Masyarakat Kecamatan Kaliorang telah melaporkan PT Indexim kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim dan Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat beberapa hari lalu. Mereka mengadu karena dilarang untuk melintasi di jalan perusahaan.
Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya perlintasan untuk menuju pemukiman dan lahan warga. Selain itu, warga juga melaporkan jika perusahaan melakukan pengrusakan tanah yang sebelumnya kering kini menjadi danau.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim, Ismunandar, mengaku belum mengetahui hal tersebut. Karena hingga saat ini, belum ada laporan satupun dari masyarakat ataupun instansi terkait. “Biasa kan ada laporan. Jadi tunggu laporan dulu,” ujar Bupati Ismu, Senin (12/2) kemarin.
Dirinya juga mengaku akan melihat terlebih dahulu permasalahan warga dengan perusahaan. Karena untuk menentukan siapa yang benar, maka diperlukan penelusuran dan pendalaman informasi. “Kami akan lihat baik-baik (kasusnya, red). Saya akan monitor dulu. Dilihat juga, warga yang mana (keberatan, red),” katanya.
Untuk itu, diperlukan data dan fakta yang akurat mengenai kasus tersebut. Karena jangan sampai, tindakan yang dilakukan pemerintah menyalahi aturan. Untuk itu, Pemkab memerlukan data yang pasti sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau kami belum tau datanya. Kami enggak berani komentari. Nanti saya ngomong tetapi salah,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari PT.Indexim, bagian penghubung antara perusahaan dengan masyarakat Agus, enggan berkomentar banyak. Dirinya hanya meminta kepada media untuk mempertanyakan hal tersebut secara langsung kepada manajemen perusahaan. “Silahkan saja ke manajemen Indexim,” ujar Agus melalui SMS.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, dirinya enggan mengangkat telepon dan membalas SMS lanjutan. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Yang jelas, saat media meminta klarifikasi, pihak Indexim tidak memberikan jawaban.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Encek Achmad Rizal Rafiddin, mengatakan, akan memberitahukan permasalahan ini kepada pemerintah. “Saya minta datanya. Apa saja yang dilaporkan. Kami akan bicarakan dan sampaikan. Saya masih di luar daerah,” katanya.(dy)







