• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Berpikir Kritis, Modal MenghadapiTantangan Abad ke-21

by BontangPost
12 Maret 2017, 13:00
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Oleh:Siti Nurzakiya 
Mahasiswa Universitas Tarunajaya

Oleh:Siti Nurzakiya Mahasiswa Universitas Tarunajaya

Share on FacebookShare on Twitter

 

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”. Sudah kita ketahui bersama, saat ini kita berada pada Abad 21, dimana kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan kita mengakses apa saja yang ingin kita ketahui guna berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi berdampak besar pada kehidupan manusia khususnya generasi muda yang menjadi kekuatan bagi bangsa dan jantung di setiap peradaban.

“Generasi muda adalah sekumpulan manusia yang penuh gejolak dan semangat yang tinggi” (B.J. Habibie – Presiden ke 3 RI). Gejolak dan semangat yang tinggi itu membuat mereka ingin mengetahui banyak hal, ingin mencoba-coba apapun yang telah diinderanya, berlaku cepat tanpa memikirkan dampaknya untuk masa depan, apalagi sampai berpikir cemerlang, halal atau haram suatu perbuatan dihadapan Allah SWT.

Baca Juga:  MENGENALI TANDA BAHAYA KEHAMILAN

Sehingga ketika dihadapkan dengan tantangan dan dilema pada abad 21 ini, generasi muda sekarang tidak bisa bersabar dengan waktu dan proses, dan ingin mendapatkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, jadilah ia generasi instan. Jika hal ini terus dibiarkan, akan menghantarkan pemuda-pemudi pada perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari agama.

Untuk itu pada Abad 21 ini diperlukan metode khusus mendidik generasi Islam. Salah satu yang dibutuhkan adalah menanamkan modal berpikir krtitis yaitu pemikiran mendalam atas suatu Persoalan, tidak boleh taqlid (sekedar mengikuti pendapat kebanyakan orang). Berpikir kritis dilakukan dengan cara menguji setiap hal yang dihadapi (fakta, informasi, pemikiran) untuk dilihat kebenarannya. Pemuda-pemudi harus dilatih berpikir kritis atas semua hal yang dihadapi dengan menguji semua informasi menggunakan standar Islam sebelum akhirnya menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.

Baca Juga:  Sudah Luluskan Ratusan Orang, Tak Boleh Batasi Usia dan Ijazah

Contohnya saja tentang Evolusi Materi, bila dianggap peran Tuhan tidak ada karena semua benda di alam adalah hasil evolusi materi lain, termasuk manusia adalah evolusi dari primate dst, pertanyaan kritisnya, apakah bisa sebuah batu berevolusi menjadi rumah tanpa adanya tangan-tangan lain? Teori konyol ini jangan sampai membuat manusia konyol dan menafikkan keberadaaan Allah yang tak bisa dilihat mata Zatnya, namun keberadaan Allah adalah nyata dari ciptaan-ciptaanNya.

Jika pola pikir sudah terbentuk maka akan mempengaruhi pola sikap dan tutur bahasa sehingga akan menghasilkan kepribadian sesuai dengan pola pikir dan pola sikap tadi. Berpikir kritis harus diawali dengan penanaman aqidah islam sebagai landasan dalam berpikir, agar syaksiyah/kepribadian yang akan terbentuk adalah syaksiyah Islam.

Untuk itu orang tua harus menjalankan perannya, khususnya ibu yang berperan sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, dengan terus mengenalkan pada anak syari’at Allah dan memberi ilmu pengetahuan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan as sunah. Selain itu untuk melatih kemampuan berpikir anak, cara yang paling efektif yang harus dilakukan adalah dengan banyak berkomunikasi.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Syarifah Muslimah (257); Jadi ‘Dokter Hati’, Senang Membantu Korban Bencana

Maka dari itu, untuk menghadapi tantangan pada abad 21 ini, berpikir kritis sangat dibutuhkan. Dengan berpikir kritis, generasi muda akan menjadi generasi yang mempunyai pemikiran cemerlang, tak mudah dikelabui, dan tak ikut-ikutan seperti pemuda pemudi di zaman modernisasi ini. Generasi muda yang berpikir kritis akan mampu menghadapi tantangan yang ada dan target untuk menjadi generasi Khairo Ummatin (umat terbaik) sebagaimana Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 110 akan dapat terwujud. (*)

Tags: catatanwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Haram Bermain Curang di Porprov 2018, Bupati Target Kutim Juara Umum

Next Post

Marak Curanmor, Polisi Ingatkan Warga 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.