• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Beredar Pesan Whatsapp Parasetamol Berbahaya

by BontangPost
19 September 2018, 11:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
HOAX: Pesan yang beredar melalui pesan Whatsapp di Kutim dinyatakan hoax.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

HOAX: Pesan yang beredar melalui pesan Whatsapp di Kutim dinyatakan hoax.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Beredarnya informasi melalui broadcast pesan Whatsapp yang menyebut bahwa parasetamol mengandung virus berbahaya. Virus itu bernama Machupo.

Informasi tersebut berbunyi:

PERINGATAN: Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka.

Informasi tersebut langsung dibantah oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri. Ia menyatakan, sampai saat ini tidak pernah menerima laporan yang mengklaim virus Machupo ditemukan dalam produk obat parasetamol atau produk obat lainnya. Artinya, informasi yang menyebar ini adalah hoax (palsu).

Baca Juga:  Bupati Minta Lulusan Stiper Mengabdi ke Daerah

Dirinya menerangkan bahwa hal ini sudah terlebih dahulu diklarifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya broadcast tersebut sudah beredar sejak 2017 silam, hanya saja menyebar di Sangatta akhir-akhir ini.

“Kalau yang di foto sepertinya karena reaksi obat. Kemudian, adanya isu itu merupakan hoax, ini  isu lama ternyata dan sudah diklarifikasi BPOM,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (18/9).

Lebih lanjut, Yuwana menegaskan bahwa isu tersebut tidak patut untuk dipercaya oleh masyarakat. Terlebih ia melampirkan bukti konfirmasi dari BPOM yang menyatakan bahwa belum adanya obat tersebut.

Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.

Baca Juga:  WADUH!!! Terlalu Asik 'Liburan', 50 Persen Pegawai Bolos 

Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.

Sehingga pihaknya mengingatkan untuk masyarakat, agar tidak membeli obat sembarangan. Harus sesuai resep dokter dan di apotek yang sudah jelas izinnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hoax Atau TidakSangatta Post
Share15TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Porprov Masih “Dingin”

Next Post

Lima Kursi untuk Lulusan SLTA 

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.