• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan

Catatan dr H Sofyan Hasdam Sps, Tentang COP23 di Bonn, Jerman (1)

by BontangPost
29 November 2017, 11:50
in Catatan
Reading Time: 2 mins read
0
HADIRI PERTEMUAN: Sofyan Hasdam bersama sang istri, Neni Moerniaeni, saat berada di Bonn, Jerman.(Dok Pribadi/ Bontang Post)

HADIRI PERTEMUAN: Sofyan Hasdam bersama sang istri, Neni Moerniaeni, saat berada di Bonn, Jerman.(Dok Pribadi/ Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Berkesempatan mengikuti pertemuan Conference of The Parties (COP) to The United Nations Framework Convention On Climate Change ke-23 (COP23) di Bonn Jerman dari tanggal 8 -14 November, menurut Sofyan Hasdam, pertemuan ini banyak hal yang perlu dikaji bersama.

 

Pertemuan ini diikuti oleh sekitar 300 kepala negara dan pemerintahan serta politisi yang mewakili negaranya masing-masing, pertemuan dihadiri oleh sekitar 40.000 orang delegasi dari seluruh dunia.

COP23 ini bukanlah pertemuan biasa saja, di mana asal-muasal pertemuan ini berawal dari kegelisahan  para ahli lingkungan dan kepala-kepala negara utamanya negara maju, tentang terjadinya pemanasan suhu bumi, sehingga tahun 1988, badan PBB untuk lingkungan United Nation Environment Programme (UNEP) dan organisasi meteorology dunia World Meteorology Organization (WMO) mendirikan sebuah panel  antar pemerintah untuk perubahan iklim yang disebut Intergovernmental Panel On Climate Change (IPCC) yang terdiri dari sekitar 300 lebih pakar perubahan iklim dari seluruh dunia.

Baca Juga:  Perintah Tiba-Tiba: Masuk ICU Dulu

Untuk itu, pada tahun 1990 dan 1992, IPCC memprediksikan bahwa penggandaan jumlah gas rumah kaca di atmosfer mengarah pada konsekuensi serius bagi masalah sosial, ekonomi dan sistem alam di dunia. Selain itu, IPCC memprediksikan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia juga memberikan kontribusi pada gas rumah kaca alami dan akan menyebabkan atmosfer bertambah panas.

Untuk lebih intensifnya pembicaraan mengenai perubahan iklim dan pemanasan global, maka oleh PBB dibentuk lembaga untuk negosiasi para pihak, di mana COP pertama dilaksanakan di Berlin pada tahun 1995. Pertemuan ini berlangsung berpindah-pindah negara setiap tahun dan pada tahun ini COP23 diselenggarakan di kota yang dikenal ramah lingkungan: Bonn, Jerman.

Baca Juga:  Medali Emas untuk Indonesia, Tambang Emas untuk Asing

Setiap pertemuan COP, yang dirumuskan adalah bagaimana membuat kesepakatan atau langkah bersama agar tidak terjadi kenaikan suhu bumi. Artinya, bagaimana mengurangi terbentuknya gas rumah kaca di atmosfer. Disinilah letak alotnya perdebatan, karena hal ini menyangkut keinginan dari semua negara untuk mengorbankan kepentingan nasionalnya demi tercapainya kepentingan bersama.

Sebagai contoh, untuk menurunkan jumlah emisi diseluruh dunia, maka semua negara harus menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh negaranya. Dengan kata lain, pengorbanan terbesar diharapkan datang dari negara-negara industri besar seperti Amerika Serikat, Jepang, negara di Uni Eropa, Rusia dan Australia.

Oleh karena itulah keterlibatan Amerika Serikat dalam setiap kesepakatan yang membicarakan masalah perubahan iklim dan pemanasan global sangat diharapkan, karena Amerika merupakan negara penghasil emisi terbesar di dunia. Sayangnya, Amerika tidak rela mengorbankan kepentingan nasionalnya demi kepentingan bersama, sehingga ketika berlangsung pertemuan di Kyoto Jepang pada tahun 2005 yang menghasilkan “Protokol Kyoto”, Amerika tidak mau meratifikasi perjanjian ini.

Baca Juga:  Bulan Kekejaman Setelah Bulan Kemerdekaan

Mengapa Amerika tidak menyetujui “Protokol Kyoto”?. Karena dalam perjanjian ini, Amerika harus menurunkan tingkat emisi yang dihasilkannya sebesar 7 persen. Artinya, Amerika harus mengurangi aktifitas industrinya yang tentu berdampak pada penurunan hasil produksi yang mereka hasilkan. (andiyusrianto) Bersambung.

Tags: catatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HOAX!!! Urusan Nabrak Tiang Beralih ke Jual Aset

Next Post

Angka Golput Bontang Meningkat 10,04 Persen 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.