BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sangat serius dalam menangani kasus covid-19 di kota yang dipimpinnya. Untuk itu, ia akan menyumbangkan gajinya selama enam bulan ke depan untuk menuntaskan virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.
“Ya betul (akan menyumbangkan gaji, Red.),” katanya kepada Bontangpost.id.
Dari gajinya tersebut, rencananya akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak virus korona. Bentuknya berupa sembako maupun suplemen dan vitamin.
Sementara itu, Bontang juga mendapatkan 80 unit alat rapid test dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Alat tersebut merupakan bagian dari 2.400 unit yang dikirimkan ke Kaltim.
“Rencananya akan dapat lagi tapi belum tahu berapa,” ungkap Juru Bicara Covid-19 Bontang, Adi Permana.
Untuk penggunaannya, kata Adi, akan disesuaikan dengan kebijakan nasional. Seperti diketahui, pemerintah pusat memprioritaskan tenaga medis untuk penggunaan rapid test tersebut. Sebab, para dokter dan perawat ini yang bersentuhan langsung dengan pasien positif covid-19. Selanjutnya, warga yang kontak dengan kasus positif.
“Sudah digunakan,” katanya.
Adi menambahkan, 66 orang telah dites menggunakan rapid test tersebut. Mereka yang mengikuti rapid test terdiri dari tenaga medis RSUD sebanyak 32 orang, pasien sebanyak 3 orang, tim Dinas Kesehatan 15 orang, dan 16 orang dalam pengawasan (ODP). Seluruhnya dinyatakan negatif covid-19.
“Besok lanjut lagi. Masih ada sisa 14, dua di kami,”
Tidak hanya itu, Bontang juga mendapatkan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis sebanyak 150 paket. Sebelumnya juga mendapatkan 25 paket APD. (Zaenul/adv)







