• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post | Mencerdaskan dan Menginspirasi
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post | Mencerdaskan dan Menginspirasi
No Result
View All Result
Home Nasional

Benny Wenda Serahkan Petisi 1,8 Juta Orang Papua ke PBB

by M Zulfikar Akbar
29 Januari 2019, 12:00
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA-Ketua United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Benny Wenda menyerahkan petisi bersejarah untuk penentuan nasib sendiri Papua Barat kepada Komisaris Tinggi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Jumat (25/1) lalu.

Benny Wenda melalui siaran pers yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (28/1) mengatakan dalam Petisi Rakyat Papua Barat yang menyerukan penentuan nasib sendiri, ditandatangani oleh 1,8 juta orang Papua Barat dan diserahkan kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia di tengah krisis kemanusiaan.

“Kekhawatiran atas ribuan pengungsi Papua sebagai akibat dari operasi militer Indonesia di Kabupaten Nduga; dugaan senjata kimia yang digunakan oleh Militer Indonesia, kami pada 25 Januari 2019 menyerahkan petisi kepada PBB yang menyerukan penentuan nasib sendiri untuk Papua Barat yang ditandatangani oleh 1,8 juta orang Papua Barat,” katanya.

Selanjutnya, menurut Benny Wenda petisi tersebut diterima Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia melalui Michelle Bachelet. Hal itu dilakukan dalam sebuah pertemuan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas penggunaan senjata kimia selama putaran operasi militer dan polisi terbaru Indonesia di wilayah pendudukan.

“Petisi Rakyat Papua Barat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang ditandatangani oleh sekira 70% populasi Papua Barat selama beberapa bulan pada tahun 2017, menghasilkan penangkapan dan pemenjaraan para aktivis utama Papua. Yanto Awerkion, seorang pemimpin lokal Komite Nasional Papua Barat (KNPB), ditahan di penjara selama delapan bulan tanpa diadili karena mendukung petisi,” katanya.

Ketua ULMWP Benny Wenda menggambarkan pertemuan itu sebagai momen kemenangan besar bagi perjuangan penentuan nasib sendiri orang Papua Barat, Wenda menilai sejak petisi ini selesai pada tahun 2017, represi negara Indonesia terhadap orang Papua Barat terus tumbuh.

Baca Juga:  KPU Harus Independen, Maybrat Kacau karena Lembaga bukan Masyarakat

“Ketinggian baru dicapai pada Desember 2018 ketika, setelah bentrokan mengenai pembangunan Jalan Raya Trans-Papua yang besar, Indonesia meluncurkan ofensif militer di Kabupaten Nduga, menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil Papua,” katanya.

Menurut ULMWP lebih dari 20.000 orang Papua telah dipengaruhi oleh operasi, dan selusin orang Papua telah meninggal, termasuk tiga anak.

Pengacara Internasional untuk Papua Barat telah menyatakan indonesia secara historis dikaitkan dengan penggunaan senjata peledak dan kimia, khususnya di Papua Barat.

“Militer Indonesia tidak hanya mampu memiliki senjata kimia, tetapi juga cenderung menggunakan mereka melawan warga sipil yang tinggal di daerah terpencil intensifikasi terbaru konflik telah digunakan oleh Indonesia sebagai dalih untuk menindak kebebasan berekspresi. Kantor KNPB dan ULMWP di Papua Barat telah digerebek pada bulan lalu, dan para aktivis utama ditangkap. Lima aktivis ULMWP yang ditangkap saat penyerbuan pada 15 Januari tetap berada di balik jeruji besi, dilaporkan karena pihak berwenang menemukan keterlibatan mereka dalam Petisi Rakyat Papua Barat pada 2017,” paparnya.

Kata Wenda setelah pertemuan hak untuk menentukan nasib sendiri telah ditolak selama lebih dari 50 tahun Masa depan Papua tidak aman di bawah pendudukan Indonesia. Satu-satunya solusi adalah agar Papua diberi referendum yang dijanjikan.

Baca Juga:  Presiden Jokowi dan Menkominfo Diputus Bersalah Soal Internet di Papua

Ia menuturkan Papua Barat, bekas wilayah Belanda, diserbu dan dijajah oleh Indonesia pada tahun 1963. Pengambilalihan ini disahkan oleh pemungutan suara curang pada tahun 1969, ‘Act of Free Choice’, yang telah dikecam oleh para ahli hukum, diplomat kontemporer dan ketiga. pengamat partai sebagai ‘penyangkalan besar atas penentuan nasib sendiri, pilihan semu.

“Lebih dari 1.000 orang Papua dipilih sendiri oleh negara Indonesia dan diancam, diintimidasi dan disuap untuk memberikan suara untuk ikut Indonesia, Sejak itu, lebih dari 100.000 dan mungkin lebih dari 500.000 orang Papua telah meninggal, Penyiksaan adalah mode pemerintahan’ di wilayah dan penangkapan massal adalah hal yang biasa terjadi,” katanya

Pada 2014, kelompok perwakilan Papua Barat bersatu di bawah Gerakan United Liberation for West Papua (ULMWP). Pada 2017 dimana dirinya diangkat menjadi Ketua ULMWP.

