bontangpost.id – Progres pengerjaan turap di bantaran sungai Perumahan Bontang Permai, Jalan Bulutangkis II, RT 40, Kelurahan Api-Api masih jauh dari target.
Proyek konstruksi sepanjang 240 meter yang dikerjakan sejak akhir Juli 2022 itu baru mencapai 21 persen. Padahal 28 Desember pengerjaan harus rampung.
Wali Kota Bontang Basri Rase didampingi Wakil Wali Kota Najirah dan Sekretaris Kota AJi Erlynawati langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi pengerjaan.
Dari pantauan redaksi bontangpost.id, kondisi sungai yang sudah dikeruk tertimbun tanah akibat cuaca yang kerap hujan. Akibatnya pengerjaan jadi lamban.
“Saat ini saya belum bisa mengambil sikap. Nanti akan kami panggil Dinas PUPRK untuk membahas ini. Intinya kami minta untuk meningkatkan kinerjanya,” ucap Basri.
Di lokasi yang sama, Manajer Projek PT Mitra Pippos Adipt mengatakan turap yang menghubungkan antara Kelurahan Api-Api dan Jalan Tomat Kelurahan Gunung Elai ini dikerjakan oleh 20 pekerja. Untuk mengebut pengerjaan pihaknya juga memberlakukan sistem kerja sif pagi dan malam.
“Sementara ini segitu. Nanti akan kami tambah 20 lagi. Biar pengerjaan rampung,” akunya.
Diakuinya, sejak Juli hingga saat ini tercatat 21 kali kejadian luapan air yang tak terbendung. Baik diakibatkan cuaca hujan maupun kondisi alam. Akibatnya, pekerjaan terhambat lantaran banyaknya sedimen lumpur atau kondisi tanah yang labil memenuhi lubang kerukan.
“Pagi ini tadi saja barusan longsor lagi. Kendala kami di situ. Jadi, kami harus mengerjakan dari awal lagi seperti harus menyedot airnya dulu kemudian mengeruk dan memindahkan lumpur lagi,” timpalnya.
Bilang Adipt, bila melihat kondisi pengerjaan turap dengan ketinggian enam meter ini tidak akan rampung 100 persen pada Desember mendatang. Presentase pengerjaan pada akhir tahun ini diperkirakan hanya mampu 80 persen.
“Maka dari itu kami minta perpanjangan waktu dengan Dinas PUPRK melalui pak wali. Pengerjaan kami ini bergantung pada cuaca,” tandasnya. (*)







