• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

DPRD: Aset Pemkot Harus Jelas

by BontangPost
12 April 2017, 12:58
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rumah-rumah di Perumahan Korpri tampak tak terurus karena belum ditempati oleh penghuninya. (Fahmi Fajri/Bontang Post)

Rumah-rumah di Perumahan Korpri tampak tak terurus karena belum ditempati oleh penghuninya. (Fahmi Fajri/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyakan Lahan Korpri, Minta Rekap yang Belum Bersertifikat

BONTANG – Semua aset Pemkot Bontang seharusnya statusnya sudah jelas termasuk soal lahan. Oleh karena itu, DPRD Bontang meminta rekapan lahan milik pemerintah yang belum bersertifikat. Mengingat lahan perumahan Korpri yang masih belum memiliki sertifikat.

Pimpinan rapat yang juga anggota Komisi I DPRD Bontang, Bilher Hutahaean meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Bontang menjelaskan sejauh mana progres sertifikasi lahan perumahan Kopri. “Apa saja yang sudah dilaksanakan bidang pertanahan karena memang lahan tersebut telah dibebaskan, tetapi belum bersertifikat,” jelas Bilher membuka rapat di ruang rapat DPRD Bontang, Selasa (11/4) kemarin.

Kepala DPKPP Bontang, Abdul Rifai menjelaskan bahwa sejak tahun 2001 perumahan Korpri ini sudah ada penetapan lokasi. Dengan lahan seluas 67,3 hektare sudah terbangun untuk perumahan Korpri seluas 4,8 hektare untuk 241 unit, fasilitas umum 3 hektare, penghijauan oleh PT KPI seluas 8 hektare, dan rumah khusus nelayan seluas 1,5 hektare. “Jadi masih ada sisa lahan kosong seluas 50 hektare,” ujarnya.

Baca Juga:  Babak Baru Lahan Perumahan Korpri, Puguh: Minggu Ini Dievaluasi

Diakui Abdul Rifai memang lahan seluas 67,3 hektare milik Pemkot Bontang tersebut belum bersertifikat. Hal tersebut tentu menjadi tugasnya untuk memulai proses sertifikasi. “Harapan kami jangan sampai proses sertifikasi ini terkendala. Estimasi biaya sertifikasi pun senilai Rp 220 juta,” ungkap dia.

Proses sertifikasi pun, lanjut dia, kemungkinan menjadi satu kesatuan alias gelondongan seluas 67,3 hektare. Barulah Hak Guna Bangunan (HGB) bisa dipecah dan dimiliki oleh para pemilik rumah Korpri. Disebutkan bahwa masalah yang sangat mendasar adalah hibah saat tahun 2001 baru di SK-kan sebagai penetapan lokasi.

Awal pembelian lahan tersebut pun bukan untuk perumahan Korpri, tetapi untuk fasilitas umum, perumahan dan lainnya. Barulah tahun 2005 muncul usulan untuk membuat perumahan Korpri. “Sebenarnya, Pemkot juga sudah beberapa kali meminta hibah, tetapi belum ada persetujuan dari Dewan, sehingga soal sertifikat mau global atau pecah belum bisa dipastikan,” bebernya.

Baca Juga:  Peduli Penumpang, Life Jacket dan Lifebuoy Dibagikan 

Dari luasan 67,3 hektar pun, tanah keringnya hanya sekitar 23 hektare, sisanya berupa rawa-rawa. Perumahan Korpri juga masih merupakan aset DPKPP Bontang bukan aset Korpri. “Sementara saat PNS membeli aktanya jual beli bangunan bukan tanah,” ujarnya.

Bilher menambahkan jika disertifikasi jadi satu maka tak bisa, karena ada hak masing-masing para PNS. Sehingga hal ini perlu kejelasan, statusnya seperti apa. Ini bisa juga dijadikan satu induk, tetapi HGB itu ada masa berlaku yang hanya 10 tahun. “Perlu dipikirkan kembali agar jangan sampai jadi masalah di kemudian hari, kalau bisa dihibahkan lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Selama ini, DPRD Bontang mengaku tidak pernah mendapat permintaan persetujuan hibah perumahan Korpri, melainkan hanya beberapa instansi vertikal. Seperti Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, KUA dan lainnya. Sementara perumahan Korpri tidak ada. “Coba nanti dibicarakan dengan Banggar, semua harus duduk bersama karena biaya sertifikasi ini tidak kecil,” ungkapnya.

Baca Juga:  Neni: Pencabul Harus Dihukum Berat  

Kaharuddin Jafar meminta agar jangan sampai Pemkot membeli lahan, tetapi tidak digunakan. Karena tahun 2016 lalu, infonya ada pembelian lahan tetapi tidak dimanfaatkan. Karena di Perumahan Korpri ini dijual kepada para PNS, tentu ada hak milik yang diharapkan para PNS. Jadi proses sertifikasi harus segera dilaksanakan. “Saya minta data dulu aset pemerintah baru disertifikasi dan satu lagi, sisa lahan yang masih kosong buatkan untuk 25 anggota DPRD Bontang,” pungkasnya. (mga)

Tags: Aset Pemkotbontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembebasan Lahan Bandara Belum Dianggarkan

Next Post

Sekda Syirajuddin Diberhentikan

Related Posts

Pemkot Bontang Siapkan Rp500 Juta untuk Kelurahan Berprestasi Tangani Stunting dan Sampah
Pemkot Bontang

Pemkot Bontang Siapkan Rp500 Juta untuk Kelurahan Berprestasi Tangani Stunting dan Sampah

21 Mei 2026, 15:01
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot
Bontang

Ganti Jargon, Lampu Hias Bontang Jago Dicopot

23 Januari 2022, 17:23
Padat Penduduk, Berikut Protokol Penanganan Covid-19 di Rusun Api-Api
Bontang

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

21 Oktober 2020, 12:18

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.