SANGATTA – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kawasan di Kutai Timur direndam banjir. Banjir terparah justru terjadi di kawasan pedalaman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi di beberapa daerah di Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, dan Kecamatan Busang. Diperkirakan ratusan rumah warga yang terendam banjir. Lokasi banjir terparah terjadi di desa Manupan dan Senambah. Diperkirakan, banjir juga merendam puluhan hektar persawahan dan perkebunan di wilayah tersebut.
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terganggu dan akses yang menghubungkan beberapa desa sulit untuk ditembus. Sementara itu ketinggian air rata-rata mencapai 60 sentimeter hingga 1 meter.
“Sudah empat hari ini dari pagi dan malam hujan terus menerus. Makanya terjadi banjir,” tutur Supriadi, warga Desa Senambah, Kecamatan Muara Bengkal, Senin (1/5) kemarin.
Sementara itu Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang membenarkan terjadi banjir di beberapa daerah di pedalaman. Dia pun sudah menerima informasi tersebut langsung dari camat dan kepala desa.
“Dinas Sosial, camat, dan desa sudah kami instruksikan untuk mendata seluruh korban banjir dan terus melaporkan situasi di lapangan,” kata Kasmidi, kemarin.
Pendataan tersebut diperlukan untuk memetakan jenis bantuan yang diberikan kepada korban banjir. Rencananya bantuan akan didistribusikan dalam waktu dekat.
“Kita tidak bisa langsung datang ke sana bawa bantuan tanpa perlu tahu apa yang dibutuhkan. Nanti dibawa makanan, jumlahnya kurang. Terus diberi bantuan A ternyata bukan itu yang dibutuhkan, makanya perlu didata dulu,” ujarnya. (hd)







