• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Disdik: Alasan Mutasi untuk Pemerataan SDM Sekolah 

by BontangPost
30 November 2017, 11:56
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
CURHAT: Salah satu korban mutasi Agus Halim menceritakan keluh kesahnya kepada Komisi I dan II DPRD.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

CURHAT: Salah satu korban mutasi Agus Halim menceritakan keluh kesahnya kepada Komisi I dan II DPRD.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Per 1 November kemarin, terjadi mutasi 30 kepala sekolah dan guru. Rinciannya, 18 orang di tingkat Sekolah Dasar (SD) serta 12 orang di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah satu korban mutasi Agus Halim menduga, perpindahan ini erat kaitannya dengan pemilihan kepala daerah yang berlangsung pada tahun 2015.  Pasalnya, beberapa orang yang terkena imbas mutasi ialah orang yang kerap kali bersuara untuk melakukan demonstrasi.

“Saya dimutasi diduga karena ikut andil dalam forum guru. Saya dituduh tunjuk ibu (wali kota, Red.) padahal saya tidak seperti itu, ada yang bermain ini,” kata Agus dalam rapat kerja dengan komisi gabungan I dan II DPRD terkait dasar penentuan penempatan kerja tenaga pendidik di sekolah, kemarin (29/11).

Baca Juga:  “Ubah Kebiasaan Masyarakat Perlu Waktu”

Menurutnya, mutasi ini tidak adil baginya, yang semula hanya berjarak 200 meter dari tempat kediaman ke sekolah, sekarang harus ditempuh sejauh 40 kilometer. Di sisi lain waktu jam mengajar juga mengalami penyusutan, dikarenakan sekolah yang dituju sudah memiliki guru mata pelajaran yang serupa.

Ia juga mengeluhkan faktor daya tahan tubuh yang dirundung penyakit maag akut. Dengan jarak yang jauh maka mempengaruhi kesehatannya.

Korban mutasi merasakan dilema, mengingat ketentuan sertifikasi dalam seminggu minimal waktu jam mengajarnya mencapai 24 jam. Di lingkungan baru, justru terjadi pengurangan jam di bawah standar sertifikasi, hal ini berimbas pada kesejahteraan guru yang didapatkan.

“Di SMPN 3 saya dapat 30 jam sementara di tempat baru yakni SMPN 6 di bawah 24 jam. Ini kan saya harus mencari tambahan jam di sekolah lain untuk mendapatkan sertifikasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Juli-Agustus, Kenari Waterpark Bertabur Diskon 

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Usman mengatakan, mutasi ini seharusnya berlangsung pada awal tahun tetapi baru keluar SK-nya pada bulan ini. Tujuannya untuk pemerataan SDM ke beberapa sekolah terutama daerah pesisir.

“Yang ada pemerataan untuk menyamaratakan kualitas antara daerah pinggiran dengan kota,” kata Usman.

Nantinya, perpindahan ini akan terjadi seusai Ujian Akhir Semester (UAS) dihelat. Dijadwalkan pelaksanaannya dalam waktu 3 minggu ke depan. Ini dilakukan karena nilai siswa biasanya dipegang oleh guru lama, bila terjadi perubahan maka siswa yang dirugikan.

Senada, Kabid SD Disdik Sunarya memaparkan bahwa mutasi murni dilakukan karena kebutuhan sekolah. Pelaksanaan ini juga diyakini tidak mengganggu sertifikasi yang telah dikunci oleh Dapodik hingga bulan Desember nanti.

Baca Juga:  DPPD Ragukan Kinerja Tim 7, Terkait Pemekaran Wilayah, Disiapkan Rp 80 Juta

“Di Januari 2018 nanti minimal 12 jam sesuai SK yang dituju,” kata Sunarya.

Ia mengakui dalam proses mutasi ini terdapat kelemahan. Oleh karena itu, akan ada proses evaluasi sehingga mutasi tidak berdampak bagi kesejahteraan guru. (*/ak)

Tags: bontangGuru dan Kepsekmutasi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

STITEK, Terindikasi ‘Pindah Tangan’ Yayasan 

Next Post

Legislator Tak Perbolehkan Guru Berpolitik 

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
PNS yang Pernah Tersandung Narkoba Jabat Kabid di BPBD Bontang
Bontang

Mutasi Disoroti, Pemkot Bontang Dinilai Prioritaskan Lulusan Sekolah Kedinasan

14 Mei 2024, 17:33
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Basri Jadwalkan Gerbong Mutasi dan Pelantikan 5 Pejabat Baru Setelah Lebaran 
Bontang

Basri Jadwalkan Gerbong Mutasi dan Pelantikan 5 Pejabat Baru Setelah Lebaran 

5 April 2023, 10:09
Kecewa Tak Masuk Gerbong Mutasi, Lurah Jenebora Angkut Pot Bunga
Kaltim

Kecewa Tak Masuk Gerbong Mutasi, Lurah Jenebora Angkut Pot Bunga

12 Januari 2023, 17:03

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.