• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dana Transfer Dipangkas, APBD Bontang 2026 Susut Jadi Rp1,9 Triliun

by Redaksi Bontang Post
1 Desember 2025, 12:01
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pemkot dan DPRD Bontang mengesahkan APBD 2026 melalui rapat paripurna. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Pemkot dan DPRD Bontang mengesahkan APBD 2026 melalui rapat paripurna. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemkot Bontang bersama DPRD resmi mengetok palu penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 melalui Rapat Paripurna, Sabtu (29/11/2025). Pengesahan ini menandai fase baru pengelolaan fiskal daerah di tengah tekanan berat akibat pemangkasan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat.

Dalam sidang, Badan Anggaran DPRD menyampaikan laporan hasil pembahasan Raperda APBD 2026 yang kemudian disepakati bersama eksekutif. Total belanja daerah tahun depan dipatok Rp1,990 triliun, sementara pendapatan daerah hanya Rp1,667 triliun. Kondisi ini memunculkan kebutuhan pembiayaan Rp323,38 miliar yang sebagian besar ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

Anggota Banggar DPRD Kota Bontang, Rustam, menegaskan penyusunan APBD 2026 dilakukan dengan prinsip kehati-hatian fiskal dan tetap berorientasi pada kepentingan publik. “APBD bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang berkualitas dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Target Pajak Daerah Dipangkas, Bapenda dan PHRI Siap Diskusi

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengakui APBD 2026 disusun dalam suasana fiskal yang menantang. Pemotongan dana transfer pusat memberikan dampak besar terhadap postur anggaran daerah. “Hampir 85 persen APBD kita bertumpu pada dana transfer pusat. Pada 2026 terjadi pengurangan tajam yang memaksa kita melakukan penyesuaian besar-besaran,” katanya.

Padahal dalam nota keuangan awal, pendapatan daerah sempat diproyeksikan mencapai Rp2,678 triliun. Namun setelah koreksi Transfer ke Daerah (TKD) dan pembahasan dengan DPRD, angka itu dipangkas menjadi Rp1,667 triliun, turun sekitar 37,76 persen. Penurunan terbesar berasal dari transfer pusat yang tergerus hampir separuh, dari Rp2,046 triliun menjadi Rp1,041 triliun.

Meski tekanan fiskal besar, Pemkot dan DPRD sepakat menjaga sektor krusial tetap menjadi prioritas. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar dipastikan tidak terdegradasi. Banggar DPRD juga memberi sejumlah catatan strategis, seperti evaluasi kebijakan Kartu Pintar yang dialihkan menjadi revitalisasi sarana sekolah, penguatan operasional RS Tipe D, percepatan penanganan banjir di Kelurahan Tanjung Laut, hingga pembangunan Jalan Gotong Royong di Bontang Barat.

Baca Juga:  APBD Bontang 2018 Diketok Rp 1,136 T

Pada sektor tata kelola, DPRD mendorong percepatan lelang proyek sejak awal tahun, penyesuaian standar harga satuan material, serta pemetaan ulang titik Penerangan Jalan Umum (PJU). Pemkot juga didorong mengoptimalkan sumber pendanaan alternatif dari CSR/TJSL perusahaan untuk mendukung program prioritas.

Perhatian khusus turut diarahkan pada kelompok rentan, seperti lansia, janda, hingga penyandang disabilitas. Validasi basis data bantuan sosial diminta diperkuat, termasuk penyusunan regulasi insentif bagi kader sosial dan penyuluh keagamaan.

Menutup sambutannya, Neni menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh memadamkan semangat pembangunan. “Yang kita sesuaikan adalah angka, bukan arah pembangunan. Setiap rupiah harus tepat sasaran,” tegasnya.

Raperda APBD 2026 selanjutnya dikirim ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk dievaluasi sebelum ditetapkan sebagai peraturan daerah. Sebagai perbandingan, APBD Bontang 2025 sebelumnya mencapai Rp3,1 triliun. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: APBD Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Relokasi SMP 7 Bontang Butuh Rp 14 Miliar, Pembangunan Bertahap Mulai 2026

Next Post

APBD Bontang Turun Drastis, Neni Pastikan TPP ASN Tetap Aman

Related Posts

APBD Bontang 2024 Ditetapkan Rp 2,6 Triliun
Bontang

APBD Bontang 2024 Ditetapkan Rp 2,6 Triliun

29 November 2023, 13:37
Target Retribusi Daerah Diturunkan
Bontang

Target Retribusi Daerah Diturunkan

28 April 2020, 09:00
Pariwisata Makin Menggeliat, Bontang Tak Bisa Bergantung dari DBH
Bontang

Target Pajak Daerah Dipangkas, Bapenda dan PHRI Siap Diskusi

27 April 2020, 11:00
Anggaran Tersedot untuk Korona, Proyek di Bontang Tetap Jalan
Bontang

Anggaran Tersedot untuk Korona, Proyek di Bontang Tetap Jalan

6 April 2020, 16:30
Diisukan Naikkan APBD Sepihak, Ini Bantahan Pemkot Bontang
Bontang

Diisukan Naikkan APBD Sepihak, Ini Bantahan Pemkot Bontang

22 November 2019, 07:00
APBD Bontang 2018 Diketok Rp 1,136 T
Bontang

APBD Bontang 2018 Diketok Rp 1,136 T

1 Desember 2017, 11:56

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.