BONTANGPOST.ID, Bontang – Penutupan akses menuju Kampung Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat, mendapat perhatian DPRD Bontang. Pemerintah kota diminta segera mencari jalan keluar agar warga tidak terus dirugikan akibat persoalan klaim kepemilikan lahan.
Sekretaris Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib, yang akrab disapa Ibe, meminta Pemkot Bontang segera memanggil pihak yang mengklaim lahan di pintu masuk kawasan tersebut. Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bontang (PUPRK) perlu mengambil langkah agar persoalan tidak berlarut-larut.
“Harus bisa segera dibuka. Kasihan juga masyarakat Kampung Gotong Royong di dalam yang mau akses jalan. Tidak boleh ini berlarut-larut,” ungkapnya.
Ibe menilai, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan warga sekaligus memastikan kejelasan status tanah yang dipersoalkan. Ia menekankan, masyarakat membutuhkan akses jalan yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Apalagi, pembangunan jalan tersebut telah menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bontang sekitar Rp13 miliar pada 2025. Karena itu, pemerintah diminta memberikan kepastian agar fasilitas yang dibangun dengan uang daerah tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat.
Ibe juga mengusulkan agar akses jalan dapat dibuka terlebih dahulu sembari pemerintah memfasilitasi penyelesaian persoalan kepemilikan lahan.
“Kalau memang terbukti tanah itu milik masyarakat, segera dibayar. Tetapi, kalau tidak terbukti, harus ada kejelasan juga,” tegasnya.
Jika diperlukan, DPRD Bontang siap memfasilitasi rapat dengar pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Forum tersebut diharapkan dapat memperjelas status lahan berdasarkan dokumen dan keterangan masing-masing pihak.
“Agar keputusan yang diambil memiliki dasar yang jelas,” pungkasnya.
Sebelumnya, akses masuk menuju Kampung Gotong Royong ditutup menggunakan seng pada Rabu (28/10/2026). Penutupan dilakukan Siti Rabiah yang mengklaim lahan di pintu masuk tersebut sebagai miliknya.
Akibatnya, warga yang hendak menuju kawasan Gotong Royong harus melewati jalur alternatif. Hingga kini, Pemkot Bontang masih membahas persoalan tersebut dan belum memberikan kepastian penyelesaian. (*)







