• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Bulan Kekejaman Setelah Bulan Kemerdekaan

by BontangPost
3 Oktober 2017, 11:10
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
N Yahya Yabo

N Yahya Yabo

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:

N Yahya Yabo

Pegiat Sastra dan Teater

Sejarah pasti akan selalu diingat bahkan akan selalu diperiingati. Kita sudah tahu semua bahwa bulan Agustus 1945 bangsa ini telah merdeka dan kita selalu memperingati Hari Kemedekaan pada tanggal 17 Agustus. Pada tanggal itu presiden pertama Indonesia Ir Soekarno didampingi Drs Muh Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dengan membacakan Teks Proklamasi di depan masyarakat Indonesia.

Tahun itu menjadi tahun keemasan bagi Indonesia yang telah berjuang untuk merebut kemerdekaan dari Jepang. Itulah semangat dan cita-cita rakyat Indonesia saat itu, menjadi bangsa yang mandiri dan merdeka dari penjajahan. Dua tahun setelah itu, Belanda masih ingin menguasai Indonesia dengan cara agresi militer Belanda II pada tahun 1947.

Baca Juga:  Menyikapi Jerat Hitam Putih Media dari Dalam Rumah

Perjuangan para pahlawan revolusioner tidak berhenti di situ saja. Saat Indonesia sudah merdeka 20 tahun, pada bulan September tahun 1965 terjadi pergolakan antar pemerintah dan partai. Munculnya pergolakan ini dikarenakan ada hal yang menjadi dua kekuatan yang saling beradu, yaitu pihak partai dan Aparatur Negara.

Bukan ingin membahas  tentang apa yang terjadi, tapi bagaimana era genenerasi sekarang yang sampai saat ini masih ‘kabur sejarah’ dalam artian apa yang benar-benar terjadi pada tahun itu.

Dari sejarah-sejarah yang dipelajari bahwa saat itu terjadi ‘Penghianatan G 30S/PKI’ pada pemerintah pada bulan September. Hal yang ingin ditekankan adalah bahwa ketika sebelumnya bulan Agustus masyarakat Indonesia sedang  memperingati hari kemerdekaan, maka setelah itu saat bulan September justru kita juga harus mengingat ulang sejarah peristiwa kejam yang pernah terjadi di negeri ini.

Baca Juga:  Visi Pendidikan Setelah Bontang Cerdas

Saat semangat kemerdekan masih mengalir di bulan Agustus, tapi ketika memasuki bulan September kita selalu diingatkan dengan apa yang pernah terjadi pada sejarah negeri ini. Kita tidak bisa memungkiri akan sejarah ini. Bahkan di era pemerintahan ini kita kedepannya akan selalu disuguhkan dengan pemutaran film mengenai sejarah silam.

Pemimpin negeri ini telah menghimbau untuk memutar film tersebut dan menontonnya secara bersama bahkan wacana yang berkembang film mengenai sejarah ini akan ‘dibuat’ ulang. Film yang dulunya masih dianggap sebagai buatan dari pemimpin yang berkuasa saat itu.

Terlepas dari apa akan diubah dan tidak isi dari film itu? kita akan selalu mengingat bentuk kekejaman yang terjadi pada bulan September setelah bulan Agustus bulan kemerdekaan, seakan kita akan selalu memperingati bahwa pada bulan September itulah terjadi pengulangan sejarah. Peringatan itu akan menjadi peringatan seremonial saat suka cita bulan kemerdekaan akan disambut dengan duka cita bulan kekejaman. (***)

Baca Juga:  IBU, KEMANA PERGINYA RASA CINTA
Tags: catatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bupati: Di Kecamatan Mana Perekam KTP-el Rusak?

Next Post

Pandangan Umum Terhadap Raperda APBD-P 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Kotak Kosong, Pesta para Oligarki
Opini

Kotak Kosong, Pesta para Oligarki

21 Juli 2024, 13:20
Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar
Opini

Brigadir Jenderal Dendi Suryadi: Setelah 30 Tahun, Memilih Jalan Sipil di Kukar

21 Juli 2024, 12:19
Merokok Bikin Kekasih Cacat
Catatan

Merokok Bikin Kekasih Cacat

16 Desember 2023, 11:27
Kursi vs Nurani
Opini

Kursi vs Nurani

3 Juni 2023, 13:08
Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi
Opini

Milenial dan Optimisme di Tengah Pandemi

30 Agustus 2020, 09:16

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.