• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hikmah

Berpuasa 18 Jam di Roma

by BontangPost
1 Juni 2017, 12:00
in Hikmah
Reading Time: 2 mins read
0
DAI ASAL BONTANG: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I (enam dari kanan) saat berada di Roma, Italia.(ISTIMEWA)

DAI ASAL BONTANG: H. Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I (enam dari kanan) saat berada di Roma, Italia.(ISTIMEWA)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Khumaini Rosadi, SQ., M.Pd.I

Inilah kota Roma. Yang di dalam sejarah disebutkan kota peradaban yang banyak meninggalkan bukti-bukti sejarah. Bangunan yang kokoh dan menandakan kecerdasan pada zaman itu. Ribuan tahun bahkan sebelum peradaban Islam, peradaban romawi ini sudah berdiri. Diabadikan juga dalam alquran surat ar-Ruum, tentang bukti adanya kehebatan romawi pada zaman dulu.

Di kota Roma ini juga berdiri negara Istimewa tersendiri  yaitu Vatikan. Kota Roma ini memang ramai penduduknya, setiap hari di siang tidak pernah berhenti lalu lalang mobil, bus, dan motor yang melewati jalan ini. Terutama sekali saya yang sedang mendapatkan kesempatan berharga di kota Roma ini untuk menyampaikan pesan pesan kebaikan Islam yang rahmatan lil alamin. Karena tepat di pusat kota Roma, KBRI berada di dalamnya.

Asra – protokoler KBRI Roma yang bertanggung atas seluruh keberadaan dan hukum WNI di Italia –  menjelaskan: Kantor KBRI ini dibeli oleh pemerintah Indonesia pada zaman Soekarno dulu pada tahun 1952. Gedung berlantai empat, lengkap dengan wisma di lantai dua nya, di mana saya tinggal selama sebulan lebih di sini, dan fasilitas-fasilitas yang lumayan lengkap dan menyenagkan, menurut saya. Arsitek bergaya roma yang memang dilestarikan, tidak boleh dipugar atau dirubah bentuknya oleh pemerintah, kecuali hanya sekedar merenovasi bagian – bagian dalam yang retak.

Baca Juga:  Hilangnya Rasa Aman dalam Masyarakat Kapitalis

Islam di sini memang Minoritas, tetapi toleransi tetap terjaga. Siapa pun boleh tinggal di Roma, selama tidak berbuat jahat atau kriminalisasi yang sudah dimaklumi pada umumnya.

Masjid ada, bahkan bisa dibilang masjid terbesar untuk kalangan Eropa, yang dibangun atas kerjasama dengan OKI – menurut pak Asra. Dalam melaksanakan ibadah, umat Islam di sini sangat antusias sekali, terbukti dengan didatangkannya ustadz atau mubalig pada setiap bulan Ramadan, setahun sekali. Dan di sini pun sudah ada ustadz yang selalu membimbing keislaman dan mengarahkan para diplomat dan masyarakat setiap hari, yaitu ustadz Adnan. Cuaca juga cenderung panas pada saat ini, bersuhu 27 derajat. Masyarakat muslim berpuasa kurang lebih 18 jam setiap hari, Waktu shubuh dimulai pada pukul 03.30 dinihari dan maghrib pukul 20.39 waktu Roma.

Baca Juga:  Perpisahan dengan Ramadan yang Membawa Duka

Untuk menambah pengetahuan keagamaan, dilakukan kajian bada zuhur. Kajian ibu-ibu muslimat pun diadakan setiap rabu dan jumat, terkadang di rumah juga terkadang di Musholla atau aula utama KBRI. Pengajian anak-anak dilakukan setiap hari jumat.setiap hari sabtu juga diadakan buka bersama, bergantian dari Roma, lalu berikutnya, Milan, lalu berikutnya Vatikan. Di sinilah ajang silaturahmi warga negara masyarakat Indonesia dengan berbagai lapisan. Mahasiswa, karyawan, diplomat, dan sebagainya.

Untuk persatuan Muslim di Roma, terbentuk sebuah organisasi yang benama NUR kepanjangannya adalah (Nadwah Ukhuwah Roma) diketuai oleh Bapak Yusran, dibantu oleh pengurus-pengurus yang hebat seperti Bapak Asraruddin Salam, Bapak Haris, Bapak Asep, Bapak didit, ustadz Adnan dan lain-lain. Kebersamaan selalu terlihat meskipun tertutup oleh gerbang pintu kantor yang selalu terkunci kuat dari dalam.

Baca Juga:  Rakus Lentil dan Kurma Mentah Beku 

Demikianlah keberadaan dan kebersamaan Muslim Indonesia di Roma, semoga selalu kuat mempertahankan persaudaraan dan dapat membanggakan Indonesia di mata dunia umumnya dan di Eropa khususnya. (***)

Tentang Penulis

  • Dai Ambassador Cordofa 2017
  • Tidim LDNU 2016
  • Penulis buku Amroden Belbre – 45 hari dakwah di Eropa
  • Fathul Khoir ; metode memahmi Tajwid dengan Mudah
Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Geger Video Salat ‘kilat’ Tersebar di Whatsapp, Diduga Alami Ganguan Kejiwaan 

Next Post

Rapat Penentuan Kadar Zakat di Kutim, Tertinggi Rp 35.000, Terendah Rp 25.000

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.