• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Distributor Diduga Ambil Kesempatan, Pedagang Sulit Dapat Suplai Suplemen

by M Zulfikar Akbar
29 Maret 2020, 17:00
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Kelangkaan suplemen dan vitamin mulai terjadi di sejumlah toko di Bontang. (Adiel Kundhara/KP)

Kelangkaan suplemen dan vitamin mulai terjadi di sejumlah toko di Bontang. (Adiel Kundhara/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan pada pola hidup sehat. Salah satunya konsumsi masyarakat terhadap suplemen dan vitamin. Sejumlah pemilik toko di Bontang menyebut, setelah sejumlah produk yang bisa dipakai sebagai cairan disinfektan laris manis, kini masyarakat mulai memborong suplemen dan vitamin C.

“Namun suplemen seperti produk minuman sudah langka sejak dua pekan terakhir ini,” kata pemilik Toko Saudara di Berebas Tengah Syamsuar, kemarin.

Selain karena diborong, kelangkaan rupanya terjadi karena aturan baru yang dibuat oleh distributor di Samarinda. Di mana untuk pembelian satu dus minuman suplemen vitamin C itu wajib membeli 2 dus minuman suplemen berkarbonasi.

Akibatnya, pemilik toko enggan mengambil. Mereka merasa keberatan karena tambahan produk persyaratan itu kurang laku. Pria yang juga menjabat ketua asosiasi pedagang ini menyebut, distributor mengambil kesempatan pada momen virus korona ini.

Baca Juga:  TKA Baru Tiba, Diskes Bontang Tambah Masa Inkubasi

“Padahal sebelumnya tidak demikian,” kata Syamsyuar.

Selain itu, tablet isap vitamin C pun juga sulit didapatkan.

“Saya mendapat informasi agennya menjual kepada orang yang datang langsung. Saya yang dijanjikan juga tidak kebagian,” keluhnya.

Selain kedua produk itu, hand sanitizer dan sabun cuci tangan tidak mendapatkan pasokan.

Sementara itu, penanggung jawab Toko Karya Sakti Solikin mengaku harus membatasi penjualan minuman suplemen vitamin C. Produk itu pun tidak ditempatkan di rak maupun lemari pendingin. Melainkan di bawah tempat kasir bertugas.

“Tiap konsumen kami batasi hanya dapat membeli lima botol,” ujar Solikin.

Pembatasan tidak berlaku bila konsumen yang datang terdapat anggota keluarga yang sakit. Bentuknya menunjukkan surat pengambilan obat oleh dokter. Konsumen demikian dapat membeli satu dus.

Baca Juga:  Pemkot Gratiskan Air Bersih, Warga Bontang Tak Mampu Dapat BLT

“Kami tidak menaikkan harga meski pasokan kurang lancar. Karena percuma mengambil untung di saat orang susah,” pungkasnya. (*/ak/rdh/k18/kpg)

Tags: suplemenvirus koronavitamin
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jatuh Bangun Wedy Membangun Usaha Abon

Next Post

Neni Sumbang Gaji 6 Bulan, Bontang Dapat 80 Unit Alat Rapid Test

Related Posts

Dinkes Bontang Bantah Dua Rumah Sakit Tutup, Masa Isolasi Diperpanjang
Bontang

Hasil Rapid Test, 55 Pegawai RSIB Negatif Corona

26 April 2020, 19:36
RSUD Tetap Layani Pasien Gawat Darurat, Buka IGD Sementara
Bontang

Breaking News!!! Satu Pasien Lagi Positif Covid-19

25 April 2020, 17:57
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

Ini Kronologi Meninggalnya PDP Usia 8 Tahun di Bontang

24 April 2020, 20:25
PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen
Bontang

PDP Meninggal Pasca Dirujuk dari RSIB, Ini Penjelasan Manajemen

24 April 2020, 19:30
Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling
Bontang

Cemas Terhadap Covid-19, Polda Kaltim dan Pemkot Bontang Buka Layanan Konseling

24 April 2020, 08:00
Peminat Kapal Tinggi, Armada Bontang Dikurangi
Bontang

Klaster Gowa Dominasi Pasien Covid-19, Penumpang KM Egon Dilacak

24 April 2020, 06:25

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.