• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Diskes-KB Gelar Imunisasi Massal di SDIT Yabis

by M Zulfikar Akbar
9 Februari 2018, 00:06
in Advertorial, Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
GIATKAN PENCEGAHAN: Petugas Diskes-KB, Puskesmas, dan para guru berfoto bersama usai melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di SDIT Yabis, Kamis (8/2) kemarin.(BAMBANG/BONTANG POST)

GIATKAN PENCEGAHAN: Petugas Diskes-KB, Puskesmas, dan para guru berfoto bersama usai melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di SDIT Yabis, Kamis (8/2) kemarin.(BAMBANG/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Perang melawan difteri terus digalakkan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran prioritas Diskes-KB dalam melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) selektif atau vaksinasi massal pada sekolah-sekolah dasar (SD) yang capaian imunisasinya rendah atau ditemukan suspect difteri.

Kamis (8/2) kemarin, Diskes-KB kembali melaksanakan imunisasi massal di SDIT Yabis, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Belimbing. Vaksinasi massal kali ini menyasar seluruh murid dari kelas 1-6, para guru, serta seluruh karyawan dan pekerja di lingkungan SDIT Yabis. Total sasaran vaksinnya kurang lebih 800 sasaran. Karena jumlah sasarannya yang cukup banyak, sehingga penanganannya tidak hanya dilakukan oleh Puskesmas Bontang Barat saja, tetapi juga melibatkan sumber daya manusia (SDM) dari Diskes-KB, tim dari puskesmas se-Kota Bontang, serta turut dibantu oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bontang.

Baca Juga:  Dinkes: Demam Respon Tubuh saat Vaksin Bekerja

“Vaksinasi yang kami lakukan ini sifatnya bertahap. Saat ini kami masih mengutamakan untuk usia anak-anak dulu serta yang kontak dengan suspek karena jumlah vaksin kami masih terbatas,” ujar dr Fatimah, Kepala Puskesmas Bontang Barat.

Kata dr Fatimah, alasan diutamakannya usia anak-anak yaitu, karena di usia mereka masih rentan terkena penyakit.

Pelaksanaan vaksinasi massal ini juga dilakukan lantaran sebelumnya ada salah satu murid terduga suspect difteri. Usai ada kejadian tersebut, Puskesmas Bontang Barat langsung bergerak cepat untuk melakukan pencegahan penularan dengan cara memberikan sosialisasi sekaligus pemberian obat erythromycin kepada orang-orang yang terpapar langsung atau melakukan kontak dengan penderita. Seperti keluarga, teman sekelas, teman mengaji, pengajar, Obat tersebut harus dikonsumsi selama seminggu. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan difteri lebih luas lagi.

Baca Juga:  Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Ketahui Daftar Penyakit Yang Ditanggung

“Alhamdulillah dari pihak sekolah dan orang tua murid juga kooperatif. Jadi kami sangat terbantu, kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan cermat dalam melihat gejala difteri. Selalu terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan memakai sabun, konsumsi gizi seimbang, jaga kebersihan diri dan lingkungan, melaksanakan imunisasi lengkap sesuai usia, menggunakan masker bila perlu (seperti pada tempat keramaian atau pada saat batuk dan flu), serta menghindari bepergian pada daerah KLB.” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDIT Yabis, Fauzi, menyambut baik adanya vaksinasi massal di sekolah yang dia pimpin tersebut. Pasalnya menurut dia, ini merupakan langkah antisipasi yang paling efektif dalam mencegah terjadinya penularan difteri. Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Diskes-KB, puskesmas, dan semua unsur yang telah melaksanakan pencegahan di SDIT Yabis.

Baca Juga:  Asam Lambung Sering Kambuh di Malam Hari, Ini Penyebabnya

Fauzi menyebut, sebelum adanya vaksinasi massal ini beberapa orang tua sempat cemas karena untuk mendapatkan vaksin tersebut cukup sulit. Bahkan karena takut tak mendapatkan vaksin, beberapa orang tua pun akhirnya melakukan vaksin secara mandiri meskipun terkadang stok di rumah sakit juga terbatas.

“Sekarang para orang tua sudah lebih tenang setelah anaknya divaksin,” terangnya.

Fauzi berharap, upaya yang dilakukan SDIT Yabis dan Diskes-KB ini bisa membuahkan hasil sehingga kedepan penyebaran difteri bisa semakin diminimalisir. (bbg/adv)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Difterikesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wali Kota Buka Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Next Post

“Jaksa Menyapa” Hadir di Kota Bontang 

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Antisipasi KLB, Diskes Bontang Susun Skema Penanggulangan Difteri
Bontang

Antisipasi KLB, Diskes Bontang Susun Skema Penanggulangan Difteri

15 Mei 2023, 20:31

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.