• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dirut Perumda AUJ Tegur Direksi LBB, Dewan Bakal Panggil BPKAD

by Redaksi Bontang Post
7 November 2024, 13:29
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rute baru pelayaran Bontang-Mamuju masih terus berproses

Rute baru pelayaran Bontang-Mamuju masih terus berproses

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Sengkarut yang terjadi di PT Laut Bontang Bersinar (LBB) kian pelik. Permasalahan tunggakan gaji dan setoran ke kas daerah menjadi sorotan legislator.

Ketua Komisi B DPRD Rustam mengatakan, sangat menyayangkan kondisi yang terjadi. Apalagi pendapatan LBB cukup menjanjikan dalam pengelolaan pelabuhan.

“Faktanya itu memalukan karena transaksi di pelabuhan itu umumnya cash semua. Kecuali kerja sama pelabuhan yang berkelanjutan,” kata Rustam.

Namun, untuk membayar gaji karyawan, anak usaha Perumda AUJ itu cukup kesulitan. Termasuk kewajiban membayar kontribusi tetap dan bagi hasil ke kas daerah. Rustam menilai ini ada faktor kelalaian manajemen. “Sangat disayangkan bisa terjadi seperti ini,” ucapnya.

Sesungguhnya SDM merupakan dasar utama dalam perusahaan ketika manajemen dibentuk. Artinya manajemen harus siap dari aspek segalanya. Pun dengan gaji dan tunjangan karyawan serta infrastruktur penunjang.

Baca Juga:  Gaji Karyawan PT LBB Sering Nunggak, Ketua Dewan Sarankan Ganti Direksi

“LBB sebenarnya lahan usaha yang baik,” tutur dia.

Dengan kondisi itu, Politikus Golkar tersebut bakal memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pada awal pekan depan. Tujuannya untuk mengetahui skema perjanjian sewa pakai aset daerah.

“Kalau LBB susah dipanggil, biar Perumda AUJ yang panggil mereka (LBB). Nanti kami juga tanyakan ke Dewan Pengawasnya,” terangnya.

Rustam menyatakan pemkot harus bersikap tegas dengan tunggakan itu. Mengenai apakah mengusulkan perombakan direksi LBB, itu juga menjadi wewenang dari induk perusahaan, yakni Perumda AUJ.

Sementara Dirut Perumda AUJ Abdu Rahman telah memberikan teguran kepada direksi PT LBB. Bentuknya dengan meminta direksi menyelesaikan masalah itu. Jika saat ini direksi berada di luar daerah, diminta segera kembali ke Bontang.

“Penyelesaian gaji juga harus diselesaikan. Termasuk kewajiban membayar iuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan,” sebutnya.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Desak PT LBB Segera Bayar Kontribusi Tetap dan Bagi Hasil

Terkait dengan tunggakan ke kas daerah, LBB turut diwajibkan segera membayar. Supaya tidak membengkak dengan besaran denda tiap bulannya. Target penyelesaian bulan ini.  “Kami sudah panggil direksi dan komisaris untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang Shantie Nor Farida mengatakan, khusus untuk kontribusi tetap seharusnya dibayarkan paling lambat 31 Maret tiap tahunnya. Nominalnya tiap tahun sama, yakni Rp 451.462.568.

“Hingga saat ini belum bayar. Infonya masih dalam proses di internal mereka (LBB),” kata Shantie.

Jika terlambat pembayaran maka anak usaha tersebut akan dikenakan denda. Besarannya 2,5 persen tiap bulannya. Saat ini sudah memasuki tujuh bulan keterlambatan pembayaran. LBB wajib membayar denda Rp 79 juta. Di tambah besaran kontribusi tetap. Sehingga totalnya Rp 530.468.517.

Baca Juga:  Ketua NasDem Bontang Jadi Komisaris Anak Perusahaan Daerah, Pengamat; Melanggar Norma Hukum

“Kami sudah bersurat untuk mengingatkan pembayaran karena melebihi batas waktu,” ucapnya.

Respons unit usaha BUMD itu ialah akan menindaklanjuti surat BPKAD. Dikatakan Shantie pada tahun sebelumnya pembayaran kontribusi tetap dibayar sebelum batas waktu.

Adapun untuk bagi hasil juga belum disetorkan ke kas daerah. Bahkan BPKAD belum mendapatkan laporan terkait audit dari akuntan publik. Sesuai dengan kerja sama pemanfaatan aset, pembagian bagi hasil yakni 60 persen pemkot dan 40 persen PT LBB. Sejatinya pembayaran itu juga dilakukan paling lambat akhir Maret di tahun berikutnya.

“Kalau kontribusi tetap belum bayar apalagi bagi hasil. Bagi hasil berdasarkan laporan keuangan yang disusun KAP. Dari situ tahu posisi keuangan,” tandasnya. (*)

Tags: PT LBB
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Segera Cek Rekening! Ini Daftar Bansos yang Cair November 2024

Next Post

5 Jadwal Konser Gratis! Ada RAN, J-Rock, dan Kunto Aji yang Siap Beraksi di Bontang dan Sangatta

Related Posts

PT LBB Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Kini Fokus Bagi Hasil
Bontang

PT LBB Lunasi Tunggakan ke Pemkot Bontang, Kini Fokus Bagi Hasil

4 September 2026, 17:37
Mantan Direktur PT LBB Bontang Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp1,7 Miliar
Bontang

Mantan Direktur PT LBB Bontang Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp1,7 Miliar

26 Agustus 2026, 09:52
PT LBB Siap Lunasi Utang Rp2,9 Miliar, Tapi Ogah Bayar Bunga karena Alasan Ini
Bontang

PT LBB Siap Lunasi Utang Rp2,9 Miliar, Tapi Ogah Bayar Bunga karena Alasan Ini

4 Juli 2026, 14:30
Pinjaman Dana 2005 Dipersoalkan, Dua OPD Bontang Digugat Rp7,3 Miliar
Bontang

PN Bontang Kabulkan Eksepsi, Gugatan Eks Dirut PT LBB Kandas

10 Juni 2026, 09:00
Mantan Direktur BUP yang Mengelola Pelabuhan Loktuan Kembali Gugat Perumda AUJ dan Wali Kota Bontang
Bontang

Mantan Direktur BUP yang Mengelola Pelabuhan Loktuan Kembali Gugat Perumda AUJ dan Wali Kota Bontang

22 Desember 2025, 11:38
Penetapan Tersangka Kasus Korupsi PT LBB Bontang Menunggu Hasil Penghitungan Kerugian Negara
Kriminal

Penetapan Tersangka Kasus Korupsi PT LBB Bontang Menunggu Hasil Penghitungan Kerugian Negara

19 November 2025, 09:49

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.