• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bos DTG Ditahan di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Terancam 6 Tahun Bui

by M Zulfikar Akbar
12 November 2019, 22:51
in Bontang, Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
Polres Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan press conference. (Istimewa)

Polres Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan press conference. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Nahas dialami oleh 45 calon jemaah umrah asal Bontang. Niat ingin beribadah ke Tanah Suci Makkah, malah tertipu puluhan juta rupiah.

Sejatinya, para calon jemaah umrah ini akan diberangkatkan oleh PT Duta Adhikarya Bersama (Duta Travel Group) yang berada di Bontang pada 7 Oktober 2019 lalu. Puluhan jemaah lalu diterbangkan dari Kaltim ke Bandara Soekarno-Hatta.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para jemaah diinapkan di sebuah hotel di kawasan Rawa Bokor, tak jauh dari bandara. Setelah beristirahat sebentar, para jemaah langsung ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, siap berangkat ke Tanah Suci Makkah.

Namun, saat tiba di Terminal 3, ada pemberitahuan bahwa keberangkatan ke tanah suci ditunda empat hari kedepan. Mereka pun kembali menuju ke penginapan.

Empat hari kemudian, para jemaah kembali ke Terminal 3 Bandara Soetta, lengkap dengan barang bebawaan mereka, seperti tas koper, tas selempang, dan tas jinjing. Namun lagi-lagi keberangkatan ditunda empat hari.

Kegiatan para jemaah selama di Terminal 3 Bandara Soetta ini terekam kamera CCTV. Polisi langsung menemui jemaah dan melakukan penyelidikan.

Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta Arie Ardian mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, terungkap bahwa 45 calon jemaah umrah itu telah menjadi korban penipuan jasa travel haji dan umrah bodong.

Baca Juga:  Dua Travel Umrah Dicurigai

“Terkait laporan adanya jamaah umrah yang terlantar, dan adanya pelanggaran UU RI No 8 tentang Penyelanggaraan Ibadah Haji dan Umrah,” ungkap Arie di Mapolresta Bandara Soetta, Selasa (12/11/2019).

Petugas pun langsung menjemput Komisaris Utama PT Duta Adhikarya Bersama yang berinisial A alias Y, di rumahnya di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Sudah kita cek, perusahaan yang dijalankan tersangka tidak terdaftar sebagai biro perjalanan dan travel. Tersangka sudah kita tahan, dan berkas akan dikirim ke kejaksaan. Ancaman pidananya 6 tahun bui,” jelasnya.

Arie menjelaskan, para calon jemaah umrah ini sudah membayar lunas kepada tersangka senilai Rp20-21 juta. Metode pembayarannya pun ada yang dengan cara transfer dan cash.

“Lama mencari calon jemaahnya 6 bulan dan melalui pengajian. Jadi, dari mulut ke mulut tersangka memberikan informasi bahwa yang bersangkutan bisa memberangkatkan umrah. Padahal belum punya izin,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta AKP Alexander Yurikho menambahkan, para korban hingga saat ini masih berstatus calon jemaah dan menunggu kapan bisa diberangkatkan.

“Sekarang mereka sudah dipulangkan semua ke Bontang. Berdasarkan pengakuan korban, mereka dijanjikan berangkat umrah. Sampai sekarang statusnya masih calon jemaah. Satu orang membayar Rp20-21 juta,” jelasnya.

Baca Juga:  Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

Dalam kasus ini, lanjut Alex, tidak ada yang membuat laporan. Polisi melakukan tindakan hukum berdasarkan UU RI No 8 tentang Penyelanggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Saat dilakukan penyelidikan lebih lanjut, kami harus melakukan penegakan hukum dan orang yang menjanjikan memberangkatkan umrah ini kita tahan. Walaupun, korban tidak ada yang membuat laporan,” sambung Alex.

Lanjut Alex, pengakuan mengejutkan dari tersangka A. Dia mengaku juga terkena tipu. Namun, pengakuan tersangka itu masih didalami petugas kepolisian, termasuk uang jemaah yang sudah masuk ke kantong tersangka.

“Uang yang sudah masuk diklaim tersangka merasa tertipu juga. Tetapi masih kami selidiki. Ada dua hal, calon jemaah umrah statusnya masih calon. Uangnya masih entah di mana, masih kita telusuri,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan, persoalan haji dan umrah cukup banyak kompleks dan ada banyak modus penipuan.

“Ada beberapa modus penyelengaraan umrah, seperti investasi, sistem pembayaran dan pemasaran, harga yang tidak rasional, penyelenggara umrah yang tidak punya izin, gagal berangkat dan pulang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Abu Tours Membantah Kecurigaan

Dalam pengungkapan ini, pihaknya mengaku telah mendapatkan laporan dari kepolisian yang masuk ke dalam satgas pencegahan, pengawasan, dan penanganan ibadah umrah.

“Dalam kasus ini, mereka tidak punya izin dari Kemenag. Artinya, ini perusahaan ilegal. Dengan tindakan hukum ini, diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pihak yang tidak punya kewenangan ibadah umrah,” jelasnya.

Warga yang ingin berangkat umrah, tambah Arfi, harus lebih waspada, selektif dan kritis di dalam mencari perusahaan umrah. Untuk mengetahui perusahaan itu terdaftar atau tidak bisa dicek di aplikasi Umrah Cerdas.

“Kami punya aplikasi Umrah Cerdas dan bisa didownload di situ. Bisa dicari perusahaan umrah yang punya legalitas dan izin dari Kemenag. Jamaah wajib tahu,” ungkapnya.

Alfi pun mengatakan, jamaah yang berangkat dengan cara ilegal melalui perusahaan bodong tidak bisa diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah. Sebab, harus mengikuti aturan yang ada, dan harus terdaftar oleh Kemenag.

“Untuk berangkat ke sana, harus punya tiket return PP, visa tidak bisa keluar jika tiket tidak return, jadi bukan booking-an. Harus ada lampiran tiket PP. Sudah ketat,” pungkasnya. (imam/yp/pk)

Tags: duta travelpenipuan umrahtravel ilegaltravel umrah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang City FC Selangkah Menuju Putaran Nasional Liga 3

Next Post

BREAKING NEWS! Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan, 4 Orang Luka-Luka

Related Posts

Mampu Hapal 3 Juz, Pegawai Dijanjikan Umrah 
Nasional

Arab Saudi Mulai Layani Umrah Online

28 November 2019, 22:00
Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan
Bontang

Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan

24 November 2019, 13:30
Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah
Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

21 November 2019, 10:49
Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata
Nasional

Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata

20 November 2019, 16:00
Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung
Nasional

Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung

18 November 2019, 08:00
Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya
Bontang

Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya

15 November 2019, 15:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.