“Petisi Rakyat Papua Barat menyerukan Majelis Umum PBB, Komite Dekolonisasi dan Dewan Hak Asasi Manusia untuk segera menangani situasi hak asasi manusia di Papua Barat dan untuk meninjau kembali keterlibatan PBB dalam administrasi Papua Barat yang menyebabkan aneksasi yang melanggar hukum oleh Indonesia dan pelanggaran hak asasi manusia yang berlanjut hari ini dan menunjuk Perwakilan Khusus untuk menyelidiki situasi hak asasi manusia di Papua Barat,” katanya.

Selain itu, menempatkan kembali Papua Barat dalam agenda Komite Dekolonisasi dan memastikan hak kami untuk menentukan nasib sendiri yang ditolak untuk kami pada tahun 1969 dihormati dengan mengadakan Vote yang Dipantau secara Internasional sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB 1514 dan 1541.

Baca Juga:  Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua

Tentang penggunaan bom Kimia di Nduga, pihak TNI telah membantahnya beberapa waktu lalu. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi yang dikonfirmasi media menyebutkan TNI tidak pernah dan tidak akan mau memiliki dan menggunakan senjata kimia pembunuh massal termasuk bom phosphor. Apalagi di Papua, Kodam XVII/Cenderawasih tidak memiliki senjata artileri dan tidak memiliki pesawat tempur.

“Karena sifatnya membunuh secara massal dan ditembakkan menggunakan senjata meriam artileri atau dengan pesawat tempur pengebom, maka tidak mungkin ditembakkan pada lokasi atau daerah yang ada pasukan kawan. Karena seluruh mahkluk hidup yang ada di area dampak bom pasti mati atau paling tidak luka berat dan cacat seumur hidup. Nyatanya pasukan TNI-Polri di Nduga sampai sekarang sehat-sehat saja tidak ada yang kena phosphor,” tutur Kapendam kepada media pada 22 Desember 2018 lalu.

Aidi menegaskan, tidak ada peswat serbu apalagi pengebom, dan bila benar TNI menggunakan bom phosphor maka paling tidak seluruh Kabupaten Nduga sudah habis terbakar dan seluruh manusia serta hewan yang ada di sana sudah mati.

“Anehnya, orang-orang yang membuat berita propaganda adalah orang-orang konyol dan bodoh. Tidak mempelajari terlebih dahulu karakteristik suatu senjata atau barang, yang penting bisa membuat berita bohong, menyesatkan atau menfitnah,” ucap Aidi. (oel/luc/jpg).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Benny Wendapapuapapua merdekaULMWP
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dewan Pers: Indonesia Barokah Bukan Produk Pers

Next Post

Seperempat Warga Kaltara Hanya Lulusan SMA

Related Posts

Presiden Jokowi dan Menkominfo Diputus Bersalah Soal Internet di Papua
Nasional

Presiden Jokowi dan Menkominfo Diputus Bersalah Soal Internet di Papua

3 Juni 2020, 21:00
Pesawat Casa CN A-2909 Diduga Ditembak Menggunakan Senjata M-16
Nasional

Pesawat Casa CN A-2909 Diduga Ditembak Menggunakan Senjata M-16

24 Maret 2020, 09:14
Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua
Nasional

Tidak Kena Moratorium, Siapkan Dua Provinsi Baru untuk Papua

24 Januari 2020, 13:00
500 Ribu URL Hoaks Beredar Tentang Papua, Jangan Mudah Percaya!
Nasional

500 Ribu URL Hoaks Beredar Tentang Papua, Jangan Mudah Percaya!

3 September 2019, 16:30
Buntut Kerusuhan Manokwari, Lapas Sorong Dibakar, 258 Napi Kabur
Nasional

Buntut Kerusuhan Manokwari, Lapas Sorong Dibakar, 258 Napi Kabur

20 Agustus 2019, 12:00
Masyarakat Papua Marah, Manokwari Rusuh
Breaking News

Masyarakat Papua Marah, Manokwari Rusuh

19 Agustus 2019, 11:53

Terpopuler

  • Dapur MBG Bontang Selatan 005 Beroperasi, 1.013 Porsi Siap Didistribusikan

    Dapur MBG Bontang Selatan 005 Beroperasi, 1.013 Porsi Siap Didistribusikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Silau Lampu Diduga Jadi Pemicu, Xenia dan Truk Adu Banteng di Jalan Poros Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beda dengan Bontang, Pemkab Kutim Pangkas TPP ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Tabrak Truk yang Putar Balik di Sangatta, Satu Pengendara Luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji PNS Desember 2025 Resmi Naik, Ini Rincian Terbaru Berdasarkan Golongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.