibu hamil lebih mudah hipoksia. Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di sel dan jaringan. Akibatnya, sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.

Baca Juga:  Bumil, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Bayi Lahir dengan Kondisi Cacat

“Kapasitas oksigen di paru-paru lebih sedikit, sedangkan beban jantung lebih meningkat,” sebutnya.

Bagi ibu hamil ia menyarankan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Ditambah vaksinasi saat usia kehamilan di atas 13 minggu. (*/ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Ibu Hamilwfh
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resep Seafood Favorit Udang Saus Tiram

Next Post

Gudang di Kawasan KIE Terbakar

Related Posts

WFH ASN Bontang Direncanakan Tiap Rabu, Pejabat Struktural Tetap Wajib Ngantor
Bontang

WFH ASN Bontang Direncanakan Tiap Rabu, Pejabat Struktural Tetap Wajib Ngantor

1 April 2026, 14:29
Rencana WFH Seminggu Sekali Menunggu Persetujuan Presiden
Nasional

Rencana WFH Seminggu Sekali Menunggu Persetujuan Presiden

25 Maret 2026, 16:10
Puasa saat Hamil Muda Lebih Berisiko, Ini 3 Alasannya
Kesehatan

Puasa saat Hamil Muda Lebih Berisiko, Ini 3 Alasannya

11 April 2022, 19:00
Perhatikan 4 Hal Penting Agar Ibu Hamil Aman Berpuasa
Kesehatan

Perhatikan 4 Hal Penting Agar Ibu Hamil Aman Berpuasa

2 April 2022, 10:51
Penjelasan Dokter Kandungan Soal Vaksinasi Ibu Hamil
Bontang

Penjelasan Dokter Kandungan Soal Vaksinasi Ibu Hamil

10 September 2021, 20:49
Bumil, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Bayi Lahir dengan Kondisi Cacat
Lifestyle

Bumil, 6 Jenis Makanan Ini Bisa Cegah Bayi Lahir dengan Kondisi Cacat

21 Januari 2021, 16:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.