BONTANG – Selain berdampak ke nelayan, buruknya cuaca di laut akhir-akhir ini juga membawa keprihatinan tersendiri bagi motoris atau nahkoda kapal dalam jasa transportasi laut. Bagaimana tidak, disatu sisi bila tetap nekat membawa penumpang, justru membahayakan nyawa dan penumpangnya. Namun disisi lain, bila tidak mengangkut penumpang, para motoris tidak bisa mendapatkan penghasilan. Alhasil tidak sedikit dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk tetap nekat mengangkut penumpang.
Keadaan inilah yang turut membuat prihatin Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) Tanjung Laut, Bill Hogen. Sebagai ketua dari perkumpulan para motoris kapal, dirinya sangat mengkhawatirkan bila para motoris masih tetap nekat, justru akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut.
“Tidak saya pungkiri hal itu juga terjadi di anggota saya. Namanya juga perkumpulan pasti ada yang patuh, ada pula yang bebal,” ujarnya.
Untuk itulah, dirinya menantang pihak berwajib untuk segera melakukan razia di laut. Apabila dalam razia mereka menemukan motoris kapal dalam mengakut penumpang tidak memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran atau Undang-Undang (UU) pelayaran yang berlaku, maka pihak berwajib dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub), Polair, maupun Syahbandar bisa memberhentikan sementara aktivitas muat penumpang.
“Kalau perlu Dishub bisa mencabut izinnya sampai nanti para motoris sudah memenuhi aturan pelayaran yang berlaku,” jelasnya.
Walau posisinya sebagai ketua, namun Bill Hogen mengaku dirinya tak memiliki kewenangan untuk pemberhentian sementara aktivitas pengangkutan penumpang. Dirinya menuturkan hanya bisa memberikan himbauan kepada anggotanya agar menunda sementara pengangkutan penumpang sampai nanti cuaca kembali membaik.
“Kita tidak boleh lagi menganggap sepele keselamatan pelayaran ini. Karena yang dimuat ini adalah jiwa yang harus dilindungi keselamatannya. Untuk itu perlu sikap tegas dari pihak berwajib maupun pemerintah untuk melakukan langkah pencegahan,” tukasnya. (bbg)







