Terkait Beredarnya Permen Diduga Mengandung Narkoba
SANGATTA – Kabar beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkoba sampai di telinga Kepala Dinas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Edwar Azran. Tak ingin kecolongan, pihaknya mewacanakan menggelar Inpeksi Mendadak (Sidak) dalam waktu dekat. “Jika diperlukan kami akan menggelar Sidak,” ujar Kadisprindag Edwar saat dikonfirmasi via telpon, Kamis (9/3) kemarin.
sebelum Sidak digelar, Edwar, mengaku akan mengkaji terlebih dahulu kebenaran permen keras tersebut. Karena sampai saat ini, BPPOM belum mengeluarkan pernyataan resmi jika permen yang digemari anak-anak itu mengandung narkoba.
“Jadi perlu dicek dan didaftar dulu. Karena kami juga sampai saat ini belum tau dasarnya. Siapa tau ini merupakan unsure persaingan perdagangan. Karenanya, kami akan cek kebenarannya. Kami akan kaji dulu sebelum bertindak. Kecuali benar, maka kami akan turun menggelar Sidak,” tegas mantan Asisten satu itu.
Agar tindakan yang dilakukan tepat sasaran, maka pihaknya menunggu hasil uji labolatorium yang dilakukan BPPOM pusat. Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran permen yang di produksi oleh Chaoan Food Co.LTD China dan diimpor PT. Samudra Sapta Eka Jakarta tersebut. “Jadi diperlukan kepastian terlebih dahulu. Untuk itu, kami tunggu kebenarannya. Jangan sampai apa yang kami lakukan menyalahi aturan,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskoba, Iptu Abdul Raup, mengaku jika pihaknya menemukan jajanan yang diduga mengandung narkoba tersebut di beberapa toko. Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan jika permen tersebut mengandung narkoba. Karena harus menunggu hasil uji labolatorium terlebih dahulu. “Kami akan berkoordinasi dengan Disperindag Kutim prihal izin edar jajanan merek Sweet Lollipop tersebut,” kata Rauf.(dy)







