SAMARINDA – Deklarasi kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim akan dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Minggu (18/2) besok pagi. Kegiatan ini akan mengundang keempat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.
Komisioner KPU Kaltim, Mohammad Syamsul Hadi mengatakan, untuk menjaga ketertibatan lalu lintas dan keamanan, pihaknya akan membatasi jumlah kendaraan yang akan berkonvoi atau mengiringi masing-masing paslon.
“Semua paslon akan kami undang. Untuk konvoi kendaraan dari setiap paslon, kami memang sengaja membatasi. Karena ini melibatkan jalan raya atau fasilitas umum yang harus diatur. Jadi mobil maksimal 25 unit dan sepeda motor 10 unit,” jelasnya, Jumat (16/2) kemarin.
Meski begitu, kata Syamsul, pihaknya tidak akan membatasi jumlah peserta yang mengikuti jalannya kegiatan deklarasi kampanye. Dengan begitu, setiap paslon dipersilahkan menghadirkan sebanyak-banyaknya para pendukung, relawan, dan simpatisan yang mereka miliki.
“Cuman mereka tidak dizinkan untuk ikut di dalam konvoi. Silahkan langsung datang ke lokasi deklarasi kampanye. Makin banyak yang datang, makin baik. Karena yang diatur oleh KPU hanya mereka yang ikut dalam iring-iringan bersama paslon,” katanya.
Kata dia, semua paslon nantinya akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi. Dengan estimasi waktu masing-masing 7 menit. Selain paslon, pada kesempatan tersebut, ketua KPU dan ketua Bawaslu juga akan menyampaikan orasi.
“Saat deklarasi, semua paslon kami persilahkan untuk menyampaikan orasi terkait visi dan misi, ataupun program kerja yang akan mereka laksanakan. Karena saat deklarasi nanti, sudah memang masuk masa kampanye,” katanya.
Lebih lanjut dia menerangkan, dalam hal kampanye Pilgub Kaltim, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Antara lain, melalui alat peraga kampanye, bahan kampanye, kampanye dialog terbatas, kampanye rapat umum, dan kampanye tatap muka.
“Rapat umum disesuaikan dengan kapasitas lapanga. Kalau kampanye terbatas, biasanya dilakukan di dalam gedung, maksimalnya 2000 orang. Untuk rapat tatap muka, seperti blusukan dari rumah satu ke rumah lain, tidak ada batasan,” pungkasnya. (drh)







