BONTANG – Masyarakat yang sehat dan bebas dari penyakit jantung menjadi harapan Pemerintah Kota Bontang dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berbagai usaha mulai dari Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) hingga Car Free Day rutin dilakukan.
Inovasi pun terus digalakkan. Salah satunya melakukan kerjasama dengan Yayasan Jantung dan Kanker Indonesia Kota Bontang untuk membentuk Klub Jantung Sehat (KJS) di 15 kelurahan se-Bontang. Klub ini merupakan upaya preventif yang diharapkan mengedukasi masyarakat hingga ke bawah, mengenai pentingnya gaya hidup sehat demi mencegah penyakit jantung.
Dalam arahannya saat memimpin Rapat Koordinasi bersama Yayasan Jantung dan Kanker Indonesia Kota Bontang di Pendopo Rujab (24/4) kemarin, Wali Kota Bontang yang diwakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahauddin menyampaikan kurang lebih 300 pasien dalam sebulan berkunjung ke RSUD “Taman Husada” untuk pemeriksaan jantung. Ironisnya, pasien tak lagi berusia 50-60 tahun, umur yang relatif muda punya potensi yang sama.
“Umur 20 tahunan saja sudah hipertensi. Itulah asal muasal untuk penderita jantung koroner. Di era yang semakin modern, tidak dapat dihindari, kalau anak-anak sudah ada aktivitas pergi ke kafe untuk kongkow-kongkow, minum kopi sambil merokok yang tidak dibarengi dengan aktivitas fisik, ditambah kebiasaan malas makan sayur dan buah. Inilah faktor-faktor pemicu timbulnya jantung koroner, ditambah stress,” jelas Bahauddin.
Kemudian ia melanjutkan, untuk mengendalikan jumlah penderita jantung, pemerintah menggandeng Yayasan Jantung dan Kanker Indonesia dengan harapan masyarakat dapat terpacu melakukan kegiatan fisik, seperti senam jantung sehat selama 30 menit. Kegiatan ini akan rutin dilakukan di setiap kelurahan. Disinergikan dengan program-program lain yang dapat menunjang kesehatan masyarakat, termasuk lansia. Klub Jantung Sehat akan menjadi ujung tombak pemerintah menggelorakan Germas. (hms8)







