• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Besok, Masalah TKA Ilegal Dibahas

by BontangPost
2 April 2017, 12:56
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
IST

IST

Share on FacebookShare on Twitter

Neni: Harus Lengkapi Administrasi, Buruh Kasar Bisa Berdayakan Warga Bontang

BONTANG – Senin (3/4) besok, DPRD Bontang akan menindaklanjuti pembahasan terkait ditemukannya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Bontang dengan melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait.

Hal tersebut juga mendapat tanggapan dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bahwa setiap pekerja asing harus melengkapi administrasi.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubaya Bengawan mengatakan 4 TKA yang berasal dari Tiongkok ditemukan di Teluk Kadere RT 13 Kelurahan Bontang Lestari saat sidak gabungan Komisi I dan Komisi II yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bontang, Nursalam.

Dari hasil pemeriksaan, mereka memang memiliki paspor, tetapi hanya untuk 60 hari saja. Sementara keempatnya sudah melakukan beberapa kegiatan berupa survei harga bahan bangunan di Bontang. “Mereka sudah ada kegiatan, karena survei saja sudah masuk kegiatan bekerja di Bontang, tetapi mereka tidak memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas),” jelas Ubaya, Sabtu (1/4) kemarin.

Baca Juga:  HORE! Ratusan Laptop untuk Guru SD Dibagikan Tahun Ini

Mendapati hal itu, DPRD Bontang meminta agar keempat TKA asal Tiongkok tersebut menghentikan aktivitasnya. Disebutkan bahwa berdasarkan pengakuannya, mereka merupakan pekerja dari PT Sixth Chemicah Enginering Construction (SCEC) sebagai pelaksana pembangunan PLTU berkapasitas 2×100 Megawatt di Bontang Lestari.

“Makanya Senin nanti kami akan memanggil semua pihak yang ada keterkaitannya dengan tenaga kerja asing, mulai dari Kepolisian, Disdukcapil, Kejari di DPRD Bontang,” ujarnya.

Saat ini, mereka masih tinggal di rumah Ketua RT 13 Bontang Lestari. Karena DPRD tidak memiliki hak untuk menahannya. Tetapi, Ubaya meminta agar mereka mengurus administrasinya dan dilengkapi segala perizinannya.

Terkait kegiatan proyeknya, Ubaya tidak meninjau langsung ke lokasi, hanya saja, para TKA ini melakukan pengecekan harga bahan bangunan dan sembako ke masyarakat. “Nah, dia melakukan kegiatan itu maksudnya apa? Makanya kami harus berkoordinasi dulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Kaltim, TMMD Hanya di Bontang

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan bahwa setiap pekerja asing yang masuk ke negara Indonesia dalam hal ini Bontang harus terdaftar di Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang. Mereka yang tidak ada izinnya tentu terbilang ilegal. “Kemarin, saya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar mereka dipulangkan dulu untuk mengurus izin-izinnya,” ujar Neni saat ditemui, Sabtu (1/4) kemarin.

Sebenarnya, lanjut Neni, Indonesia sedang menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tetapi memang pihaknya akan tetap wellcome terhadap tenaga asing selama mereka memenuhi izin dan menaati peraturan.

Namun, jika mereka didatangkan sebagai buruh kasar, Neni menyatakan di Bontang juga masih banyak buruh kasar. “Kalau mereka didatangkan sebagai tenaga skill tidak masalah, tetapi kalau buruh kasar saja, ya tidak boleh. Karena yang namanya MEA bukan di drop oleh tenaga buruh asing, tapi yang memiliki skill khusus,” ungkapnya.

Baca Juga:  Takut Bermasalah, BPN Minta Segera Dibuatkan Payung Hukum

Neni juga telah memeriksa, bahwa visa yang dimiliki berupa visa peneliti. Terkait kegiatan mereka yang mensurvei harga sembako dan lainnya Neni belum mengetahuinya. “Yang jelas mereka sebagai peneliti. Mereka juga tidak bisa berbahasa Indonesia, makanya saya instruksikan agar perangkat kerja terkait menghentikan aktivitasnya untuk sementara,” pintanya.

Sedangkan, bagi para investor yang ingin berinvestasi di Kota Bontang, Neni membuka pintu selebar-lebarnya. Namun tenaga asing yang tidak sesuai untuk kearifan lokal, seperti buruh, diharapkan tidak berasal dari asing, karena di Bontang juga masih banyak yang menganggur. “Kecuali tenaga skill yang mereka tidak punya kami bisa terima, kami harus bisa menghadapi MEA,” pungkasnya.(mga)

Tags: bontangilegalTKA
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dari SD Bermain Golf, Segudang Prestasi, Berharap dilirik KONI Kaltim

Next Post

Tepis Keresahan Warga, Wali Kota Makan Bareng di KFC

Related Posts

260 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Bontang, Mayoritas dari Tiongkok
Bontang

260 Tenaga Kerja Asing Bekerja di Bontang, Mayoritas dari Tiongkok

27 Juli 2026, 14:51
Bontang Sabet Peringkat Pertama TKA SMP 2026, Ungguli Balikpapan dan Samarinda
Bontang

Bontang Sabet Peringkat Pertama TKA SMP 2026, Ungguli Balikpapan dan Samarinda

27 Juni 2026, 09:00
Disdikbud Bontang Antisipasi Gangguan Listrik dan Internet saat TKA 2026
Bontang

Disdikbud Bontang Antisipasi Gangguan Listrik dan Internet saat TKA 2026

11 Maret 2026, 14:42
Sekolah di Bontang Bersiap Hadapi Ujian Akademik SD dan SMP Bulan Depan
Bontang

Sekolah di Bontang Bersiap Hadapi Ujian Akademik SD dan SMP Bulan Depan

11 Maret 2026, 10:03
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.