SANGATTA – Sejumlah cabang olahraga (cabor) tak mempermasalahkan diundurnya jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 Kutai Timur. Hal tersebut dinilai sebagai waktu tambahan untuk persiapan para atlet.
Rizky Amalia Ismunandar, Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kutim mengatakan tak mempersoalkan diundurkan jadwal porprov. Menurutnya hal tersebut justru menjadi kesempatan untuk mematangkan persiapan.
“Terkait pengunduran waktu ke bulan Desember khususnya di cabor renang, dikarenakan persiapannya belum matang dan venue masih tahap pembangunan. Ditambah lagi dengan hitungan latihan dari pelatih terhadap atlet didiknya sangat pas kalau porprov 2018 diadakan di Desember,” jelasnya.
Dirinya pun belum bisa menjelaskan perihal jumlah atlet yang akan mengikuti porprov. Karena masih akan dilakukan proses seleksi untuk memilih atlet terbaik yang siap mengharumkan nama daerah.
“Kami masih belum bisa kasih jawaban, karena ada proses seleksi saat di kejuaraan daerah (kejurda),” jelasnya.
Sedangkan Irwan, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutim merasa pengunduran jadwal tersebut menjadi hal menyenangkan. Pasalnya atlet FAJI akan mengikuti kejuaraan nasional di Argentina Oktober mendatang. Sehingga mereka tetap berkesempatan menyiapkan diri agar semakin matang di porprov nanti.
“Kita kan tuan rumah, kita pun menjadi panitia. Jadi harus lebih matang untuk segala persiapannya. Kalau diundur tidak jadi masalah, karena kami juga harus membagi waktu untuk kejuaraan di luar negeri,” ujarnya.
Mengenai persiapan atlet arung jeram dirinya menjelaskan akan ada dua tim putra dan dua tim putri. Masing-masing tim terdiri dari limaorang. Jadi total 20 atlet dari FAJI Kutim. Untuk atlet yang akan dikirim adalah atlet muda. Kelas pelajar, sekira usia 15 – 18 tahun.
“Potensi atlet arung jeram Kutim mayoritas pelajar. Jadi kami mengirim mereka untuk porprov 2018 ini,” tuturnya.
Untuk persiapan kepanitiaan mereka tengah membahas hal tersebut. Karena masih tersangkut dengan kendala anggaran, tim FAJI Kutim menyiapkan anggaran sendiri.
“Hingga saat ini masih pake dana FAJI sendiri. Saya berharap
pemerintah segera mencairkan dana. Karena kami butuh fasilitas. Seperti kapal, pelampung, dan segala persiapan pra porprov,” tutupnya. (*/la)







