• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Dalam Debat Publik Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Ditantang Isu Korupsi

by BontangPost
21 Juni 2018, 11:35
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

Herdiansyah Hamzah(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Isu korupsi pernah menimpa empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018. Hingga kini, isu tersebut belum sepenuhnya dijelaskan secara detail kepada publik Bumi Etam.

Karena itu, debat publik ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 Jumat (22/6) besok yang salah satunya mengangkat tema korupsi, dapat digunakan paslon untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Hal tersebut disampaikan pengamat hukum dan politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah, Rabu (20/6) kemarin. Menurutnya, jawaban dari isu korupsi tersebut dapat menjernihkan pandangan publik agar dapat menentukan pilihan pada 27 Juni mendatang.

“Seharusnya itu diklarifikasi biar klir dan tidak liar. Saya yakin publik menunggu klarifikasi isu-isu korupsi yang menyandera para calon. Klarifikasi itu bisa jadi referensi publik dalam memilih,” ucapnya.

Apabila dalam debat publik pamungkas tersebut, paslon tidak ditanya dan menjelaskan duduk permasalahan itu, maka dapat menjadi alat bagi setiap calon dan tim suksesnya melakukan kampanye hitam terhadap paslon yang tersandera isu korupsi.

Baca Juga:  Obati Orangtua, Jadi Perantara Bisnis Narkoba

“Isu itu akan terus bergulir liar. Kemudian digoreng masing-masing lawan politik. Seharusnya pilkada (pemilihan kepala daerah, Red.) diawali dengan bersih,” sarannya.

Seperti diketahui, dugaan korupsi pernah menerpa Calon Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Rizal Effendi. Dia disebut terlibat dalam kasus korupsi Rumah Potong Unggas (RPU). Kemudian Syaharie Jaang, tercatat diterpa isu korupsi APBD Samarinda di tahun anggaran 2013-2014.

Sedangkan Isran Noor pernah diisukan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Kaltim pada 2014-2015. Tidak hanya itu, mantan Bupati Kutai Timur itu juga pernah disebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin, menerima uang Rp 5 miliar.

Terakhir calon gubernur nomor urut 4, Rusmadi. Sebagai mantan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kaltim, calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu diduga menerima aliran dana korupsi.

Baca Juga:  Jaang Tembus Empat Besar Polling Cagub

“Perlu diperjelas semua kasus korupsi itu. Kalau hulunya saja menyimpan banyak isu yang tak terjawab, bagaimana hilirnya nanti ketika mereka berkuasa? Jadi lebih baik sekarang diklarifikasi,” imbuhnya.

Kemudian pada poin debat publik berikutnya mengenai Reformasi Birokasi dan Pelayanan Publik, pria yang karib disapa Castro itu menyarankan, empat paslon perlu memberikan solusi penataan perizinan sumber daya alam (SDA).

“Karena suap dan gratifikasi itu kebanyakan dari sektor perizinan ekstraktif ini. Filosofinya mesti di balik, izin harus dipersulit mengingat dampaknya terhadap lingkungan. Izin baru disetop, sementara yang sudah ada mesti diaudit dengan melibatkan publik,” terangnya.

Selain itu, akses informasi yang berhubungan dengan publik perlu dibuka seluas-luasnya pada masyarakat. Kemudian harus dijelaskan komitmen paslon pada pengelolaan anggaran yang transparansi. “Sudah saatnya Kaltim menggunakan model e-planning dan e-budgeting dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran,” ucap dia.

Baca Juga:  PWI Siapkan Dewan Kehormatan

Castro juga menyarankan, pemerintah ke depan mesti konsisten menerapkan konsep pelayanan yang mudah, cepat, dan murah. Salah satu cara mewujudkannya dengan sistem pelayanan berbasis online. Hal ini sekaligus memangkas interaksi antara masyarakat dengan penyelenggara yang memungkinkan suap dan gratifikasi.

“Titik krusial layanan publik yang mesti diprioritaskan adalah layanan paling sering bersentuhan dengan masyarakat. Semisal urusan KTP, paspor, sertifikat tanah, dan lain-lain. Itu harus menjadi bahan pendalaman dalam debat publik nanti,” saran Castro. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Debat Pilgub Kaltim 2018Isu KorupsiMetro Samarindapilgub kalitm 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sempat Minim, Harga Kebutuhan Pokok Aman

Next Post

Pecahkan Kaca Toko, Bukan Masjid

Related Posts

Dugaan Korupsi Proyek Tugu Selamat Datang Rp1,3 Miliar, Kejari Bontang Naikkan ke Penyidikan
Kriminal

Dugaan Korupsi Proyek Tugu Selamat Datang Rp1,3 Miliar, Kejari Bontang Naikkan ke Penyidikan

2 September 2025, 12:51
Anggota DPRD Kaltim Terlibat Proyek Fiktif Telkom Senilai Rp431,728 Miliar, Ditahan di LP Cipinang
Kriminal

Anggota DPRD Kaltim Terlibat Proyek Fiktif Telkom Senilai Rp431,728 Miliar, Ditahan di LP Cipinang

13 Mei 2025, 10:34
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.