• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Imbau Para Orang Tua Kenali Kondisi Anak Sebelum Divaksin

by BontangPost
26 Agustus 2018, 11:11
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Usai mendapat vaksin difteri tahap 1 beberapa bulan lalu, salah satu siswa SDN 005 Bontang Utara mengalami alergi tingkat berat atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Untuk menghindari hal yang sama terjadi pada anak lainnya, Lilik Purwanti, ibu dari Aidil mengimbau agar para orang tua harus lebih peka terhadap kondisi anaknya.

Hal tersebut dimaksudkan agar orang tua tidak asal memberikan izin anaknya untuk divaksin. Karena, jika kondisi anak dalam keadaan kurang fit, vaksin tersebut bisa mengakibatkan KIPI.

Lilik Purwanti, warga Jalan Gong 04 RT 16 Kelurahan Guntung menceritakan awal mulai anaknya mengalami KIPI. Memang KIPI yang terjadi bukan pasca imunisasi Measless dan Rubella (MR) yang sedang ramai saat ini. Namun KIPI terjadi pasca imunisasi difteri yang sempat meresahkan masyarakat Bontang, dengan ditemukannya 6 kasus difteri di Bontang.

“Jadi waktu imunisasi difteri tahap pertama itu, sepulang sekolah tiba-tiba anak pertama saya langsung demam, ruam atau biduran di semua badannya, jantung sakit, sesak nafas, bengkak-bengkak hingga di kemaluan,” jelas Lilik saat ditemui di kediamannya, Jumat (24/8) kemarin.

Merasa kejadian itu baru pertama kali dialami anaknya, Lilik pun memberi pertolongan pertama dengan meminumkan anaknya paracetamol sebagai obat penurun demam. Namun demikian, hari berikutnya, demamnya tak kunjung turun. Karena merasa anaknya masih bisa menahan rasa sakit di jantungnya, Lilik pun belum membawanya ke dokter.

Baca Juga:  6 Proposal E-Warong Disetujui, Kemensos Akan Verifikasi

“Saya pikir mungkin itu reaksi dari vaksin difteri, tetapi sampai kemaluannya bengkak. Saya ajak dia ke dokter, tetapi anaknya bilang masih kuat, akhirnya saya biarkan dan sembuh sendiri,” terang dia.

Dua minggu kemudian, anak pertamanya itu kembali mengalami demam lagi. Lilik mengira demam itu karena anaknya kehujanan usai pulang dari pengajian. Dengan inisiatif, diberikannya obat paracetamol lagi. Tetapi malah muncul bengkak lagi, gatal-gatal, dada sesak, jantung sakit, hingga membuatnya panik.

“Saya tunggu sampai besok dan dibawa ke Puskesmas, di sana dikasih obat demam dan batuk. Tetapi reaksinya sama bengkak dan gatal,” ujar Lilik.

Karena tak ada perubahan, sorenya, Lilik kembali membawa anaknya ke Puskesmas Bontang Utara II dan dia menceritakan awal mula anaknya menderita demam, ruam, bengkak, serta sakit di dada dan jantungnya. Dokter pun menyarankan untuk tes laboratorium dengan mengecek darah dan air seni Aidil. Hasilnya gula bersih, ginjalnya juga bersih dan negatif dari gagal ginjal.

Baca Juga:  Tur BBGC ke Jatim, Bukukan HIO di Ciputra Golf

“Tetapi karena obat dari puskesmas tidak bereaksi, saya pun diberi rujukan ke RS PKT dan ditangani dokter anak Naomi,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan dokter anak, Lilik diminta agar tidak menyalahkan vaksin dan mencoba food challenge. Sehingga, Aidil diminta untuk memakan dari protein nabati seperti tahu tempe. Setelah itu dicoba protein dari telur, dan ayam. Hasilnya Aidil tetap baik-baik saja. Selama sebulan, anaknya demam lagi, dan langsung dirujuk ke dokter anak rujukannya tertulis drugs alergy (z, 88).

”Saya sampaikan dari makanan tidak masalah, tetapi minum obat atau vitamin sedikit saja langsung bengkak, demam, kemaluannya bengkak sampai gede banget,” ujarnya.

Memang dari kecil, diakui Lilik, Aidil terbiasa meminum obat. Tetapi, sekeras apapun obat yang diberikan tidak menimbulkan efek alergi separah itu. Bahkan dokter menyatakan sampai gagal jantung karena ketika demam, jantungnya sakit seperti ditusuk-tusuk.

“Kalau gagal ginjal negatif, tetapi kalau gagal jantung dokter juga menyatakan hal itu,” terang dia.

Atas pengalamannya itu, Lilik mengimbau kepada para orang tua agar lebih peka terhadap kondisi anaknya. Jangan melakukan imunisasi sekedar ikut-ikutan saja. Tetapi kondisi kesehatan anak dan riwayat kesehatannya harus benar-benar dikenali agar tidak terjadi hal serupa. “Saya ini bukan mendoktrin siapapun, hanya mengingatkan, jika mau imunisasi dicek dulu kondisi kesehatan anaknya. Ini karena saya mungkin masih kurang peka, sampai akhirnya anak saya mengalami alergi tingkat berat dan tak bisa sembarang meminum obat,” bebernya.

Baca Juga:  Tersangka Pembunuh Navita Terancam 20 Tahun Penjara

“Jadi kalau dia demam, ada obatnya yang diberikan dengan cara injeksi, paracetamol sudah tidak bisa dikonsumsi lagi,” imbuhnya.

Penjelasan dari dokter Naomi juga dikatakan Lilik, bahwa sebenarnya vaksin difteri itu menyuntikkan bakteri ke tubuh anak supaya dia kebal jika virus itu mencoba menyasarnya. Tetapi saat divaksin difteri tahap pertama itu, sistem imun Aidil seperti kondisi memerangi bakteri difteri itu. Entah menolak atau apa, tetapi sistem imunnya yang justru gagal. “Makanya mengalami alergi tingkat berat, sampai ke gagal jantung. Jadi saya kerja sama sama guru, teman-temannya agar menjaga Aidil untuk tidak minum sembarang obat,” pungkasnya.

Kejadian yang dialami Lilik dan Aidil ini mengingatkan, agar para orang tua lebih waspada ketika hendak mengizinkan anaknya untuk divaksin di sekolah. Jika anak dalam kondisi kurang sehat, sebaiknya vaksin ditunda.(mga)

Tags: bontangKondisi anakVaksin
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berjalan, Program E-Waroeng Belum Maksimal 

Next Post

Kilau Keindahan Matahari Terbit

Related Posts

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November
Kaltim

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Menengah–Tinggi di Kaltim Sampai 20 November

15 November 2025, 13:00
Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025
Bontang

Pemkot Bontang Borong Empat Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Kaltim 2025

6 Oktober 2025, 09:00
Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes
Kriminal

Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Polisi Panggil Oknum Pimpinan Ponpes

20 Desember 2023, 12:00
Uji Klinis Vaksin Merah Putih Mulai 8 Februari
Bontang

Mulai Besok Vaksin Covid Kembali Tersedia di Puskesmas, Stok Terbatas

18 Mei 2023, 20:27
Ratusan Vial Vaksin di Bontang Kedaluwarsa
Bontang

Ratusan Vial Vaksin di Bontang Kedaluwarsa

16 Januari 2023, 16:28
Stok Habis, Layanan Vaksinasi di Bontang Dihentikan Sementara
Bontang

Stok Habis, Layanan Vaksinasi di Bontang Dihentikan Sementara

21 Oktober 2022, 10:45

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.