• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter

by BontangPost
17 Oktober 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

 

Tiga jam lagi saya harus berangkat. Ke Korea Utara. Alhamdulillah. Masih sempat makan siang dengan calon mahasiswa dari Papua, Gorontalo dan Kalimantan Utara. Menikmati masakan Banjar istri saya.

Itulah sebagian dari 350 calon mahasiswa baru. Yang akan kuliah di Tiongkok tahun ini. Dikirim oleh yayasan yang saya pimpin.

Tiap tahun sekitar angka itu yang berangkat. Sudah tujuh tahun berturut.

”Ayah saya nelayan,” ujar Utrek van Hasel Wambrauw. Asal kabupaten Supiori, Papua.

Utrek masuk rombongan terakhir yang berangkat. Ia akan kuliah di fakultas kedokteran di Tiongkok. Di kota Chifeng, Mongolia Dalam.

”Tahun ini ada 44 calon mahasiswa dari Papua dan Papua Barat,” ujar Lily Yosica, yang direktur di yayasan saya itu. ”Hampir semua ambil kedokteran,” tambah Lily.

Utrek bukan sembarang Papua. Nama kabupaten ini begitu asing: Supiori. Kabupaten baru. Di belahan barat pulau Biak.

Kampungnya sendiri lebih jauh lagi. Harus naik perahu lagi. Rumahnya memang di atas laut. Satu kampung di atas laut. Perumahan kayu. Semua pekerjaan tetangganya juga nelayan. Turun temurun. Utrek yang akan menjadi generasi pertama yang jadi dokter.

Baca Juga:  Lufita Lu

Saat masih di kampungnya Utrek juga sering melaut. Cari ikan. Atau mendayung perahu. Untuk ambil air minum. Dari sumber di darat. Sumber air minum untuk kampung itu hanya ada satu: di daratan pulau Biak. Utrek membawa ember-ember kosong di perahunya. Mengisinya dengan air sumber. Lalu mendayungnya pulang.

Kalau mandi, Utrek menggunakan air laut. Hanya bilasnya pakai air dari ember.

”Kami tidak pernah menggunakan sabun. Dengan air laut sabun tidak bisa berbusa,” kata Utrek.

Teman berangkat Utrek adalah Rey Marthen Wadiwe dan Ina Nuraida Sonya Mansoben. Juga dari kabupaten Supiori. ”Kalau ayah saya mantan anggota DPRD. Dari partai PKS,” ujar Ina.

Di Papua, kata Ina, biasa saja orang Kristen jadi anggota DPRD dari PKS.

Dua di antara yang ikut makan siang kemarin adalah calon mahasiswi berjilbab. Lulusan madrasah Aliyah. Mufida Alamri lulusan pesantren Hubullah. Bahasa Arabnya bagus. Saya coba menanyainya beberapa hal. Dalam bahasa Arab. Mufida menjawabnya dengan lancar. Dan tidak ragu-ragu.

Baca Juga:  Penyelamatan

Mufida mengaku banyak ditanya-tanya. Oleh orang-orang Gorontalo. Yang umumnya sangat religius. Mengapa ke Tiongkok. Kok tidak ke Mesir, misalnya.

Teman Mufida dari Gorontalo adalah Ajeng Elsinta Mutaji. Dari madrasah Aliyah negeri  kota Gorontalo.

Utrek dan teman-teman Supiorinya mendapat beasiswa dari Tiongkok. Untuk biaya kuliah dan asramanya.

Lalu dapat bea siswa dari bupati Supiori untuk keperluan makan, buku dan pakaian.

Kalau Mufidah dan Ajeng hanya dapat bea siswa dari yayasan. Untuk kuliah dan asramanya. Makan ditanggung sendiri. Dengan bantuan dari pemda.

Hanya Amanda yang bapak ibunya Tionghoa. Tinggal di kota Tanjung Selor, ibukota propinsi baru: Kalimantan Utara.

Tahun ini, seperti tahun lalu, Kaltara juaranya. Terbanyak mengirim calon mahasiswa: 65 orang. Mereka dari perbatasan dan dari pedalaman. Termasuk banyak yang dari suku Dayak.

Gadis-gadis Dayak nanti pasti mengagetkan orang di Tiongkok sana: kok kulitnya begitu kuning? Kok matanya juga sipit? Pasti banyak yang mengira mereka penduduk asli Tiongkok. Kelak. Kalau mereka sudah bicara dengan logat sana. Bahkan mereka ini, sumpah, bisa terlihat lebih cantik-cantik.

Baca Juga:  Kashoggi Sampai di Twitter Qahtani

Dari Surabaya Mufida nanti bisa pamit ke orang tua lewat telepon. Utrek tidak bisa. Orang tua Utrek tidak punya hand phone. Dan lagi tidak ada sinyal di kampungnya. Ia akan memberi tahu keadaannya lewat keluarga. Yang tinggal di kota. Untuk disampaikan ke orang tuanya. Kapan-kapan.

Saya pun kini semakin siap. Untuk kalah telak. Dengan mereka itu nanti. Dalam berbahasa mandarin.

Di pondok-pondok pesantren seperti Genggong (Probolinggo), Bumi Sholawat (Sidoarjo), Amanatul Ummat (Pacet) sudah banyak yang bahasa mandarinnya lebih baik dari saya.

Kian lama kian populer program bea siswa yayasan kami. Alhamdulillah.

Saya juga baru tahu: Anak Ivanka Trump ternyata juga mendalami bahasa Mandarin. Presiden Xi Jinping menyaksikannya. Saat sang cucu Trump itu menyanyi, bercakap dan membaca puisi. Di depan tamu negaranya. Dalam bahasa Mandarin. Saat Xi Jinping bertemu Presiden Donald Trump. Di salah satu ‘istana’ Trump di Florida dulu.

Gak disangka ternyata itu isyarat perang dagang dengan Tiongkok. (Dahlan Iskan)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WASPADA!! Polisi Gadungan Tipu Warga

Next Post

Untuk Lengkapi Kebutuhan, PB Porprov Ajukan 30 Miliar

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April Kaltim, Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan KKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.