BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Laut Bontang Bersinar (LBB) mengklaim telah menyelesaikan berbagai kewajiban keuangan yang sebelumnya membebani perusahaan. Setelah pembenahan dilakukan, perusahaan kini mulai memfokuskan kinerja pada bagi hasil tahun ini.
Komisaris PT LBB Joni Muslim mengatakan, kondisi keuangan perusahaan pada periode sebelumnya masih mencatat akumulasi minus sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Kondisi tersebut berdasarkan evaluasi keuangan periode 2022 hingga Maret 2025.
Sejumlah pendapatan perusahaan kemudian digunakan untuk menyelesaikan berbagai kewajiban, mulai dari tunggakan hak karyawan, pajak, BPJS, hingga utang kepada pihak ketiga.
Salah satu kewajiban yang menjadi prioritas adalah pembayaran gaji karyawan. Saat Direktur LBB Hariadi mulai menjalankan tugas pada 2025, perusahaan masih memiliki tunggakan gaji sekitar tiga bulan dengan nilai mencapai Rp600 juta.
Pembayaran hak karyawan didahulukan sebelum anggaran dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Selain itu, LBB juga menyelesaikan tunggakan pajak selama sekitar tiga bulan dengan kewajiban sekitar Rp60 juta per bulan atau total kurang lebih Rp180 juta.
Tunggakan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari kewajiban yang diselesaikan perusahaan. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp45 juta.
Joni mengatakan, penyelesaian berbagai kewajiban tersebut merupakan bagian dari pembenahan internal untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
“Sekarang semua sudah terselesaikan. Sekarang kami fokus terhadap bagi hasil di tahun ini,” ungkapnya, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. LBB juga melakukan efisiensi pada sejumlah pos anggaran, salah satunya dengan memangkas porsi perjalanan dinas hingga hampir 80 persen.
“Kami juga mengurangi porsi perjalanan dinas hampir 80 persen,” pungkasnya. (*)







