BONTANG – Rumah nelayan yang dibangun Pemkot Bontang rupanya banyak diminati. Para nelayan dikabarkan antusias menempati rumah tersebut. Melihat hal ini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang berencana mengusulkan pembangunan rumah nelayan kembali.
Sekretaris DPKPP Bontang Maksi Dwiyanto mengatakan, rumah nelayan yang selesai dibangun di lahan milik Pemkot Bontang sebanyak 50 unit. “Kami minta pembangunan rumah nelayan lagi, antisipasi jika terjadi tsunami,” jelas Maksi saat ditemui belum lama ini.
Dijelaskan dia, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Satuan Setingkat Nasional Vertikal Tertentu (SSNVT) atau perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) di provinsi. “Awalnya kami targetkan pekan ini untuk koordinasi, tetapi belum bisa terlaksana, kemungkinan dimundurkan jadi pekan depan,” ungkapnya.
Terkait lokasi, Maksi mengatakan masih di dekat lahan rumah nelayan sebelumnya. Untuk 50 unit yang sudah siap dihuni, Maksi menyatakan masih menunggu serah terima dari kementerian. Saat ini, rumah tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Sedangkan data penghuni, kata maksi sudah tercatat hanya tinggal verifikasi siapa yang memenuhi kriteria untuk menempatinya. “Target awal kami, bulan Juli sudah bisa dihuni, namun meleset hingga Oktober. Diharapkan akhir tahun bisa mulai penghunian. Keinginan kami sih saat ulang tahun Kota Bontang 12 Oktober nanti di-launching,” bebernya.
Sebagai informasi, 50 unit rumah nelayan bisa ditempati selama 3 tahun. Nelayan yang sudah diinventarisir pun yakni nelayan yang berdomisili di Bontang Lestari. Seperti di Nyerakat, Kedindingan, Teluk Kadere dan lainnya. (mga)







